
Sampai di rumah, aku segera bersiap-siap. Aku sudah ijin pada Ayah bundaku untuk merayakan ulang tahunku bersama teman-teman. Ayah dan bunda mengijinkan.
Aku bingung mau memakai gaun yang mana. Karena ini pertama kalinya aku memakai gaun untuk pesta ulang tahunku. Biasanya aku hanya merayakan dengan makan malam bersama Ayah Bunda di satu restoran. Atau merayakannya bersama Anti dan kak Ilham. Perayaannya pun sederhana. Aku hanya memakai kaos dan celana jeans. Pakaian casual yang biasa aku pakai sehari-hari.
Akhirnya aku memilih gaun mini dress warna lilac milikku. Itulah gaun yang kupakai untuk pesta ulangtahunku bersama Coco. Dia bilang nanti kami bertemu di restoran yang sudah dipesannya.
Aku sangat gugup dan nervous, persis ketika lomba prince and princess tahun pertama dulu. Bagaimana pun juga ini adalah perayaan ulangtahunku bersama pacarku. Pacar pertamaku. Lelaki yang selama ini sangat aku sukai.
Sesampainya di restoran yang dimaksud Coco, aku menuju meja Costumer Service. Dari sana aku diantar pelayan menuju meja yang sudah dipesan Coco. Menapaki tangga ke lantai dua restoran. Restoran ini salah satu restoran terbaik di kotaku.
Sampai di ruangan yang dimaksud, aku masuk ke ruangan sendiri. Coco sudah menunggu di dalam. Kulihat dia duduk sedang memandang ke arah jendela. Tangan kanannya digunakan untuk menyangga kepalanya, sementara tangan kirinya memegang buket bunga. Dia tak menyadari aku datang. Cukup lama aku pandangi dia dengan posisi seperti itu. Ketika dia menengok ke arahku, aku tersenyum. Lalu aku berjalan ke arah meja yang dipesannya.
“Sudah lama?”tanyaku
Dia menggeleng. Dia menatapku agak lama. Membuatku salah tingkah.
“Kamu..kenapa liat aku kayak gitu? Ada yang aneh dengan gaunku?” tanyaku sambil melihat gaunku.
“Apa..make-up ku hari ini berlebihan?” tanyaku setengah berbisik karena takut kedengaran orang lain atau pelayan
Dia menggeleng lagi.
“Kamu cantik sekali hari ini” jawabnya singkat lalu tersenyum manis padaku. Membuatku tersipu malu.
“Biasanya kamu akan bilang gini ke aku,”
“Kamu..biasa aja” kataku sambil menirukan nada suaranya yang cool dan cuek.
Dia tertawa mendengar ledekanku. Dia pun beranjak dari kursinya lalu berjalan ke arahku. Dia berikan buket bunga itu, lalu bilang
“Selamat Ulangtahun..Sayang”katanya lembut. Kata-kata “sayang” nya benar-benar menggelitik dihatiku.
“Terimakasih”kataku sambil kugigit bibir bawahku karena aku malu.
Dia lalu maju selangkah di depanku kemudian mengecup keningku. Tepat saat dia mengecup keningku, Dedi, Daniel dan Anti datang.
“Oh NO! my eyes”teriak Daniel sambil menutup kedua matanya dengan tangan kanannya.
Kami yang tak menyangka teman-teman datang, langsung menoleh secara bersamaan. Kami semua tertawa geli melihat reaksi Daniel. Akhirnya kami pun merayakan ulangtahunku bersama-sama.
Kami tertawa bersama, bercanda bersama. Meniup kue ulangtahun dan makan-makan. Suasana sangatlah hangat. Benar-benar pesta ulangtahun yang paling indah.
