
“Krucuk..krucuk”
Kudengar suara perut Coco yang sudah keroncongan. Aku cekikikan melihat Coco yang terlihat menggemaskan saat menutupi perutnya yang baru saja konser.
“Ayah lapar?”tanyaku dengan suara manja seperti anak kecil.
Coco mengangguk pelan.
“Ya udah, kita cari makan deket sini ya? Aku ajak mereka dulu..siapa tau juga udah lapar”
“Rena?”
“Iya kak?”
“Kalian semua udah lapar apa belum?”
“Kak Vivi mau makan?”tanya Dila
“Iya..udah lapar”
“Oke deh..boleh”jawab Rena
Kami pun beranjak dari gazebo. Coco turun lebih dahulu, kemudian mengulurkan tangannya padaku. Kusambut uluran tangan Coco. Aku turun dari gazebo dengan pelan, karena aku memang ga boleh petakilan karena aku sedang hamil. Setelah turun dari gazebo, aku lingkarkan tanganku di lengan kekar suamiku yang masih rajin nge-gym.
Kami akhirnya makan siang di salah satu restoran yang ada di sekitar pantai Indrayanti.
“Kalian mau pesan apa? Pesan aja”
Kami memesan beberapa menu masakan. Karena di pinggir pantai, tentu saja menu masakan yang paling enak adalah seafood. Aku memesan paket lengkap terdiri dari nasi, minum, tumisan, dan beberapa menu seafood. Kami memesan lobster asam manis, kerang bumbu padang, udang crispy, gurame bakar, kepiting asam manis pedas dan sup ikan kakap.
Dari semua menu yang ada, yang paling aku suka adalah menu lobster dan kepiting. Mungkin karena aku memang suka lobster dan kepiting. Aku bahkan sampai dua kali makan. Coco yang lapar tapi malah aku yang kalap makannya.
“Kak Vivi tadi ga sarapan?”tanya Dila setelah aku mengambil piring ke duaku.
“Sarapan”
“Lha kenapa makannya banyak banget?”tanya Rena
“Ga papa..kan aku makan buat berdua. Aku sama debay”
“Iya juga sih”sahut Dila
“Tapi kak Vivi kayak seharian belum makan gitu”goda Chiara
“Nanti kalo kamu udah nikah terus hamil pasti ngrasain kayak kakak”ucapku mencoba bijak pada ciwi-ciwi yang masih perawan itu.
“Tapi aku tuh iri lho sama kak Vivi”ucap Dila
“Iri kenapa?”
“Kak Vivi makannya banyak gitu tapi lihat..yang buncit cuma perutnya doang. Body nya masih sama kayak sebelum hamil. Dari belakang aja ga kelihatan kak Vivi baru hamil”puji Dila
“Iya bener. Aku juga pingin deh body goal gitu kayak kak Vivi”sahut Rena
“Iya..aku juga pingin. Rahasianya apa sih kak?”tanya Chiara
“Waduh..rahasia? Ga ada rahasianya tuh”jawabku sambil terkekeh
“Bohong ah kak..masak dari jaman kakak SMA sampai sekarang body-nya ga berubah”balas Dila
“Hah? Dari jaman SMA? Beneran Co?”tanya Rena pada Coco
Coco hanya mengangguk pelan.
“Ya gitu..dari dulu Vivi ga berubah. Cuma sekarang makannya agak lebih banyak sejak hamil. Tapi badannya segitu-gitu aja”ucap Coco sambil tersenyum padaku.
“Mungkin karena faktor keturunan sih Ren..dulu Bundaku juga waktu hamil aku juga ga gemuk. Perut doang yang buncit”jawabku
“Hah..Masak sih? Ada ya kak kayak gitu?”tanya Dila pada Aldi
“Ya ada..namanya juga faktor keturunan”jawab Aldi sekilas lalu melanjutkan makan siangnya.
