
Semua orang di kelompok 7 memiliki pandangan mencibir, mereka membanggakan diri sendiri sambil mengejek tangan putih kecil Yue Liang Zhi.
Anak itu terlalu sombong!
Sekitar sepuluh kultivator menyerang Yue Liang Zhi, anak itu dengan senang hati berlari mendekati lawan. Kakinya melompat hingga menapaki perut salah satu kultivator, tubuhnya terpantul ke atas dan lututnya mengenai pundak seseorang. Sekali menembak, dia telah mengugurkan dua kultivator. Semua orang di kelompok 7 memiliki rasa krisis, rupanya kesombongan anak itu memang sudah sesuai porsinya.
Pangeran Yun Fengyin memegang erat pedangnya, tangan kanan menebas tatangkala seorang kultivator mendekat ke arahnya. Dia membungkuk sambil berputar menghindari mata pedang lawan, tubuhnya kembali berdiri tegas sembari menghunuskan pedang. Percikan bunga api muncul di area pedang yang sedang bergesekan, kedua lawan saling mundur dua langkah. Pangeran Yun Fengyin melakukan gerakan memutar pedang, tingkat qi fundation tengah level 1 memberikan tekanan, dia mengarahkan mata pedang ke langit, “jurus tebasan angin.”
Gelombang angin menyapu pandangan, lawan Pangeran Yun Fengyin dan dua orang kultivator menabrak pelindung pemisah antar kelompok. Merasakan serangan tiba-tiba, tiga kultivator hanya mampu menunjuk ke arahnya dengan seteguk darah yang keluar dari mulut. Menurut penonton, itu sudah termasuk agresif.
Mata Pangeran Yun Fengyin melirik para tamu undangan, Kaisar Huo Linzi memang mengundang para Raja dan Pangeran seluruh Kerajaan di bawah naungannya. Terlihat Raja Kangjian Yun duduk di kursi roda sedang nemberikan senyum penyemangat, detik berikutnya dia kembali fokus menangkis serangan.
Berbalik ke sisi Yue Liang Zhi, kultivator yang semula mengejarnya seperti mengejar ayam siap sembelih kini memutar jalur, mereka memilih menyerang satu sama lain dan mengabaikannya. Dia mengedarkan pandangan melirik semua orang, “Fengyin gege masih aman,” ucapnya lirih, dia tiba-tiba memiliki hantu di kepalanya. Dari pada menonton kultivator yang berduel dengan efek mendramasilir, kenapa dia tidak ikut menambahkan bubu. Kedua tangan kecilnya mengepal, langkahnya mendekati dua pasang kultivator. Pukulan mantap melayang mengenai salah satu dari dua pasangan tersebut, suara seperti menabrak dinding kembali terjadi.
Penonton sudah merasa gerakan Pangeran Yun Fengyin sangat agresif, kini mereka harus merubah pandangan karena Yue Liang Zhi bahkan lebih galak.
Bangku perwakilan murid sekte terlihat sangat serius, senior Shu Ming tak henti-hentinya menatap tubuh Chen Bai Mo sambil merapalkan mantra pembungkam, dia memang telah mempelajari ini saat pertukaran murid. Mempraktekannya pada tuan muda kalan Chen memang tidak buruk, terlebih tuan muda itu pasti akan berkomentar tentang penampilan Yue Liang Zhi. Dia sudah tahu tentang perjalanan juniornya, untuk kesialan Chen Bai Mo saat ini, dia merasa itu pantas dilakukan.
Chen Bai Mo memelototkan kedua bola matanya, gumaman dari mulutnya dibarengi degan gerakan tangannya seperti meminta tolong. Murid sekte lain memilih diam membisu, pura-pura mengamati dengan serius ujian masuk para calon junior.
Siku Yue Liang Zhi menghantam rahang seseorang, bunyi retakan sampai ke telinga para penonton, tanggapan 'ooww...,' serentak terlontar dari mulut penonton. Merasa masih ada sekitar 13 kultivator yang harus gugur, dia berlari cepat menyingkirkan kultivator yang memiliki tingkat kultivasi rendah. Tubuhnya bersalto dan melayang di udara, dia melompati tubuh Pangeran Yun Fengyin yang sedang membungkuk.
