
Hanya beberapa waku berlalu menjadikan langit berubah gelap, jam makan malam berlangsung ramai di ruang makan sekte Qinglong. Itu lebih digambarkan dengan kegaduhan tak tertolong. Semua orang seperti penjaga gerbang sekte yang menunggu tamu penting, bersiap menjilat seiring mulut berselimut madu, penuh kemanisan dan keunggulan.
Sosok yang ditunggu bahkan belum menampakkan diri, tapi semua sudah berceloteh sampai berbusa.
“Liu Canghai pasti akan memenangkan peringkat pertama untuk sekte kita,” seorang laki-laki bertubuh kurus terdengar bersemangat.
Laki-laki gemuk di sebelah, “tentu saja dia pasti, dia adalah sosok mengagumkan dan berbakat yang hadir dalam seribu tahun sekali. Memenangkan peringkat? Hah... Itu semudah menginjak semut.”
“Semut? Dia bahkan mampu membelah gunung, mempora-porandakan lautan, dan menghancurkan pemerintahan suatu Kerajaan,” teman orang bertubuh kecil dan gemuk membuka mulut beserta semburan hujan air liur.
Wei Shuwan dan Wei Jun saling melirik, merasa semua terlalu berlebihan. Andaikan Tao Jianying ada bersama mereka, semua orang pasti tidak akan terlalu memuji hingga keluar nalar.
Pujian itu berlebihan!
Membelah gunung? Senior Liu tidak mempunyai pedang tingkat dewa yang mendukung melakukan perbuatan merusak alam.
Membelah lautan? Lautan bagian mana yang akan dia belah dengan tingkat kultivasi qi foundation puncak level 2, kalian pikir dia immortal!
Menghancurkan Kerajaan? Tidak, dia tidak pernah menyalahgunakan kekuatan untuk menyengsarakan orang lain apalagi warga sipil. Tanpa berbuat dosa, Kaisar sudah menjadikannya sebagai orang yang paling diharuskan segera mati dari dunia. Jika dia berbuat dosa, Kaisar Huo akan semakin membabi buta menyerang dan meratakan sekte Qinglong dengan alasan pendukung tersebut. Walau Kaisar tak bermoral menganggap nyawa orang lain sebagai mainan, tapi selagi bukti kuat masih ada, mencekik Liu Canghai sampai matipun tetap akan dibenarkan dalam hukum moral dan kebajikan. Terdengar munafik, namun sekali lagi penghukuman akan tetap dibenarkan.
Di samping dua bersaudara. Bai Yun dan Lei Hu mendengarkan cerita kebenaran asli maupun tambahan karangan secara hikmat, mencapit pelan nasi menggunakan sumpit dan tampak seperti orang kurang nafsu makan. Sedangkam Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin makan lahap tanpa memperdulikan mulut gagak berisik.
Salah satu orang yang duduk di belakang meja Yue Liang Zhi, “ssstttt... Jika Liu Canghai melawan Yue Liang Zhi, menurut kalian siapa pemenangnya?” Dia berbisik namun suaranya masih dapat didengar, menunjuk punggung sosok merah kecil.
“Anak itu melawan si nomor satu pasti akan kalah, akan terlalu kontras bila dibandingkan dengan murid pertama penatua Touli.”
“Kemari, kemari,” orang di meja lain meminta beberapa teman untuk mendekatkan telinga. “Aku dengar Yue Liang Zhi menang melawan Xiu Zhuting karena menggunakan cara licik, memberi obat pelumpuh saraf sehingga bisa memenangkan duel dan menjadi murid dalam.”
Suara bisikan semakin kecil dan kecil, hanya bernada besar ketika penggosip membicarakan kata "curang", "jalan yang tidak lurus", dan "segera mati".
Mendengar tawa beberapa orang menjadi penutup bisikan itu, Wei Shuwan membanting sumpit dan berdiri bersiap menampar wajah. Namun, dia dicegah oleh kakaknya beserta Bai Yun dan Lei Hu.
Yue Liang Zhi berdiri melirik semua temannya dan berkata, “pergi.” Hanya satu kata sebagai perintah mutlak yang harus didengarkan, berjalan memimpin berniat kembali ke kediaman. Dia tidak memikirkan penilaian orang lain terhadap dirinya, karena hidupnya bergantung dengan dirinya sendiri dan tidak akan segara mati bila tidak mendapat kritikan positif dari orang lain.
Belum mencapai setengah ruangan, mereka berpapasan dengan kelompok Xiu dan Chen yang tengah berjalan menyusul sosok laki-laki berusia delapan belas tahun. Sibuk menyuarakan kalimat manis memuakkan, mendapat respon diacuhkan seakan dilempar ke sudut. Tetap berkulit tebal tanpa malu, masih berceloteh seperti burung gereja.