“Oya Co..kalo jadi ke Jerman aku nitip ya?”pinta Rena
“Ogah”jawab Coco singkat
“Co..jangan gitu ah”bisikku pada Coco
“Ihh..pelit..dititipin doang masak ga mau sih”pinta Rena
“Kamu mau nitip apa Ren?”
Aku yang memilih bertanya pada Rena karena sifat Coco jika sudah bilang “ogah” ga bisa dirubah meskipun sudah menikah seperti sekarang. Jadilah aku yang mengalah. Daripada Rena ngambek.
Aku kaget banget dengan permintaan Rena. Masak aku disuruh nyariin bule ganteng buat dia. Aku juga mau kali Ren..hahahaha..
Sadar Vi..sadar..udah nikah..
“Ga usah minta yang aneh-aneh deh”ucap Coco setelah mendengar permintaan Rena.
“Aunty Widya kan punya anak cowok. Seingatku dia seumuranku. Nah, pasti dia punya banyak temen bule ganteng”ucap Rena menggebu-gebu
“Emang cowok se-Indonesia Raya ini ga ada yang mau sama kamu?”goda Coco
“Iiihh Co..jangan ngomong kek gitu ah”pintaku pada Coco
“Maaf sayang..aku cuma bercanda. Abis Rena juga aneh..Masak suruh nyariin bule segala”
“Kalo kamu mau, aku kenalin sepupuku. Dia juga bule”ucap Bryan tiba-tiba.
“Beneran?”tanya Rena antusias
“Beneran.. Sepupuku keturunan Indo-Turki. Kalo kamu mau, kapan-kapan aku ajak ke kos kalian”lanjut Bryan.
“Dia ada di Indonesia?”tanya Rena
“Iya..sekarang dia di Jakarta. Dia di Indonesia udah setahun”
“Wah..boleh juga tuh. Kenalin ya Bry”
Tanpa sadar aku jadi mengikuti pembicaraan antara Rena dan Bryan. Apa Rena sudah menyerah untuk mendapatkan Aldi? Apa dia mundur karena Aldi masih belum juga move-on dari aku?
“Mau kamu kenalin sama siapa Bry? Kak Aslan apa kak Emir?”tanya Dylan
“Emang kamu juga kenal?”tanya Chiara pada Dylan
“Ya kenal lah..Kan aku sama Bryan masih sepupu juga? Kamu lupa kita ketemu pas ulangtahun aunty Angie”jawab Dylan
“Oh iya..aku lupa”ucap Chiara
Akhirnya pembicaraan makan siang itu meluncur berkaitan dengan silsilah keluarga Bryan dan Dylan. Dan tentang dua lelaki bule sepupu Bryan yang mau dikenalkan pada Rena. Bahkan Dila dan Chiara jadi ikut penasaran sepupu bule Bryan itu.
Jujur aku juga penasaran. Karena setauku orang Turki tuh terkenal ganteng-ganteng. Aku juga pernah beberapa kali nonton drama Turki. Dan aku lihat aktornya ganteng dan manly banget. Yang paling aku suka dari orang Turki tuh mereka perpaduan antara orang Asia dan Eropa. Dari beberapa drama Turki yang aku lihat, yang paling aku suka dari mereka itu adalah matanya. Indah banget.
Setelah menyantap makan siang, dan ngobrolin sepupu Bryan, aku mengajak Dila cs untuk pulang. Kami naik tiga mobil. Aku bersama Coco. Dila naik mobil Aldi. Sementara Rena, Chiara dan Dylan naik mobil Bryan.
Sepanjang perjalanan pulang aku ngobrol dengan Coco membahas rencana babymoon keduaku ke Jerman dan Eropa. Rupanya Coco sudah mengatur semua persiapan ke Eropa. Membuat aku sangat bahagia karena bisa jalan-jalan ke Jerman sekalian nostalgia study tour Eropa kami dulu waktu SMA.
Aku sudah tak sabar ingin segera terbang ke Jerman. Dan menikmati keindahan kota-kota tua di Eropa. Sebelumnya aku dan Coco harus konsultasi dokter kandungan kami dulu. Karena ini adalah perjalanan keluar negeriku setelah hampir dua tahun tidak keluar negeri. Terakhir aku ke Korea dan Jepang saat honeymoon. Setelah itu, aku belum pernah keluar negeri lagi.
