
Pesta yang semula diprediksi akan berjalan lancar kini telah menjadi bahan gunjingan, Pangeran dan Putri Kerajaan lain berspekulasi bahwa Pangeran Yun Fengyin menyuruh pelayannya untuk membuat keributan. Beberapa dari mereka kontra dengan pendapat tersebut, pasalnya sedari awal acara mereka tidak melihat gerak gerik yang mencurigakan dari rombongan Pangeran Yun Fengyin.
Pangeran Yelu Yun mulai merasa dongkol, dia berpikir bahwa Jiao An menjadi suruhan saudara sepupunya, tapi batinya berbenturan dengan kenyataan bahwa Jiao An adalah salah satu orangnya. Dia akhirnya memutuskan membubarkan pesta, rasa penasaran sunguh bergejolak meluap memenuhi pikirannya.
Begitu Pangeran Yelu Yun bangkit, Yue Liang Zhi segera mengejarnya dengan alasan ingin ikut mengintrogasi Jiao An. Memang niatan anak itu benar, tapi siapa yang tahu pikiran liciknya.
Yue Liang Zhi dan Pangeran Yelu Yun berjalan beriringan, ekspresi datar menghiasi wajah cantik Yue Liang Zhi, sedangkan Yelu Yun memiliki pandangan memuja tampa batas. Di belakang keduanya sudah ada segrombolan prajurit, mereka semua berjalan menuju penjara bawah tanah.
Obor-obor di dinding sebagai penerangan, bunyi tikus bersahutan sudah menjadi hal wajar. “Pangeran berhenti dulu,” Yue Liang Zhi menghentikan langkah saat akan menginjak kubangan lumpur, “aku memiliki cara agar Jiao An mau mengakui kesalahannya.”
“Cara yang seperti apa?” Pangeran Yelu Yun menunduk sembari menatap wajah cantik alami tanpa polesan.
“Serahkan saja padaku, aku hanya meminta kalian agar menunggu di suatu tempat. Pastikan jangan terlalu jauh, kalian nanti bisa mendengar pengakuan Jiao An.”
Prajurit Kerajaan Yun timur menggeram kesal, berpikir bahwa anak kecil model seperti apa yang berani memerintah mereka seenaknya. Pikiran itu sirna bak terbawa arus gelombang tatangkala Pangeran Yelu Yun mengangguk, “kami akan menunggu, pastikan jangan terlalu lama.”
Rahang prajurit mengaga lebar, bahkan mungkin akan jatuh jika tidak memiliki sendi temporomandibular[1]. Pesona Yue Liang Zhi dalam menaklukan lawan telah meningkat pesat!
Sosok Yue Liang Zhi berjalan ringan seperti tertiup angin, langkah kakinya tidak menimbulkan jejak suara. Begitu membuka pintu besi, Jiao An segera menatap sengit, “kenapa kau di sini? Ingin menertawaiku, ha?”
Yue Liang Zhi masih menutup rapat bibirnya, dia menggeleng ringan melihat keangkuhan Jiao An, “kenapa kau membenciku? Karena keperdulian Pangeran Yun Fengyin?”
Rantai pengikat kedua tangan Jiao An bergetar, “cih... Untuk apa aku iri.”
“Oh, kau tidak iri rupanya,” Yue Liang Zhi berjalan memutari tubuh Jiao An, “taukah kamu bahwa Pangeran Yun Fengyin sangat lebut dan baik hati? Dia bahkan sangat menyayangi aku dan kedua kakaku, selama menjadi pelayan, Pangeran selalu membandingkan dirimu dengan kami. Kau bekerja keras sehingga menyentuh hatinya, dia bahkan berniat membebaskan setatus pelayanmu.”
Jiao An mendengarkan dengan cermat, 'Pangeran Yun Fengyin menyukaiku?' Detik berikutnya, dia segera membuang pikiran busuk dan matanya menatap tajam ke arah Yue Liang Zhi, “kau j*lang yang suka berbohong!”
Anak itu mengabaikan makian Jiao An, “aku lihat Pangeran Yelu Yun sedikit perduli padamu,” Yue Liang Zhi semakin memancing bara api.
“Tentu, aku adalah wanitanya,” Jiao An semakin sombong dan menaikkan dagunya.
Yue Liang Zhi berdecak jijik, mudah sekali Jiao An mengakui kemurahan tubuhnya, “yah, itu sayang sekali... Pangeran Yun Fengyin akan segera memberikan surat setatus pelayanmu, tapi sepertinya kau sangat menyukai Pangeran Yelu Yun,” dia memasang wajah penuh rasa simpati, “kau mengaku sebagai wanita Pangeran Yun timur, tapi apakah dia pernah memberikan apa yang kau inginkan?”
