
Prajurit melepaskan cekalan pada lengan Yue Liang Zhi dan membuatnya jatuh dengan posisi berlutut. Lutut yang membentur tanah mengeluarkan bunyi gedebuk nyaring, kepalanya menunduk mengamati deretan rumput hijau yang tertunduk lemas karena telah terinjak sepatu bot prajurit. Kelopak dan bulu matanya bergetar ringan bak sayap kupu-kupu saat dia mendongakkan kepala, menatap langsung pada wajah sombong Pangeran Yelu Yun.
Pangeran Yelu Yun tersentak melihat wajah kecil dengan kecantikan yang mampu meruntuhkan kota dan mampu menghancurkan Kekaisaran, dia bersumpah dapat melihat bayangan bulu mata yang bergetar menampakkan mata bulat indah seperti anak kucing. Dia linglung sambil menelan air liur, mimik dan gesturnya menyiratkan obsesi.
Tidak lama, terdengar suara langkah kaki kecil yang mendekat sambil memanggil lirih, “Yue Liang Zhi!” Bai Yun tidak menangkap keanehan pada Yelu Yun, dia mengabaikan situasi dan kondisi saat ini.
Melihat adanya dua Pangeran di Istana Yun barat, Yue Liang Zhi segera berdiri dan membungkukkan tubuh, “hormat hamba Pangeran Yun Fengyin...”
“Hormat hamba Pangeran Yelu Yun,” Imbuh Bai Yun dan Lei Hu. Mereka bertiga melakukan hormat secara bersamaan, bedanya, Yue Liang Zhi tidak membungkuk kearah Pangeran Yelu Yun.
Merasa anak kecil itu menyepelekannya, Pangeran Yelu Yun segera naik pitam, “lancang!!! Berani kalian tidak bersujud, apalagi kau—” dia menunjuk kearah Yue Liang Zhi, “kau sama sekali tidak menghormatiku!!!”
Yue Liang Zhi hanya memasang wajah polos. Entah disengaja ataupun tidak, ekspresi wajah yang dia tunjukkan justru membuat kemarahan Pangeran Yelu Yun sedikit mereda, “maaf Pangeran, bukannya pelayan ini tidak menghormati Pangeran. Namun, hamba memiliki prinsip sendiri. Hamba hanya akan membungkukkan tubuh kearah junjugan saja, yaitu Pangeran Yun Fengyin.” Mendengar jawaban darinya, Pangeran Yelu Yun segara menampilkan ekspresi buruk, “sementara untuk Pangeran Yelu Yun, bukankah hamba tadi sudah mengangkat sedikit hanfu hamba?”
Jawaban itu sukses membuat Pangeran Yelu Yun gila, memang betul hal tersebut sudah termasuk hormat. Tapi hormat seperti itu hanya ditunjukkan oleh seorang Putri terhadap Pangeran, namun, apa ini? Anak itu hanya seorang pelayan!
Dia merasa harga dirinya telah terperosok hingga ke dasar nagrai, “kamu!!!”
“Pangeran Yelu Yun, kau ke sini bukan untuk mediskriminasi[1] pelayan Kerajaan Yun barat bukan?” Pangeran Yun Fengyin segera mengingatkan Pangeran Yelu Yun tentang tujuannya kemari.
^^^[1] Diskriminasi adalah membeda-bedakan ras satu dan ras lainnya, ras yang yang satu diagungkan, sedangkan ras yang lainnya ditindas.^^^
Itu adalah tamparan yang sangat cepat!
Pangeran Yun Yelun segera menatap sengit, seperti memakan apel mentah, mau tidak mau dia hanya bisa menelan kembali kemarahannya. “Pelayan ini melapor tentang menghilangnya kepala pelayan kediaman anggerk putih,” dia menunjuk pelayan yang sedang bersujud ketakutan, “dan dia menyaksikan kau membunuhnya.”
Yue Liang Zhi mengalihkan pandangannya, dia menangkap sosok pelayan wanita yang tengah menampilkan wajah ketakutan. Dia ingat dengan jelas, wanita itu pernah melesatkan jarum beracun saat dia tengah bertarung dengan Jiao An. Sekarang, penampilan pelayan itu seperti terkena serangan mental.
Diam-diam Qiao Qiao meringis miris, [Liang Zhi, kau membunuh dan menyiksa pelayan Yenny, tapi kenapa dia yang terlihat seperti telah menerima siksaan darimu?]
Setelah mendengar ucapan Qiao Qao, Yue Liang Zhi segera tersenyum samar, “kau melihatku membunuh seseorang?”
“...” Pelayan wanita yang ditanya hanya tertunduk sambil memandang kosong tanah liat di depannya.
“Jawab!!!”
“......”
Merasa diabaikan, Yue Liang Zhi segera mendekat dan mesejajarkan tubuhnya dengan pelayan itu, “kau melihat aku membunuh seseorang?”
Sekarang tampilan Yue Liang Zhi bagaikan air kolam yang pelayan wanita itu tunjuk, sangat tenang tanpa riak air dan gelombang fluktuasi emosi. Dia memberikan kalimat sanggahan, “bagaimana aku bisa membunuhnya?” Lalu menunjukkan kedua tangan kecilnya, “aku ini masih sangat kecil, mana mungkin aku bisa membunuhnya. Atau jangan-jangan, kau berbohong?”
