
Sejak di kelas XII, guru-guru sering sekali memberi kami tugas kelompok. Aku, Coco, Anti dan Dedi selalu menjadi satu kelompok. Kami biasanya mengerjakan tugas kelompok di rumah Coco yang lumayan dekat dengan sekolah.
Hari itu, ada tugas kelompok Biologi. Kami diminta bu Indri, guru Biologi kami membuat tugas proyek.
“Nahhh..anak-anak untuk materi pertumbuhan perkembangan tumbuhan ini, ibu akan bagi kalian menjadi tujuh kelompok”ujar bu Indri
“Untuk anggota kelompoknya ibu bebaskan kalian memilih, ibu hanya akan menentukan topik tiap kelompok”
“Tiap kelompok berapa orang bu?”tanya Rania sambil mengangkat tangan.
“Setiap satu kelompok ibu batasi 4-5 orang saja ya.. Kalo kebanyakan nanti kalian malah ga ngerjain tugas, malah ngrumpi. Tuh yang cowok malah main pasti”tebak bu Indri
“Ibu tau aja”canda teman-teman
“Ya tau lah..kalian pikir ibu ga pernah seumur kalian. Ibu kan juga pernah muda”jawab bu Indri
“Pengalaman ya bu”canda Dion.
Aku dan teman-teman tertawa mendengar candaan Dion.
“Ya iyalah..makanya jangan main-main sama ibu..ibu tau semua akal bulus kalian”ucap bu Indri sambil menunjuk ke arah kami
Aku dan teman-teman sekelas malah tertawa mendengar pengakuan bu Indri.
“Lha kan sekalian bu, kalo ngerjain tugas terus bisa stress lho bu”
“Alasan..padahal ngerjain tugasnya juga sekalian pacaran. Mau stress dari mana coba”jawab bu Indri
"Kan sambil menyelam minum air bu"sahut Beni
"Kembung baru tau rasa"jawab Bu Indri
"Hahahaha"
Guruku satu ini memang orangnya galak dan spontan, tapi beliau juga sangat menyenangkan. Makanya pelajaran beliau pasti tak pernah membosankan.
“Oke..sekarang kalian ngumpul bersama kelompok kalian!”perintah bu Indri
Aku dan Anti menengok ke arah Coco. Coco dan Dedi langsung berjalan menuju mejaku. Teman-teman yang lain juga langsung berkumpul dengan genk mereka masing-masing.
Bu Indri berjalan menuju masing-masing kelompok, lalu memberitahu kami, nama kelompok kami.
“Kalian satu kelompok?”tanya bu Indri pada kelompokku
“Iya bu”jawab kami berempat hampir bersamaan.
“Lihat..ibu bener kan..kalian itu ga bisa bohong sama ibu..buktinya di kelompok ini..lho liat, yang pacaran mesti jadi satu kelompok kan”ucap Bu Indri disambut gelak tawa dan tepuk tangan teman-teman.
“Hah..siapa yang pacaran bu? Ga ada yang pacaran disini. Kami berempat cuma teman”ucapku
“Kalian berdua..pacaran kan?”tunjuk bu Indri padaku dan Coco
“Ga bu..kami ga pacaran”jawabku cepat
“Iya kok bu..mereka memang pacaran”
“Iya bu..bener”
“Mereka aja yang ga mau ngaku bu..hahahaa”
“Lho..yang lain aja juga tau kok”ucap Bu Indri
Ampun deh..kenapa teman-teman ikutan memojokkan aku seperti ini?
Aku menatap Coco dengan kesal. Karena dari tadi dia malah diam.
“Kalian kelompok 2 ya”ucap bu Indri
Bu Indri lanjut ke kelompok berikutnya meninggalkan kelompokku.
“Udah ga usah diladeni”ucap Coco datar
“Iya Vi..biarin aja. Bu Indri kan emang gitu”ucap Anti padaku sambil merangkul lenganku untuk meredakan kekesalanku.
Akhirnya masing-masing kelompok diberikan tugas presentasi materi yang sudah ditentukan oleh bu Indri. Kelompokku mendapat materi pertumbuhan primer.
Saat istirahat, aku Coco Anti dan Dedi membahas tugas tersebut.
“Gimana nih? Kapan kita ngerjain tugas biologi tadi?”tanya Anti
“Kalo Sabtu Minggu ini gimana?”tanyaku
“Pulang sekolah aja gimana? Semakin cepet dikerjain kan cepet selesai. Minggu depan kamu ada bazar kan Vi?”
“Oh iya..aku lupa. Ahh..nyusahin banget. Kenapa ga kelas XI aja sih yang jadi panitia, kenapa aku juga ditunjuk jadi panitia bazar sih?”keluhku
“Hei, ketuanya sendiri yang milih lho..si Aldi”goda Anti sambil menyenggolku.
“Hehehhe..iya”aku dan Anti tertawa bersama
“Jadi bahas tugas apa bahas Aldi nih?”tanya Coco ketus
“Kenapa aku mencium bau asap kebakaran ya?”goda Daniel yang baru datang ke kelasku sambil mengendus-endus ke arah Coco
“Apaan sih Dan? Ngaco kamu”ucap Coco sambil memukul Daniel. Tapi Daniel bisa mengelak.
“Hahahaha”tawa Daniel
“Kalian bahas apaan sih?”tanya Daniel yang mengambil kursi di sebelah Coco ikut nimbrung diskusi kelompok kami.
“Itu bu Indri ngasih tugas. Kelasmu emang ga dikasih tugas kelompok sama bu Indri?”tanya Anti
“Biologi kelasku masih besok Rabu, hehehe”
“Jadinya gimana nih? Mau kapan ngerjainnya?”tanya Dedi
“Pulang sekolah juga ga papa”jawabku
“Aku juga ga masalah”jawab Anti
“Oke..berarti pulang sekolah ya..deal!”ucap Coco
“Terus ngerjainnya dimana?”tanyaku
Kami saling berpandangan berempat.
“Jangan dirumahku, ada ponakanku yang masih bayi dirumah. Nanti kalo kita berisik, kasihan ponakanku”jelas Dedi
“Ya udah, dirumahku aja”Coco menawarkan diri
“Yeyyyyy”sorak kami berempat
“Mulai ngerjainnya kapan?”tanya Dedi
“Kalo hari ini, aku ga bisa. Aku ada les Math”jawab Coco
“Kalo besok, gimana Co?”tanyaku
“Boleh”jawab Coco singkat
“Oke..berarti besok pulang sekolah ya”
Dan hari itu diputuskan kami akan kerja kelompok di rumah Coco. Besok akan jadi hari pertama aku menginjakkan kaki dirumah Coco. Sejak kami dekat, aku belum pernah ke rumah Coco. Aku hanya pernah melewati rumah itu yang ditunjukkan sendiri oleh Coco. Tapi kami tidak mampir. Rumah dengan pagar besar dan megah yang mengelilingi bangunan rumah Coco. Jadi aku hanya tau bangunan megah bagian depan rumahnya saja. Selama di kelas XI, setiap ada tugas kelompok kami selalu mengerjakan dirumah Tiwi, Dito atau Ana. Coco juga tak pernah masuk ke rumahku. Dia selalu memilih langsung pulang setelah mengantarku pulang. Jadi Coco juga tak pernah masuk rumahku.