Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
EXTRA PART (14) Babymoon Ke Pantai



Aku senang sekali karena hari ini aku akan jalan-jalan ke pantai. Sejak pagi aku sudah siap-siap. Aku sengaja memilih mengenakan dress floral panjang model tank top milikku. Tak lupa kupakai topi pantai dan kacamata hitamku. Aku juga hanya mengenakan sandal untuk memudahkanku berjalan mengelilingi pantai. Coco ku yang paling ganteng se-Indonesia Raya (hahahaha), selalu the best lah kalo urusan fashion. Penampilan calon papa muda ini, senada dengan outfit yang aku kenakan. Coco memakai kemeja putih lengan pendek dan celana pendek selutut warna putih. Tak lupa kacamata hitamnya yang digantung di antara kancing bajunya. Meleleh pokoknya setiap lihat cowok ganteng satu ini. Kenapa kamu ganteng gitu sih? Pakai apapun selalu ganteng maksimal..Love you my hubby, muach..muach..


Sesuai rencana, gadis-gadis cantik yang kuajak ke pantai, jam 6.30 sudah sampai di hotel. Mereka terlihat sangat cantik dengan outfit yang mereka kenakan. Rena mengenakan atasan tank top warna putih dipadukan dengan striped wide leg pant untuk bawahan nya. Dengan pemakaian outfit seperti ini di tambah dengan fedora hat, penampilan Rena terlihat semakin kece namun tetap simple.


Dila memilih memadukan mini dress berwarna putih dengan jaket denim sebagai luaran. Dila juga memakai sepatu kets warna putih sehingga memberikan kesan casual pada penampilan Dila. Untuk Chiara, outfit yang dipakainya hampir senada denganku. Dia memakai midi dress floral warna pastel perpaduan cream dan biru. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai. Tak lupa Chiara memadukan penampilannya dengan sepatu kets warna putih sehingga kesan feminin dan kasual sangat terlihat.


Dua berondong yang kemarin aku ajak, penampilannya juga tak kalah keren dari suamiku. Tentu saja Coco yang paling juara di mataku, Ahaayyy…


Dylan dengan gaya simpel yakni celana panjang hitam, kaos polos berwarna putih, serta kemeja motif pohon yang dikenakan di bagian luar. Penampilan Dylan terlihat fresh untuk suasana di pantai. Untuk Bryan, sejak pertama bertemu penampilannya selalu didominasi warna hitam. Mungkin dia penyuka warna hitam atau warna gelap. Tapi untuk outfit ke pantai dia memakai celana jeans yang dipadu dengan atasan kaos putih dan kemeja hawai warna gelap.


“Liatin apa sih?”tanya Coco


“Hah?”


“Kamu lagi liatin apa sih bunda sayang?”goda Coco padaku


“Hehehe..ga kok ga liatin apa-apa”


Gawat! Coco pasti cemburu liat aku yang ga kedip liat Bryan yang ganteng. Mata ini kenapa ga bisa diajak kompromi sih? Udah tau Coco cemburuan banget malah ni mata ga kedip begitu liat gaya Bryan yang juga ganteng. Jujur saja, melihat tampilan Bryan, mengingatkanku pada Coco awal masuk SMA. Gesture dan sikapnya yang cool. Hadehh..payah! Udah punya suami ganteng, begitu liat berondong ganteng mirip Coco jadi ga kedip.


Segera kuraih lengan kekar Coco dan kusandarkan kepalaku di bahunya yang lebar.


“Kita berangkat sekarang ya?”


“Udah ngumpul semua?”tanya Coco padaku


“Kayaknya sih udah”


“Udah semua kan Dil?”tanyaku pada Dila


“Iya kak, udah”


“Kalo gitu kita berangkat sekarang aja ya? Keburu siang”ajakku pada semuanya


Akhirnya kami berangkat naik dua mobil. Aku semobil dengan Coco sementara Dila, Rena, Chiara, Bryan dan Dylan naik mobil Bryan. Sebenarnya aku sudah menawarkan Rena ikut mobilku tapi dia menolak.


“Ogah ah..daripada liat kalian mesra-mesraan terus. Nanti aku jadi obat nyamuk doang. Cuma bisa gigit jari liat kalian. Mending aku bareng mereka aja”


Kali ini aku memilih pantai Indrayanti sebagai destinasi wisata kami. Pantai Indrayanti terletak di sebelah timur Pantai Sundak. Pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di daerah Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini.


Pantai ini dari pusat kota Jogja, jaraknya kurang lebih 66 KM dengan waktu tempuh kesini sekitar 2 jam. Agak  lama karena medan jalannya yang naik turun dan berkelok-kelok. Kondisi jalannya sendiri lumayan mulus, jadi perjalanan kita tetap nyaman.


Aku sampai di pantai sekitar pukul 08.00 WIB. Tiket masuk pantai ini terbilang murah. Hanya Rp 10.000,00. Sesampainya di pantai itu, aku disuguhi pemandangan yang sangat indah. Pantai berpasir putih dan berair biru yang sangat jernih. Suasana pantai juga lumayan sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang berada di sana.


Saking senangnya, aku sampai berlari kecil menuju pantai. Sampai-sampai aku lupa jika sekarang aku sedang hamil. Untung saja Coco menarik tanganku dan mengingatkanku.


“Vi..pelan-pelan. Ingat, kamu sedang hamil sekarang”ucap Coco


“Ya ampun..kenapa aku bisa lupa?”


Aku memukul dahiku sendiri. Membuat Chiara dan Dila yang berada di dekatku tertawa cekikikan dengan tingkahku.


