The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter LXVIII]



Sosok berbaju hitam dengan zhaoshan merah berkibar tertiup angin malam, wajah datar sedatar papan kayu menghiasi ekspresi wajah cantiknya, sorot matanya tajam dan galak mengundang siapapun untuk menatap ke arahnya, dia membungkuk ke depan tatangkala berpapasan dengan Yelu Yun.


Pegeran Yelu Yun tersenyum dengan penuh kemesuman, “Liang Zhi.”


Sang empu yang dipanggil hanya acuh lalu menengokkan kepala saat Bai Yun memanggil dari kejauhan sambil mengangkat tangan melambai, Yue Liang Zhi mengabaikan Pangeran Yelu Yun dan bergegas menuju rombongan yang seharusnya.


Senyum di sudut bibir Pangeran Yelu Yun mulai menurun, wajahya terlihat kaku, “...”


Setelah mengabaikan Pangeran Yelu Yun, Yue Liang Zhi kini menarik perhatian para Pangeran dan Putri. Terlebih saat dia mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin, siapapun dapat melihat dengan lebih jelas fitur sehalus giok, pipi lemak susu, mata besar menggoda dengan iris hitam legam, hidung mancung yang mungil, bibir sempurna dengan warna alami dan kulit putih kemerah-merahan. Dia berjalan anggun dengan dibumbui ketegasan, langkahnya berhenti lalu berdiri di samping Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu.


Bai Yun menatap adiknya, 'kenapa menjadi lebih datar?' Siapun mengakui bahwa Yue Liang Zhi di hari biasa tampak datar dan kaku, hanya akan hangat terhadap orang-orang yang menurutnya pantas mendapat perhatiannya, tapi kenapa hari ini dia bahkan tidak memiliki ekspresi sedikitpun?


Pangeran Yun Fengyin menatap wajar karena sudah mengetahui kegunaan pil wèizhuāng, dia berpikir mungkin saja Yue Liang Zhi yang ada bersamanya saat ini bukanlan Yue Liang Zhi yang sebenarnya.


Disisi lain, Yue Liang Zhi yang asli kini tengah berlari hanya dengan menyisakan bayangan singkat. Berlari, berbelok, lurus, berbelok lagi dan belari terus. Tubuhnya menjadi lebih tinggi, wajah cantiknya berubah menjadi wajah Jiao An. Gerakannya cepat dan akurat menghindari prajurit, dari kejauhan dia dapat melihat pintu kediaman yang ingin dia tuju dan semakin berlari lebih cepat dari sebelumnya.


Yue Liang Zhi melompat melalui jendela, dia sebelumnya telah meghafal kediaman-kediaman yang ada di Kerajaan Yun timur yang menjadikannya tidak perlu memakan banyak watu untuk sampai di Kediaman Raja Yun Yong. Dia bersembunyi dari balik tirai, kakinya berhenti melangkah saat merasakan bahwa bukan hanya dirinya saja yang ada di dalam kediaman ini.


“Apa ada informasi dari Shan Ruo Lian?” Tanya Raja Yun Yong sembari membakar kertas, Yue Luang Zhi yakin itu adalah surat dari seseorang.


Seorang pria berbaju hitam membungkuk, “ampun Raja... Pangeran Shan Ruo Lian tidak bergerak untuk akhir-akhir ini.”


Raja Yun Yong mengangguk, “ya, itu baik... Setidaknya Kaisar Shan belum mengetahui perbuatannya,” dia menghela napas sambil menepuk kedua tangan. “Putraku sedang melakukakan pesta ulang tahun, aku harus menjadi tuan rumah yang baik. Hari ini sangat ramai hingga memungkinkan penyusup memasuki Istana, yang paling utama adalah awasi terus gerak gerik Yun Fengyin.”


Pria berbaju hitam meninggalkan ruangan untuk melaksanakan tugas. Raja Yun Yong juga akan segera melangkah keluar, tapi dia membenarkan beberapa buku di mejanya terlebih dahulu.


Merasa sudah tidak ada orang lain lagi, Yue Liang Zhi mulai menyibak tirai dan berjalan menampakkan tubuh. Dia bisa memprediksi bahwa ruangan ini adalah ruang kerja, “Qiao Qiao, dia menyembunyikan sesuatu di sini, kan?”


Qiao Qiao mengangguk membenarkan, [Raja Yun Yong sepertinya tidak sesederhana yang kita lihat.]


Yue Liang Zhi memutar tubuh mengamati ruangan itu, tangannya membuka-buka seluruh barang baik buku, kertas, laci dan lainnya. “Tidak ada bukti-bukti kerjasama antara dia dan Kaisar Huo.”