Sebuah kue ulang tahun bernuansa putih dan pink, bertuliskan HAPPY BIRTHDAY VIVI 17th berhiaskan lilin angka 1 dan 7 terlihat sangat indah. Setelah make a wish aku meniup lilin kemudian memotong kue ulangtahun dan membagikannya untuk semuanya. Tentu saja potongan kue pertama aku berikan pada pacarku, Coco. Sebenarnya aku malu memberikannya, apalagi setelah menerima potongan kue itu sekali lagi dia mencium keningku di depan teman-teman. Membuat Daniel protes keras. Dasar Coco malah sengaja memanas-manasi keadaan dengan menggandeng tanganku. Dasar Coco usil!
“Mentang-mentang udah jadian, kalian mesra-mesraan di depan kami! Sialan kamu Co! Ga setiakawin”protes Daniel
“Makanya cepet jadian sama Delia”
“Delia siapa?”tanyaku karena setauku di SMA ku tak ada siswi yang namanya Delia.
“Teman SMP kami. Dulu sekelas sama Daniel. Sekarang anaknya di SMA XX”
“Ooo.. Delia Maharani yang dulu pernah digosipin sama Arsy ya?”tanya Anti
“Hah? Mantannya Arsy?”
“Bukan ya..Delia sama Arsy itu cuma temen..ga pernah jadian” bela Daniel
“Kapan-kapan kenalin ya Dan..aku kan belum kenal Delia”
“Siapp..kapan-kapan aku ajak dia”
“Terus kamu Ded..ga punya gebetan gitu?”
“Dedi baru PDKT sama Vanya”bisik Coco padaku
“Oh ya?”
“Udah punya pacar, terus kamu buka-buka rahasia kami nih Co”
“Hehehe..jangan ngambek dong..siapa tau kan kami bisa bantu, ya ga An?”
“Kamu masih sama kak Ilham, An?”
“Ya masih lah..mereka kan awet banget” jawabku
“Kok ga diajak kesini sekalian An?”tanya Dedi
“Kak Ilham baru banyak proyek kuliah..ga bisa pulang..di “penjara” di kampusnya”
“Rasanya pacaran sama anak kuliahan gimana An?”
“Ya gitu deh”
Akhirnya kami malah membahas masalah percintaan kami masing-masing. Mulai dari cinta pertama Daniel, Dedi, pacar Anti yang tak lain adalah sepupuku kak Ilham, dan terakhir adalah cinta monyetku dan Coco. Rupanya aku dan Coco sama. Bagi Coco, aku adalah pacar pertamanya. Dan bagiku, dialah pacar pertamaku.
“Bisa samaan gitu ya?”goda Daniel pada kami berdua.
“Jangan-jangan kalian jodoh”
“Aamiiinnnnn”aku dan Coco mengamini dengan sepenuh hati
Di pesta ulangtahunku itu, Anti memberiku hadiah, sebuah kalung dengan inisial V dibagian tengah. Inisial namaku.
“Happy birthday, my lovely sister..all the best for you..be happy with your life”doa Anti padaku.
“Thank you”ucapku lalu aku dan Anti berpelukan.
Dedi dan Daniel malah menggoda kami.
“BERPELUKAN”ucap Daniel
Menirukan suara program hiburan anak-anak Teletubbies dengan ekspresi akan ikutan memelukku dan Anti. Coco yang melihat itu segera mendorong tubuh dua sahabatnya itu.
“Ga usah ikut-ikutan”ucap Coco
“Lha kan mereka juga pelukan”
Dedi dan Daniel memberiku hadiah, masing-masing boneka teddy bear ukuran besar dan sebuah pigura besar dengan foto kami berlima.
“Makasih ya”ucapku pada mereka
“Kamu ga ngasih kado apa-apa nih Co?”tanya Dedi pada Coco
Coco hanya diam tapi tangannya menggenggam pergelangan tanganku sambil menunjukkan cincin emas putih yang melingkar di jari manisku.
“Wahh..rupanya udah duluan ya. Salut aku sama kamu Co..gercep banget”goda Daniel
Akhirnya kami pun berfoto berlima. Aku juga sempat berfoto berdua dengan Coco. Kemesraan kami berhasil membuat Dedi dan Daniel muak. Berkali-kali mereka protes, karena Coco malah seperti sengaja membuat dua sahabatnya itu iri.