Rencana jalan-jalan ke Singapura setelah aku sempat keguguran sembilan bulan lalu juga akhirnya batal karena aku yang memang tidak berminat pergi dan juga kebetulan Coco baru ada kerjaan mendadak.
*
*
*
*
Tiga minggu kemudian,
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, akhirnya aku, Coco, mama dan papa serta beberapa kerabat Coco berangkat ke Jerman untuk menghadiri pesta pernikahan kak Sarah, putri aunty Widya yang menikah di Jerman karena memang mereka tinggal di sana.
Seminggu sebelumnya aku sudah konsultasi dan cek kandungan ke dokter. Dan alhamdulillah kondisi debay sehat. Dokter bilang kondisi kandunganku baik dan diperbolehkan melakukan perjalanan jauh.
Sepanjang perjalanan, Coco terus menjagaku dan baby kami. Aku merasa sangat bahagia mendapat perhatian dan cinta dari orang-orang di sekelilingku. Yang selalu mengkhawatirkan aku dan kehamilanku. Mama dan papa juga selalu menjagaku. Membuatku merasa perjalanan babymoon ini sangat berkesan.
Sesampainya di Jerman, kami langsung diantar menuju kediaman aunty Widya. Karena menempuh perjalanan jauh, sempat membuat aku kelelahan. Tapi untung saja, kondisi babyku baik-baik saja. Hal itu aku ketahui setelah diperiksa kak Oline yang juga datang ke Jerman, bersama keluarga kecilnya.
Selama di Jerman, aku dan Coco mengunjungi beberapa tempat terkenal di Jerman. Seperti juga negara-negara di kawasan Eropa lainnya, Jerman memang terkenal dengan bangunan-bangunan tuanya yang masih tampak megah dan kokoh meskipun sudah berusia berabad-abad lamanya. Seakan perkembangan jaman yang semakin canggih tak mempengaruhi negara maju yang satu ini. Jerman tetap menjaga kelestarian bangunan-bangunannya.
Dan satu hal yang paling aku suka saat di Jerman adalah kebersihannya, karena Jerman memang terkenal negara yang bersih. Kita akan kesulitan menemukan sampah yang berserakan di Jerman karena sistem pembuangan sampah di Jerman sudah teratur. Di setiap rumah setidaknya ada empat tong sampah untuk plastik, kertas, bio, dan sisa sampah yang tidak masuk ketiganya. Pokoknya bersih banget.
Setelah dari Jerman, aku dan Coco melanjutkan acara babymoon kami sekaligus acara nostalgia jaman SMA kami ketika study tour dulu. Kami mengunjungi beberapa negara yang dulu pernah kami kunjungi. Kami pergi ke Italy, Swiss, Belanda, Perancis dan terakhir ke Inggris.
Aku merasa bahagia karena bisa pergi babymoon bersama Coco. Aku sangat menikmati perjalanan ke luar negeriku kali ini. Aku ingin nanti jika baby kami sudah lahir, ingin rasanya aku ajak dia ke Eropa.
Selama perjalanan babymoon kali ini Coco kurasakan sangat romantis. Coco sempat memberi kejutan dengan dinner romantis di menara Eiffel. Aku tak menyangka Coco yang biasanya dingin dan cuek, juga bisa sangat romantis. Candle light dinner di menara Eiffel yang sangat romantis benar-benar menyentuh hatiku.
“Terimakasih sayang”
“Terimakasih juga sayang..sudah mencintaiku selama ini”ucapku pada Coco
Kami benar-benar terbawa suasana romantis malam itu, hingga ciuman hangat di antara kami menjadi bukti rasa cinta dan kasih sayang kami berdua. Di menara Eiffel ini kunyatakan rasa cintaku yang dalam pada lelaki yang sangat kucintai. Cinta Pertamaku. I love you Marco Reynand Valencio.