Laki-laki itu berwajah tampan dan bergaris tegas, mempunyai sedikit aura pemimpin disetiap langkah kakinya. Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin mendadak merasa familiar, pahatan itu memiliki tujuh poin kemiripan dengan seseorang. Alis tebal mengkerut membentuk garis sejajar sebagai tanda risih beserta kilasan jijik terhadap dua gangguan.
Yue Liang Zhi mampu menangkap senyum jahat Xiu Juan, diam-diam mencatat metode pembalasan pada nona muda Klan Xiu. Dia mampu memahami pencetus rumor yang beredar saat ini, meyakini sepasang anjing telah membeberkan hal yang tidak-tidak.
Semua pengamat menajamkan telinga tidak rela meninggalkan percakapan penting dan langka antara dua orang terkenal, berharap akan terjadinya sesuatu.
Mata besar berair menatap pihak pemanggil, “ya, senior mempunyai sesuatu?” Yue Liang Zhi mampu menyimpulkan orang di depannya adalah Liu Canghai.
Liu Canghai tersenyum sangat tipis dan menggeleng, “tidak ada, hanya sekedar menyapa.”
Hanya seperti itu?
Xiu Juan terperangah dan berniat memanasi situasi, tetapi terpukul begitu menyadari keacuhan Liu Canghai yang berjalan melalui arah kiri kelompok lain untuk pergi memilih meja makan.
Orang palsu memiliki citra yang harus dipertahankan. Sementara orang sungguhan, tidak peduli.
Ekor mata Yue Liang Zhi melirik Liu Canghai, ketika sosok itu menghilang berjalan lurus dari belakang tubuhnya, dia masih melirik ke kiri dan mendengarkan gema langkah sepatu sembari memikirkan sesuatu. Lima detik kemudian kembali menatap ke depan, “aku ingin istirahat,” dia lanjut berjalan mendahului semua temannya.
...****************...
Beberapa hari telah berlalu, hari turnamenpun akhirnya tiba. Hari pertama turnamen akan dilakukan acara penyambutan dan penghormatan pada anggota keluarga Kekaisaran Huo, berlanjut perburuan selama dua bulan penuh, satu hari penghitungan jumlah kristal spirit beast dan penghitungan jumlah plakat yang berhasil direbut, dan terakhir pengumuman pemenang sekaligus rangking kultivator muda.
Tempat turnamen berlangsung di hutan timur Kekaisaran Huo. Hutan timur merupakan hutan sebelum perbatasan antara Kekaisaran dengan laut timur, hutan ini ditinggali oleh banyak spirit beast tingkat rendah dan tingkat tengah.
Pingir hutan telah berdiri ribuan tenda berjejer rapih, lautan manusia berdiri berdesakan menyambut kovoi Kaisar Huo.
Barisan terdepan berisi kavaleri berkuda kultivator dengan ranah paling rendah yaitu qi fundation dan paling tinggi telah mencapai golden core dan peluang besar penjaga bayangan telah mencapai nascent soul, kereta kuda megah anggota keluarga Kekaisaran berada ditengah dengan prajurit berbaju besi melindungi di kiri dan kanan, kemudian prajurit yang berjalan kaki berada dibarisan paling belakang. Tapak kaki kuda berbunyi nyaring memberi dorongan batu kerikil untuk bergetar.
Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu berpandangan aktif penuh kebencian tersembunyi. Orang itulah yang telah menghancurkan keluarga mereka, orang itulah yang membunuh orang-orang tersayang mereka, dan orang itulah yang harus mereka bunuh hingga menemui kematian terburuk.
Yue Liang Zhi memikirkan bagaimana cara penggulingan Kaisar Huo Linzi bila menghadapi kebenaran tentang mereka kalah jumlah, kekuatan bawahan lawan telah berada di titik dimana bila 2.000 pasukan Hei Long dan organisasi serigala putih bergabung tetap akan menemui kekalahan, sekalipun menang dipastikan angka korban jiwa dipihak mereka akan amat menyedihkan.
Dia membutuhkan sekutu baru seperti sekte Qinglong, Kaisar Shan dan Dao Ming hao.
Prajurit Kekaisaran Yin akan digunakan sebagai penyerang dari sisi utara, orang-orang Putra Mahkota Dao minghao menjaga di perbatasan lautan lantaran Kekaisaran Dao merupakan Kekaisaran yang berpengaruh besar dan mempunyai julukan "penguasa laut". Dan Kekaisaran Shan, dia akan memberikan bukti kerjasama antara Kaisar Huo yang membantu salah satu penghianat Kaisar Shan untuk melakukan kudeta, membentuk aliansi kerjasama dalam rangka menarik Kaisar Huo Linzi turun tahta.