The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXV]



Kabut perlahan membentuk sosok anak kecil, ya, itu adalah roh sistem!


Roh sistem perlahan mendekat ke arah Yue Liang Zhi, terlihat binar kebahagiaan menyeruak memenuhi suasana. Bagaimana tidak bahagia, seseorang yang selama ini roh sistem rindukan kini berada di depannya. “Arista... Ah tidak, Yue Liang Zhi. Apa kabar? Aku serasa terkurung lama di sini, apa lagi tanpa mendengar suaramu. Kau sudah mengingatku bukan? Jangan bilang tidak!!”


Nada suara roh sistem seperti tengah menyapa teman lama, Yue Liang Zhi segera terkekeh geli, “eeee... Kau rindu padaku? Patut saja sih, aku ini memang mudah membuat orang rindu padaku,” ocehnya tanpa malu dan percaya diri.


Mendengar Yue Liang Zhi yang sudah membuka mulut ajaibnya, bibir roh sistem perlahan berkedut ringan, 'lebih baik kau lupa denganku saja lah, narsismu terlewat batas!' Pikir roh sistem dan seketika mendapat pelototan tajam dari Yue Liang Zhi.


“Aku mendengarmu kecil! Dasar, aku bahkan sudah pernah mati, tapi kau masih saja kecil. Ck, seperti kurcaci!!”


“Apa? Lihat dirimu Liang Zhi, kau juga menjadi kurcaci sepertiku, jadi tidak usah menyindir sesama jenis.” Sindir roh sistem tidak mau kalah, jika dia memiliki wujud manusia dan bukan kabut putih, bisa di pastikan muka roh sistem sudah memerah karena marah.


Sejenis? Oh, astagaa... Orang buta mana yang akan setuju! Yue Liang Zhi hanya menyusut, oke! Bukan berubah menjadi kurcaci kecil tanpa pernah tumbuh.


Mulut Yue Liang Zhi terbuka lebar, dia menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk, “aku, kurcaci? Hei!! Aku masih bisa tumbuh, tidak sepertimu.”


Roh sistem yang mendengar itu kian marah dan menghentak-hentakkan kaki kecilnya. Dia berderai air mata, merasa terpukul keras akan kenyataan yang telah ditegaskan oleh tuannya.


Yue Liang Zhi terkekeh kecil, sudah lama dia tidak merasakan sensasi menjahili roh sistem sampai marah, “tentu aku mengingatmu Qiao Qiao, tapi aku hanya mengingat sedikit.”


Roh sistem terpaku di tempat saat mendengar nama pangilan dari Yue Liang Zhi, hidungnya perih lantaran tersedak ingus. “Qiao Qiao? Aku suka nama itu!” Dia berteriak girang bagaikan seseorang yang mendapat hadiah ulang tahun, tersenyum cerah secerah matahari, “lalu, apa lagi yang kau ingat?” Qiao Qiao menatap Yue Liang Zhi penuh harap.


“Yang pertama tentu namaku...,” jawab Yue Liang Zhi santai, menimbulkan bibir Qiao Qiao yang semula terangkat kini perlahan menurun, “Lux dan kau,” ia melirik Qiao Qiao dengan menaikkan alis kirinya.


Yue Liang Zhi mengedarkan pandangan ke samping, dia merasa dunia lotus lebih hidup. Dulu, saat di zaman moderen, dunia lotus hanya di tumbuhi beberapa tumbuhan. Sekarang sangat berbeda, sepanjang mata memandang hamparan tumbuhan menghiasi dunia lotus. Pandangan Yue Liang Zhi tertuju pada bangunan besar, seingatnya dulu bangunan itu tidak ada. Saat hendak melangkahkan kaki, Yue Liang Zhi merasakan sakit disekujur tubuhnya. Dia menyilangkan kedua tangannya untuk memegang pundak dan hasilnya sangat mencengagkan.


Badan yang Yue Liang Zhi pegang tidak merasakan sakit, itu terasa sakit di suatu tempat, tapi saat mengecek tubuhnya dia tidak menemukan kejanggalan. Yue Liang Zhi berpikir, dia menunjukkan ekspresi terkejut karena menyadari sesuatu. Yang berada di dunia lotus adalah jiwanya bukan tubuh aslinya, setelah merasakan penyiksaan pembersihan, sangat wajar jika mentalnya melemah. Tanpa sepatah kata dia segera memejamkan mata dan menghilang dari dunia lotus.


“...” Qiao Qiao yang di tinggalkan tiba-tiba segera tersentak, merasa tak percaya bahwa Arista yang sudah menjadi Yue Liang Zhi masih melakukan hal sama... Yaitu, masih tetap meninggalkannya tanpa sepatah kata!


