
Kamipun kembali menuju ballroom. Begitu pintu di buka, semua tamu undangan bertepuk tangan. Aku bingung. Karena mereka semua menatap ke arah kami. Seolah bertepuk tangan untuk kami berdua. Namun Coco mengulurkan tangannya untukku sambil tersenyum. Kami berjalan bersama.
Baru kutahu ternyata di antara para undangan, ada orangtuku di sana, beberapa sanak keluargaku. Anti, kak Ilham, Dedi dan Daniel juga ada di sana. Bahkan Dila dan Aldi juga ada di sana. Ternyata acara hari ini juga diperuntukkan untukku dan Coco.
Dia menggenggam tanganku dan mengajakku berdiri di panggung. Bersama dokter Caroline dan kak Rafael. Kakak kedua Coco.
“Para tamu undangan sekalian, terimakasih sudah menghadiri pesta pertunangan Caroline dan Rafael kakakku. Dan kini di hadapan kalian semua yang ada di sini, aku ingin mengumumkan berita bahagia yang kedua yaitu pertunanganku dengan gadis yang sangat kucintai, Vivi”
Semua tamu undangan kembali bertepuk tangan.
“Dialah Vivi. Viviane Mikaylafayza Putri. Gadis yang sangat kucintai sejak SMA dulu. Kami pernah dipisahkan oleh keadaan selama hampir enam tahun lamanya. Dan selama itu, aku terus mencari keberadaannya”
Coco mengucapkan semua itu dengan tatapan matanya terus ke arahku. Dia juga terus menggenggam tanganku. Membuatku sangat terharu dan juga bahagia.
“Aku sangat mencintaimu Vi..Tak pernah seharipun aku lalui tanpa mengingatmu. Mengingat cinta kita. Karena kaulah wanita yang sangat kucintai. I really love you with all my heart. You are the love of my life. I promise you that I will always love you”
Kata-kata cintanya padaku membuat air mataku sekali lagi mengalir. Namun kali ini air mata bahagia. Malam itu, dia menyanyikan sebuah lagu untukku. Beautiful in White milik Westlife.
Not sure if you know this
Aku tak yakin kau tahu ini
But when we first met
Namun sejak pertama kita bertemu
I got so nervous I couldn't speak
Aku merasa begitu gugup, aku tak bisa berucap
In that very moments
Pada saat itu juga
I found the one and
Aku menemukan seseorang dan
My life had found its missing piece
Hidupku menjadi lengkap
So as long as I live I love you
Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu
Will have and hold you
Aku akan memiliki dan memelukmu
You look so beautiful in white
Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih
And from now 'til my very last breath
Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku
This day I'll cherish
Hari ini akan selalu kuingat
You look so beautiful in white
Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih
Tonight
Malam ini
What we have is timeless
Apa yang kita miliki abadi
My love is endless
Cintaku tak ada habisnya
And with this ring I
Dan dengan cincin ini aku
Say to the world
Katakan pada dunia
You're my every reason
Kau adalah alasanku
You're all that I believe in
Hanya kau yang aku percaya
With all my heart I mean every word
Dengan sepenuh hati aku bersungguh-sungguh
And if a daughter is what our future holds
Dan jika nanti kita memiliki seorang putri
I hope she has your eyes
Semoga matanya indah seperti matamu
Finds love like you and I did
Menemukan cinta seperti kau dan aku
Yeah, and if she falls in love, we'll let her go
Yeah, dan jika dia jatuh cinta, kita akan melepasnya
I'll walk her down the aisle
Aku akan berjalan menyelusuri lorong
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
Dia akan terlihat begitu cantik dengan gaun putih
So beautiful in white
Begitu cantik dengan gaun putih
Sepanjang acara, Coco terus menggenggam tanganku. Seakan dia tak ingin aku jauh darinya. Malam itu adalah malam terindah bagiku.
Untuk merayakan bersatunya kembali antara aku dan cinta dalam hidupku, aku pun mempersembahkan sebuah lagu untuk Coco. Lagu Hanya Cinta Yang Bisa milik Agnes Monica feat. Titi DJ. Lagu yang menggambarkan perjalanan cinta kami berdua.
Kupikir
'Ku tak pernah pantas untuk bahagia
Sejak kau pergi dalam ketidaktahuanku
Kini kau kembali
Membawa bingkisan kebahagiaan
Yang aku ingat pernah kau curi dariku dulu
Kau tawarkan lagi untukku
Jangan lagi kau pergi dari hidupku
Takkan mudah untukku bila sendiri
Biar kita miliki rasa bahagia
Ingin selalu bersama
Di dalam ruang dan waktu
Kusadari
Bukan hanya kau kembalikan mimpiku
Hadirmu kini membuatku percaya lagi
Bahkan lebih indah dari mimpi-mimpiku
Hanya cinta yang bisa menaklukkan dendam
Hanya kasih sayang tulus yang mampu menyentuh
Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu
*
*
*
*
Tamu undangan yang hadir satu per satu memberikan ucapan selamat pada kami. Kulihat sanak saudaraku, dan teman-teman ternyata hadir di ruangan ballroom pesta pertunanganku.