“Maaf ya sayang”ucapku pada Coco


“Maafin bunda ya sayang”ucapku pada baby di dalam perutku sambil kuusap perlahan perut buncitku


“Kak Vivi lucu banget”ucap Rena


“Abis kesenengan bisa liat pantai”


“Kak Vivi dah lama ga ke pantai?”tanya Dila


“Iya..terakhir sama…”


Uups..hampir saja aku keceplosan. Hampir saja aku mengucapkan nama Aldi. Bisa gawat segawat-gawatnya kalo aku keceplosan.


Coco langsung menatap wajahku dengan wajah yang serius.


“Hehehe..udah yuk..kita ke sana sekarang”ajakku pada Rena, Dila Chiara sambil menggandeng tangan Coco ke tepi pantai menikmati ombak yang menggulung pelan ke daratan.


Aku segera melepas sandalku sehingga aku nyeker (tanpa alas kaki). Kurasakan deburan pelan ombak yang menyapu daratan. Aku dan ciwi-ciwi itu langsung bermain di pantai yang ombaknya lumayan tenang. Dengan pasirnya yang putih. Sesekali kami berlarian kecil saat ombak datang. Dan mengejar ombak ketika ombak itu kembali. Dan begitu seterusnya. Sangat menyenangkan.


Sesekali kami bermain air, dengan mencipratkan air laut ke tubuh kami. Kadang Coco menarik tubuhku menjauh ketika merasa aku terlalu bersemangat bermain air dengan mereka.


“Ingat Vi..kamu lagi hamil. Jangan lari-lari kayak gitu”seru Coco padaku


Aku langsung cemberut tiap Coco menarikku. Aku kan memang sudah lama ga ke pantai. Seingatku terakhir aku ke pantai setelah pernikahan Anti hampir 3-4 tahun yang lalu.


Setelah lelah bermain di tepi pantai, Coco menyeretku menuju gazebo untuk beristirahat.


“Padahal lagi asyik-asyiknya Co”gerutuku pada suamiku yang protektif


“Okey”jawabku


Coco langsung mencium keningku. Bisa aja bikin hatiku luluh. Ga jadi ngambek kan kalo digituin. Kupegang tangan Coco yang mau pergi meninggalkan aku di gazebo itu. Membuat Coco menoleh padaku.


“Kenapa?”


“Sini dulu”kulambaikan tanganku agar Coco mendekat.


“Nunduk dikit”


“Apaan sih Vi?”


Kuminta Coco sedikit membungkuk, hingga wajahnya di depanku. Lalu,


“Mmuachh”


Kucium pipi lelaki yang sangat kucintai itu. Membuat Coco malu karena aku menciumnya di depan umum. Karena ada beberapa orang di dekat gazebo kami. Ga urusan. Kan dia suamiku.


Coco langsung tersenyum lalu mengusap kepalaku pelan.


“Ada-ada aja kamu Vi”


“Udah sana..beliin kelapa muda yang besar ya”


“Siaappp”


Kupandangi punggung suamiku yang berjalan menjauh dari gazebo dengan senyum yang terus mengembang di bibirku. Sambil kuusap pelan perut buncitku.


“Kamu ga papa kan Vi?”tanya seseorang tiba-tiba di belakangku.


Aku menoleh dengan cepat saat aku menyadari pemilik suara itu.


“Aldi? Ngapain kamu di sini? Dari mana kamu tahu kami di sini?”tanyaku panjang lebar saking kagetnya.


Aldi hanya tersenyum mendengar rentetan pertanyaanku barusan. Aldi malah duduk di gazebo, membuat aku menyingkir agak ke pojok.


“Aku cuma ingin menyapamu sebentar. Apa ga boleh?”


Aku segera mengedarkan pandanganku ke arah Coco. Coco sudah tak terlihat.


“Maaf Al..bukannya aku ga mau ngobrol dengan kamu. Aku Cuma mau menjaga perasaan suamiku”


“Iya aku tahu. Tapi kita sudah ga pernah bicara sejak kamu tunangan dengan Coco sampai sekarang”


Kulihat wajah Aldi yang berubah sendu. Bagaimanapun juga kami pernah dekat. Aku akhirnya membiarkan Aldi ngobrol denganku sebentar.


“Kamu ga kuliah?”


“Aku ijin”


“Ijin?”


“Aku diminta mama jagain Dila. Mama takut kalo anak itu dibawa ombak”goda Aldi


Membuat aku tersenyum mendengar ucapan Aldi.


“Bisa aja kamu Al”


Aldi ikut tersenyum denganku.


“Bagaimana kandunganmu?”


“Oh..alhamdulillah baik. Makasih”


“Dila yang bilang kalo kami mau kesini?”tanyaku


Aldi menggeleng pelan.


“Aku nebak aja. Dulu kan kita sering kesini. Kamu ingat, kita terakhir kesini setelah pernikahan Anti, ya kan?”


Bagaimana aku bisa lupa? Pantai ini adalah pantai yang dulu sewaktu kuliah sering aku datangi bersama Lala, Chika, Agus, Benny dan tentu saja Aldi. Bahkan kami pernah pergi berdua ke pantai ini, saat aku galau setelah mendengar berita rencana pernikahan Coco di Cina. Berita yang aku dengar dari Daniel dan Dedi.


“Iya”


Ada rasa getir dalam hatiku. Mendengar lelaki yang hampir menjadi pasanganku, yang dulu hampir melamarku. Di pantai ini, Aldi hampir melamarku. Dan meminta aku membuka hati untuknya.


Dan kini setelah hampir 3-4 tahun kemudian, kami kembali kemari, tapi dengan status yang sudah berbeda. Kini aku bersama cinta pertamaku, satu-satunya lelaki yang mengisi hatiku. Kini aku bersama Coco, suamiku.