Mata Yue Liang Zhi terbuka dengan cepat, terlihat kamar yang dia gunakan saat berkultivasi. Tempat itu berantakan seperti telah mengalami perampokan, tapi bandit bodoh masih menyisakan semua barang-barang tak berguna. Tiba-tiba tengorokannya terasa asin dan manis dalam bersamaan, hingga beberapa saat kemudian seteguk darah keluar dari mulutnya. Setelah berdiam diri, Yue Liang Zhi segera berdiri dan membersihan tubuhnya yang kini berwarna hitam.


Setelah Yue Liang Zhi yakin tubuhnya sudah benar-benar bersih, dia melangkah keluar. Sudut bibirnya terangkat tatangkala melihat Pangeran Yun Fengyin yang tengah membaca buku, “gege...,” panggilnya dengan suara indah seperti senar cello yang tengah bergetar.


Pangeran Yun Fengyin menurunkan buku yang tengah dibacanya, dia menutup buku tersebut dan meletakkan ke sembarang arah. Yue Liang Zhi dengan semangat segera mendaratkan bokong kecilnya pada pangkuan Pangeran Yun Fengyin. “Ada apa Yue'er? Kau harusnya beristirahat bukan?” Pangeran Yun Fengyin mengusap puncuk kepala Yue Liang Zhi, “sudah berhasil?” Tanyanya lagi dengan nada lembut.


“Tentu aku berhasil! Kalau aku menyerah begitu saja, bagaimana nanti kita bisa menghancurkan Kekaisaran?” Jawab Yue Liang Zhi mendongakkan muka menatap sombong pada Pangeran Yun Fengyin, “Fengyin gege, jawab pertanyaanku dengan jujur!”


Merasakan tatapan serius Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin menyipitkan mata sambil mengangguk, “apa yang ingin kau tanyakan?”


“Siapa gege sebenarnya?” Pandangan Yue Liang Zhi menajam seperti mata pisau.


Pangeran Yun Fengyin tersenyum penuh arti, dia mengusap pipi Yue Liang Zhi dengan punggung tangan, “seharusnya aku yang bertanya, siapa kau yang sebenarnya? Kenapa kau memiliki rajah kepala naga di punggungmu, setahuku, ras naga selalu kuat. Bahkan setelah lahir, bayi dari keturunan ras naga sudah memiliki kultivasi, tapi kenapa kau tidak?”


“Rajah kepala naga, apa maksud Fengyin gege?” Yue Liang Zhi melompat turun dari pangkuan Pangeran Yun Fengyin.


“Kau benar-benar tidak tahu? Atau berpura-pura tidak—”


“Aku tidak tahu!!” Potong Yue Liang Zhi dengan cepat.


Terdengar helaan napas dari mulut Pangeran Yun Fengyin, dia memejamkan mata dan bergumam pelan, “aku tidak bisa menjelaskannya, di sini tidak aman. Aku berjanji akan memberitahu kalian, tapi nanti. Sekarang sebaiknya kau beristirahat!”


Yue Liang Zhi mengerucutkan bibirnya, dia kembali duduk di pangkuan Pangaran Yun Fengyin. “Tapi aku tidak lelah,” ucapnya, dia kemudian tersenyum jahil saat Pangeran Yun Fengyin membuka mata dan menatapnya, “kenapa sekarang Fengyin gege menjadi tanaman?” Tanyanya dan mendapat jawaban dari Pangeran Yun Fengyin yang mengerutkan kening, “gege menarik banyak ulat!! Contohnya saja Putri Mahkota Chyou, dia seperti menempel dan ingin memakan gege, apa gege tidak merasa gatal? Aku saja yang melihatnya sangat gatal!!”


Setelah mendengar ucapan Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin segera tertawa lebar. Sangat jarang dia tertawa seperti tanpa beban, tawannya berhenti saat seringai licik yang terbit di bibir mungil Yue Liang Zhi. Pangeran Yun Fengyin menaikkan ke dua alisnya dan mendapat respon bisikan di telinga.


Keduanya tersenyum, mempunyai hantu yang berkeliaran di kepala..


Hanya butuh setengah jam,  Pangeran Yun Fengyin dan Yue Liang Zhi kini berada di tengah pasar, mereka menjadi pusat perhatian lantaran Yue Liang Zhi yang berlari-lari kecil dan menjelajahi berbagai kuliner. Tentu saja Pangeran Yun Fengyin selalu mengikuti kemana anak perempuan itu pergi, karena dia tidak inggin ada orang yang menculik dan membawa Yue'ernya pergi. “Yue'er pelan-pelan...,” Pangeran Yun Fengyin memperingati Yue Liang Zhi, sementara yang diperingati malah menyodorkan tanghulu. Pangeran Yun Fengyin mendesah pasrah dan mengambil tanghulu dari tangan Yue Liang Zhi.


Menemani anak kecil bermain ternyata lebih berat dari berlatih teknik berpedang, Pangeran Yun Fengyin ingin segera menangis darah: ( ╥﹏╥ )