“Selamat ya Vi. Akhirnya kalian bersama lagi. Aku…”ucap Anti sambil memelukku lalu dia beruraian airmata, membuatku ikut terharu hingga aku ikut menangis juga.
“Sayang, kenapa kamu malah nangis sih?”ucap kak Ilham
“Aku terharu lihat perjalanan cinta mereka”ucap Anti sambil terisak dan memegang tanganku.
Coco langsung mengusap airmata di pipiku dengan tisu.
“Udah..udah..yang ngantri dah banyak..Selamat ya de’”ucap kak Ilham memberiku selamat
“Makasih kak”jawabku dengan masih terisak
“Udah jangan nangis lagi”ucap Coco lembut padaku
“Selamat ya Co..jaga Vivi baik-baik..Dia sudah banyak menderita karena perpisahan kalian. Sekali lagi selamat ya”ucap Anti pada Coco lalu kak Ilham dan Anti berjalan ke arah kak Rafael dan dokter Caroline.
“Viviiii”Chika memeluk tubuhku sambil menangis.
“Kalian jangan nangis..aku jadi ikutan nangis”ucapku melihat sahabat-sahabatku malah menangis di hari pertunanganku
“Selamat ya Vi..akhirnya kamu bisa bersama babang tamvan”ucap Chika membuatku tertawa kecil di sela-sela tangisku. Karena selama ini, Chika selalu memanggil Coco dengan sebutan babang tamvan.
“Selamat ya bang..titip Vivi ya..jangan ditinggalin lagi”ucap Chika pada Coco
“Tentu saja”jawab Coco tegas sambil menatapku hangat
“Selamat ya Vi”ucap Agus padaku. Agus dan Chika akhirnya berpacaran setelah hampir lima tahun bersama
“Ayo jalan”Agus menarik tangan Chika pergi.
“Iya..iya”sahut Chika sambil melambaikan tangan padaku.
“Selamat broo…akhirnya kalian bersama lagi”ucap Daniel sambil memeluk tubuh Coco
“Selamat ya Vi”ucap Daniel padaku
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Aku salut dengan perjuangan kalian berdua. Enam tahun guys..enam tahun..Semoga kalian bahagia" ucap Dedi pada kami berdua.
Daniel, Delia, Dedi dan Vanya satu per satu memberiku selamat. Lala dan Benny juga memberiku selamat. Dan saat Dila di hadapanku,
“Kak Vivi..selamat ya kak”
“Terimakasih Dila”
“Walaupun aku sedih kak Vivi ga jadi kakak iparku..”
“Dila..”Aldi menatap adik kecilnya yang sekarang sudah beranjak dewasa itu dengan tatapan tajam.
Kulihat Coco juga menatap Dila dengan tajam mendengar ucapan Dila barusan.
“Iya..iya..kak”jawab Dila sambil cemberut
“Pokoknya aku ikut bahagia buat kak Vivi”ucap Dila lalu dia memeluk tubuhku.
“Makasih ya Dila”
"Selamat ya Vi"
Saat Aldi menjabat tanganku untuk memberiku selamat, Coco segera melepaskan jabatan tangan Aldi.
“Vivi sekarang milikku. Ingat janjimu”ucap Coco pada Aldi dengan sorot mata yang tajam penuh penekanan pada tiap kata yang diucapkannya.
Jujur saja, aku bingung dengan mereka berdua. Selalu saja ada rahasia antara Coco dan Aldi yang aku tak tahu. Janji apa yang diucapkan Aldi dan Coco? Aku benar-benar dibuat penasaran dengan mereka berdua.
“Tentu saja. Aku tak kan lupa”jawab Aldi tegas
“Selamat untuk kalian berdua. Semoga kalian bahagia”
“Terimakasih Al”
Bagaimanapun juga Aldi pernah menjadi bagian dalam hidupku meskipun hanya sebatas teman dekatku, “mantan pacar”ku selama hampir enam tahun ini. Dia yang selalu ada untukku selama aku kuliah dan mengambil Program Profesi Ners ku. Dia yang selalu ada untuk menghiburku, menjagaku dan menyayangiku.
Aku selalu berdoa semoga Aldi bisa segera bertemu dengan jodohnya, belahan hidupnya. Seperti aku yang sudah bertemu lagi dengan pasangan hidupku, belahan hidupku yang lama terpisah dariku.