Benar, apa yang telah Pangeran Yelu Yun berikan...
“Aku bersedia membelamu saat menghadapi Pangeran Yun Fengyin, asalkan sekarang kau harus mengakui perasaanmu.”
Jiao An mulai memantapkan hatinya, “aku... Aku menyukai Pangeran Yun Fengyin.”
Memancing kebodohan Jiao An sama mudahnya seperti memancing ikan, Yue Liang Zhi tersenyum lebar dengan menampakkan deretan gigi putihnya, “ck... Ck.. Ck...,” dia berdecak sambil meletakkan kedua tangan di pinggang, “wanita Pangeran telah mengakui bahwa dirinya bersalah.”
Pangeran Yelu Yun menggeram, ekspersi wajahnya seperti seseorang yang tengah memakan apel busuk. Harga dirinya seperti direndahkan, bagaimana bisa dia menerima seorang wanita yang pernah ditidurinya mengaku lebih menyukai laki-laki lain. Kemurkaan terpapang jelas, langkah kakinya berat menimbulkan efek berdebar di hati Jiao An.
Mata Jiao an melirik keduanya dengan ketidak percayaan, “ini tidak seperti yang Pangeran pikirkan, anak ini telah membohongiku,” dia meronta-ronta seolah tidak terima, “dia sangat murahan!”
“.....”
“.........” Pangeran Yelu Yun menarik pedang dari sarungnya, bunyi gesekan menjadi tanda bahaya bagi Jiao An.
Kegugupan tak berujung telah melanda semua pergerakan Jiao An, rantai berdering membuat suasana menjadi bising, “Liang Zhi, kau harus berbicara yang sebenarnya. Kau berkata bahwa Pangeran Yun Fengyin yang menyukaiku, ingin membaskanku dan kau juga akan berbicara untukku.”
Kedua alis Yue Liang Zhi terangkat selaras, kepalanya mengangguk ringan, “kau wanita buruk! Aku hanya bicara kalau kau telah menyentuh hati Pangeran Yun Fengyin, bertanya apa saja yang telah diberikan oleh Pangeran Yelu Yun dan aku bertanya tentang perasaanmu saja!” Skakmat, ekspresi Jiao An kini berubah pias, “kami semua mendengar pengakuanmu... Kau menyukai Pangeran Yun barat, mungkin dia tidak menyuruhmu mengacau dipesta ulang tahun, tapi bisa saja kau secara suka rela melakukan hal tersebut.”
Jiao An mengeleng cepat, dorongan kemurkaan dan kekecewaan membuat Pangeran Yelu Yun menghunuskan pedang ke dadanya. Dia menatap tidak percaya, kedua bola matanya melotot sempurna, rasa perih di dadanya merambat hingga ke seluruh bagian organ-organ tertentu. Rasa asin dan manis tersangkut di tenggorokannya, dia memuntahkan seteguk darah segar. Fitalitas tubuhnya perlahan menurun, itu beririgan dengan nyawanya yang sedang tercabut.
Yue Liang Zhi tersenyum devil, qi mengalir di telapak tangannya, mata cantik menggoda bergerak selaras dengan sapuan tangan. Prajurit terlempar mundur hingga ke luar, pintu besi tertutup bebarengan dengan benda bulat yang mengeluarkan asap, itu adalah asap bius. Pangeran Yelu Yun terpaku di tempat tanpa memiliki reaksi, Yue Liang Zhi menerbitkan senyum centil, “terimakasih karena Pangeran sudah meringankan bebanku,” dia menjentikkan jempol dengan jari tengah, mulai terdengar bunyi gedebuk sebagai tanda prajurit telah kehilangan kesadaran.
Ketiga bayangan berjalan memasuki penjara bawah tanah, mereka menatap prajurit yang tergeletak seperti sampah. Pangeran Yun Fengyin mendorong pintu besi, Bai Yun dan Lei Hu menarik paksa tubuh prajurit yang menghalangi jalan.
Pangeran Yun Fengyin tersenyum mengangguk ke arah Yue Liang Zhi, melihat itu, Pangeran Yelu Yun memiliki keheranan, bukankah sepupu dan pelayannya telah meninggalkan istana Kerajaan Yun timur?
.
.
[1]Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bagian bawah (mandibula) ke tengkorak.