Lawan Pangeran Yun barat terpukul mundur, dua pelaku penyerangan saling memberi kode dalam diam. Enam kultivator mengepung Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin, kedua tangan orang berbeda gender saling bertautan. Tubuh Yue Liang Zhi melayang berputar dengan tangan yang masih berpegangan, kakinya berputar menendang mundur lima kuktivator sekaligus. Kaki Yue Liang Zhi menapak tanah, tubuhnya miring hampir menyentuh tanah dan maju seperti memiliki roda. Pangeran Yun Fengyin melompati tubuh anak itu, gerakan keduanya saling berlawanan arah. Yue Liang Zhi mendang tulang kering lawan, sementara Pangeran Yun Fengyin menendang wajah lawan.
Semua orang berdecak kagum, mereka berangapan bahwa kolaborasi serangan keduanya sangat mumpuni untuk menumbangkan lawan.
“Kalian bertiga bereskan sisanya,” ucap Yue Liang Zhi memerintah dua orang tingkat qi condensation puncak level 3 dan satu qi fundation awal level 1.
Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin beristirahat di pojokan, keduanya asik mengamati pertarungan kelompok 8. Pangeran Yun Fengyin beberapa kali mengoreksi gerankan Bai Yun dan Lei Hu, orang di sampingnya juga mengangguk sambil memberikan solusi pelatihan yang tepat. Tengah melipat kedua tangan dengan santai, tiba-tiba salah satu kultivator terlempar ke arah Yue Liang Zhi. Anak itu menyiapkan kaki menendang tubuh kultivator ke tempat semula, bunyi gedebuk menandakan orang yang terkapar tanpa perlawanan.
“...” Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin melirik jumlah kultivator yang tersisa.
“......” Penonton diam.
Oh, kelompok lain saja baru menyisakan sekitar 15-20 orang. Pertandingan di kelompok ini berakhir terlalu cepat!
Kaisar Huo Linzi memeliki pandangan yang sulit diartikan, tangannya melambai ke depan dan ke belakang seperti kode agar Kasim mendekat ke arahnya, “siapa anak kecil yang bertarung dengan tangan kosong?”
“Bawahan menjawab Kaisar, anak itu dan dua perempuan di kelompok 8 adalah orang dari daerah rampasan Kerajaan Lei. Yue Liang Zhi paling muda, dia pelayan yang telah menerima kopensasi atas tuduhan membuh kepala pelayan kediaman angrek putih,” Kasim Zixin melakukan kowtow[1].
Kepala Kaisar Huo mengangguk mengerti, “jika ketiganya lolos ujian, maka akan melepaskan status pelayannya. Mereka semua tidak normal!” Dia menatap Putri Mahkota Huo Chyou yang tengah memelintir hanfu geram, matanya teralihkan pada tubuh Pangeran Yun Fengyin.
Sudah banyak orang tahu tentang perasaan Putri Mahkota Huo pada Pangeran Yun barat, Kaisar sendiri sudah puluhan kali mewanti-wanti agar putrinya mrnjauhi Pangeran Yun Fengyin. Tapi, setelah mengetahui bahwa Kerajaan Yun barat telah menguasai ekonomi, dia berpikir sepertinya bagus membiarkan putrinya mendekati pangeran itu. Terlebih lagi, masa depan Pangeran Yun Fengyin terlihat sangat cerah dan akan menjadi pemimpin masa depan organisasi serigala putih.
“Betul Kaisar, tidak ada orang normal di sekitar Pangeran Yun Fengyi,” sang Kasim tidak berani mengangkat pandangan.
Tangan kanan Kaisar Huo mengangkat cawan anggur, dia menyesapnya perlahan, “biarkan Chyou mendekati Pangeran Yun barat... Karena tidak bisa menaklukannya dengan kedudukan, kita hanya bisa menaklukan dengan pernikahan.”
Pangeran Yelu Yun yang memiliki tempat duduk di bawah Kaisar Huo dapat mendengar percakapan bak petir menyambar di siang bolong, bulu kuduknya bahkan sampai berdiri seperti kucing yang sedang terkejut. Dia berpikir sepertinya kegilaan Kaisar Huo tidak dapat diobati, hanya bisa menyalakan lilin untuk mengenang kegilaan pria tersebut.
.
.
[1] Kowtow: tindakan penghormatan mendalam yang ditunjukkan dengan sujud, ini merupakan tanda penghormatan tertinggi dalam budaya Tionghoa dengan melibatkan berlutut dan membungkuk sangat rendah sehingga kepala seseorang menyentuh tanah. Orang yang bersujud juga dapat membenturkan kepalanya berulang kali ke tanah (sampai cedera), terutama ketika mereka dengan putus asa memohon sesuatu atau ingin menunjukkan ketulusan terdalam mereka.