Dasar Coco usil!
Dalam perjalanan pulang, ada sebuah pertanyaan yang terus menggelayut dalam pikiranku.
"Kamu mikirin apa?" tanya Coco sambil pandangannya lurus ke depan karena dia sedang menyetir
Akhirnya kuberanikan diriku bertanya.
"Tadi di resto kamu bilang aku pacar pertamamu" ucapku sambil menatap Coco yang sedang fokus menyetir
"He em" jawabnya
"Terus hubunganmu sama Vanya dulu itu apa? Aku dengar selama di SMP Vanya itu pacarmu" tanyaku
"Vanya? Hahahahaha" Coco malah tertawa
"Iihh Coco..jawab dong.. kok malah ketawa sih" gerutuku
"Kamu dapat info darimana aku pacaran sama Vanya?" tanya Coco sambil melirik padaku sekilas
"Dari temen-temen. Katanya kalian pacaran selama di SMP. Lagian dulu sejak kelas X kamu juga sering boncengin Vanya pulang, ya kan?"
"Oh itu.. itu karena aku sama Vanya satu tempat les. Kamu juga udah tau kan? Lagian ga mungkin lah aku pacaran sama Vanya"
"Kenapa ga mungkin?" tanyaku penasaran
"Dari dulu Dedi udah suka sama Vanya.. ya mana mungkin aku pacaran sama dia. Lagian Vanya itu masih kerabatku juga"
"Oh ya?"
Aku baru tahu ternyata Coco sama Vanya masih saudara. Ternyata selama ini aku sudah salah paham dengan kedekatan Coco dan Vanya. Bodohnya aku..
"Ehmm Co?"
"Mau tanya apa lagi?"
"Ga jadi deh"
"Udah.. tanya aja"
"Aku cuma penasaran aja.. kenapa dari dulu kamu ga pernah " nembak" aku? Padahal selama kelas XI kita udah deket banget. Teman-teman malah ngiranya kita udah jadian"
"Kamu sendiri.. kalo udah suka sama aku sejak kelas X, kenapa ga " nembak" aku?"
"Ya masak cewek "nembak" duluan?"
"Buktinya dari dulu, banyak cewek yang "nembak" aku duluan"
Hishh.. dia malah menyombongkan diri karena sering ditembak cewek-cewek yang ngefans dia..
Dasar!
"Aku kan ga sefrontal dan berani seperti mereka. Emang kamu ngarepin aku yang nembak duluan? Ogah lah" jawabku
Coco malah tertawa ngakak sambil mengacak-acak rambutku. Membuatku cemberut saja.
"Aku ga nembak kamu duluan, karena aku ingat, dulu di kelas X kamu pernah bilang ga mau pacaran dulu sebelum lulus SMA"
"Hah.. emang aku pernah bilang gitu?" tanyaku bingung karena aku lupa pernah mengatakannya.
"Masak kamu lupa? Dulu waktu kelas X pas valentine, kamu ditembak kak Candra, kelas XII IPS itu.. yang bawa buket bunga sama coklat itu.. kamu lupa?"
Aku mencoba mengingat kembali yang barusan diceritakan Coco.
"Waktu itu aku denger sendiri, kamu bilang sama Anti Arsy dan Bima, kalo kamu ga mau pacaran dulu sebelum lulus SMA. Makanya ya udah, aku ga "nembak" kamu..nunggu kita lulus baru aku "nembak" kamu"jawab Coco panjang lebar
Coba dari dulu dia nembak aku buat jadi pacarnya, pasti langsung aku iya-in. hahaha..
Dan kami pun pulang sambil bernostalgia kenangan kami selama di kelas X dan kelas XI.
Jangan lupa like, vote dan kalo berkenan hadiahnya ya kak... terimakasih!
🥰🥰🥰