Praktis. Dengan bukti tangan kecil Yue Liang Zhi, semua orang segera menyadari sesuatu. Sadar akan perubahan wajah setiap orang, pelayan itu segera membantahnya, “bohong!!! Aku jelas-jelas melihatnya,” tanpa pikir panjang, pelayan wanita segera bersujud membenturkan kepalanya berulang kali, “mohon keadilan dari para Pangeran, pelayan Yue telah membunuh kepala pelayan Yenny.”
Pangeran Yelu Yun mengerutkan kening, dia mulai bimbang akan langkah yang akan diambil, jika salah langkah, Kaisar Huo pasti akan turun tangan. Dalam hati, Pangeran Yelu Yun sangat ingin Yue Liang Zhi mendapatkan hukuman, namun berbeda dengan isi kepalanya. Dia berpikir mungkinkah anak bertubuh kecil dan rapuh dapat membunuh orang dewasa?
Pikiran itu terhenti saat Bai Yun membuka mulut untuk membela adiknya, “kau berkata Yue'er adalah pembunuh dan memohon kedisiplinan untuknya? Bagaimana jika setelah Yue'er dihukum, namun ternyata kau yang sebenarnya telah berbohong!!”
Pikiran Pangeran Yun Yelun semakin tidak karuan, 'ini... Bulankah dia berasal dari daerah rampasan? Adik? Anak kecil berwajah cantik itu adiknya, ah, bukankah dia memanggil namanya Yue Liang Zhi?'
“Buktikan...,” Cletuk Yue Liang Zhi dan itu sukses menjadikanya sebagai pusat perhatian, “buktikan jika aku memang benar-benar membunuhnya.” Dia segera menatap Pangeran Yun Fengyin, “kenapa tidak menguras saja air kolam itu? Bukankah sudah jelas, jika air dalam kolam itu kosong, kita akan mudah menemukan mayat kepala pelayan kediaman anggrek putih?”
Pangeran Yun Fengyin tersenyum cerah dan mengangguk mantap, dia segera mengerahkan para prajurit tak terkecuali prajurit Kaisar Huo Linzi, masing-masing prajurit segera membawa ember besar di kedua tangan. Seperti mendapat perintah konyol, namun mereka hanya bisa melaksanakan perintah tanpa bisa mengeluh. Suasana pinggir kolam kian ramai, prajurit saling bahu membahu mengangkat ember besar.
Masing-masing bersumpah dalam diam bahwa mereka tidak akan menceritakan proses pengurasan kolam pada teman prajurit di kamp militer.
Ayolah! Tangan mereka terbiasa untuk berperang dan mengayunkan pedang, sekarang mereka diminta untuk menimba air. Kenapa tidak sekalian meminta mereka mengiris leher sendiri?
“Kalian—” Pangeran Yelu Yun tidak dapat berkutik, dia benar-benar merasa seperti dipojokkan oleh Pangeran Yun Fengyin. Dan sekarang, dia melihat replika saudara sepupunya dalam diri Yue Liang Zhi. Bukankah ini lelucon? Mengadapi satu Yun Fengyin saja sudah susah, apalagi dua, bahkan pikirannya anak kecil itu terlihat lebih menakutkan.
Sadar akan pandangan Pangeran Yelu Yun, Yue Liang Zhi segera tersenyum manis.
Tepat dan akurat!
Paneran Yelu Yun segera merasakan sesak di dadanya.
Melihat reaksi berlebihan dari Pangeran Yun timur, Yue Liang Zhi memunculkan smirk licik merasakan umpan telah dimakan.
Diam-diam Pangeran Yun Fengyin tertawa keras dalam hati, dia benar-benar kagum akan jalan pikiran Yue Liang Zhi. Rencana agar Pangeran Yelu Yun menyukai diantara ketiga perempuan itu berjalan dengan lancar, bahkan tanpa hambatan. Besar kemungkinan Bai Yun dan Lei Hu tidak menyadari pencapaian besar Yue Liang Zhi.
“Ini akan berlangsung lama, kolam itu sangat besar dan aku tidak ingin berfokus pada kolam itu saja! Masih banyak kegiatan yang harus aku lakukan,” Dia menguap sembari membalikan badan, “pelayan Yue, Bai dan Lei... Ikut aku, kalian harus melayani keperluanku sekarang!” Sadar akan ada hal yang terlewat, dia segera menengokkan kepala kearah Pangeran Yelu Yun dan tersenyum miring, “pelayan Yue adalah pelayan pribadiku, kau tidak perlu kawatir jika pelan kecilku ini akan kabur dari pengawasanmu.”
Pangeran Yelu Yun membuka sedikit mulutnya, matanya tetap terpaku pada ke empatnya, dia baru mengalihkan tatapan sampai mereka menghilang dari jangkauan. Dia memunculkan obsesi dan ambisi akan rencana agar Yue Liang Zhi berada dipihaknya. Niatnya teralihkan saat melihat pelayan wanita berpakaian kotor dengan noda tanah liat, “menyingkir dari pandanganku,” ucapnya sambil menendang udara kosong.
“...” Pelayan itu merasa jika Pangeran Yelu Yun mengusirnya seperti mengusir kucing.