Otak Yue Liang Zhi bekerja cepat, dia mempraktekan semua gerakan saat Raja Yun Yong ketika akan pergi. Jika seseorang merapihkan sesuatu hanya ada dua kemungkinan, kesatu adalah barang tersebut berantakan, kedua adalah barang tersebut memiliki sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh orang lain...


Tunggu!


Raja Yun Yong merapihkan buku yang memang dalam kondisi rapih, [sentuh buku itu, aku memindai ada sesuatu di sana,] pinta Qiao Qiao.


“Aku tahu,” Yue Liang Zhi menyentuh buku dan bahkan menggesernya, detik berikutnya terdengar suara gemuruh di lantai. Tanpa kata lebih lanjut, dia segera menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Terlihat tangga yang menghubungkan dari lantai ke suatu tempat, Yue Liang Zhi mulai melangkahkan kaki menuruni tangga. Cahaya penerangan terlalu mini, dia akhirnya mengeluarkan api dari tanagan kirinya. Langkah demi langkah memberikan efek suara ringan, dia mendongak tatangkala lantai kembali tertutup.


Puluhan anak panah melesat, Yue Liang Zhi segera melomat cepat. Kakinya menapak di dinding lalu mendorong dan otomatis membuatnya bersalto kebelakang, begitu kedua kakinya kembali menapak, dia segera berputar kekiri. “Rupanya ruang bawah tanah menggunakan sedikit formasi feng shui,” tubuhnya masih berputar menghindari anak panah, “harus mencari pintu mujur.”


[Xiu arah barat,] Qiao Qiao melihat arah.


“Dimana?”


Qiao Qiao menepuk jidatnya, [arah kananmu!]


Yue Liang Zhi berlari sesuai arahan, dia memang pintar dalam hal stategi apalagi strategi perang, tapi dia memiliki kelemahan yaitu formasi feng shui. Sudah puluhan kali dia mempelajarinya, dia sampai bosan karena tidak paham! Menurutnya itu tidak perlu terlalu dipaksakan, asalkan ada Qiao Qiao formasi feng shui manapun pasti dapat dipecahkan.


Begitu keluar dari bahaya, Yue Liang Zhi kini disuguhkan pemandangan ruang kerja dengan kertas-kertas yang bertumpuk rapih. Kakinya melangkah mendekat, jemarinya berpencar membuka lembaran kertas. Dia menerbitkan senyum licik, ternyata yang dia temukan adalah bukti-bukti kerjasama Raja Yun Yong dengan Kaisar Huo Linzi, dia bahkan menemukan bukti penyerangan Kaisar Huo terhadap Kekaisaran Shan.


Ini seperti mendapat jackpot.


Jari tangan Yue Liang Zhi masih berpencar dan bergerak bebas, dia berhenti saat merasakan bahwa ada orang lain di sebrang ruangan, orang itu bukanlah seorang kultivator. Dia kemudian menunjukkan sikap acuh sambil mengamati kertas, setelah yakin bahwa tidak ada lagi yang penting, dia akhirya memutuskan untuk pergi ke samping ruangan itu.


Terlihat seorang wanita tengah duduk di atas kasur, jika diamati dari dekat akan terlihat rantai yang melilit kedua kakinya.


“Raja Yin Yong, tolong lepaskan aku...,” lirihnya masih menundukkan kepala, “aku tidak akan memberi—” dia mengangkat kepalanya perlahan.


“Memberi?” Yue Liang Zhi menaikkan alis kirinya, dia menatap datar wanita berumur empat puluh tiga tahun di depannya.


Perempuan itu memiliki keterkejutan di wajah, “siapa kau?”


“Bukan siapa-siapa,” jawab Yue Liang Zhi membalikkan badan berniat meninggalkan, “aku hanya numpang lewat.”


“Tunggu! Jangan pergi meninggalkan aku, tolong bawa aku bersamamu,” cegah wanita itu sambil mengulurkan kedua tangan.


Yue Liang Zhi tersenyum miring dengan posisi badan yang masih memunggungi, sesuai dugaan bawa wanita ini akan segera mencegahnya, “kenapa mengatur? Aku pergi atau tidak itu terserahku.”


“Aku mohon...”


Sosok Yue Liang Zhi yang masih menyamar sebagai Jiao An mulai membalikkan tubuh, “tidak sopan meminta bantuan tanpa memberitahu siapa nama orang yang ingin meminta bantuan,” pancingnya agar wanita itu segera memperkenalkan diri.


Wanita itu memiliki ekspresi ragu-ragu, “Jia Yu Zhuo, ibu kandung Pangeran Yelu Yun.”


Yue Liang Zhi tersedak air liurnya sendiri, bahkan terbatuk sambil mengusap dada. Dia berpikir jika Jia Yu Zhuo tahu tentang semua yang dilakukan putranya di alam bawah, jengkel sampai ke titik dimana melompat keluar dari peti matinya dan tersesat di sini.