Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
Terbuai Bahagia



Malam harinya resepsi  pernikahanku diselenggarakan di ballroom hotel Alila yang adalah hotel bintang lima terbaik di kota Solo. Aku dan Coco sengaja memesan sebuah kamar di hotel untuk persiapan resepsi.


Sekali lagi aku dirias oleh kak Vera. Konsep resepsiku adalah international wedding jadi aku memakai gaun pernikahan panjang off shoulder berwarna putih model V yang membuat leherku terlihat lebih jenjang. Dengan motif bunga di beberapa bagian membuat penampilanku terlihat feminim dan dreamy. Bagian bawah gaunku model floaty ballgown dengan lengan model lonceng. Kubiarkan rambutku tergerai. Tak lupa kupakai kalung pemberian mama, ibu mertuaku, untuk melengkapi penampilanku.


Malam itu Coco terlihat gagah dan tampan dengan setelan jas hitam yang dipakainya. Dengan kemeja lengan panjang warna putih, dipadu dengan dasi warna silver. Tak lupa sentuhan rompi warna hitam senada dengan jas dan celananya.


Sampai sekarang aku masih saja berdebar melihat suamiku yang ganteng maksimal di hari bahagia kami. Hatiku meleleh melihat betapa gantengnya dia.


Setelah siap, aku dan Coco turun ke ballroom bersama-sama. Kulingkarkan tanganku di lengannya yang kekar. Aku dan Coco tak henti-hentinya tersenyum.


“Kamu cantik sekali, sayang”ucap Coco membuatku tersipu malu


“Makasih”


“Ehemm..sama suami sendiri gitu banget sih Vi”goda Anti, kakak ipar


Antiiii..kenapa selalu bikin aku sebel sih..aku kan malu..bagaimanapun juga kami baru jadi suami istri. Ga kayak kamu yang udah hampir dua tahun nikah..


Dipuji suami sendiri tentu saja aku bahagia. Tapi aku masih susah mengekspresikan perasaanku pada Coco yang sekarang sudah resmi jadi suamiku. Kami memulai semuanya dari berteman, dan sekarang kami resmi menikah. Tak segampang itu, merubah semuanya. Masih ada rasa malu dihatiku ini.


“Udahlah sayang..kamu tuh gangguin orang baru anget-angetnya nikah aja..Kamu ga ingat dulu kamu juga malu-malu kayak Vivi sekarang”kenang kak Ilham


“Iya..dulu malu-malu sekarang malah malu-maluin”jawabku sengit


“Hishhh”Anti yang jengkel pura-pura ingin memukulku. Aku segera berlindung dibalik tubuh besar suamiku.


“Jadi suami tuh ya kayak gini Co..mesti banyak sabar..punya istri sama adek kelakuannya masih kayak anak-anak”


Coco hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.


“Tapi kamu sayang kan?”goda Anti pada suaminya itu


“Pastinya”jawab kak Ilham sambil mencubit mesra hidung Anti


“Hei-hei..perasaan yang abis nikah aku ya..kenapa kalian malah yang umbar-umbar kemesraan sih”


“Ada yang pingin mesra-mesraan juga nih..ntar Vi..entar..abis acara”goda Anti padaku


Aku sampai membelalakkan mataku mendengar ucapan kakak ipar minim akhlak yang juga adalah sahabat baikku itu.


“Antiiii”gerutuku karena merasa kalah dengan godaan Anti.


“Udah jangan cemberut..nanti mesra-mesraan sama aku di kamar”


Aku jengkel karena Coco malah ikut-ikutan Anti menggodaku. Membuatku panas jadi kucubit saja pinggangnya.


“Aduh”


“Rasain..salah sendiri ikut-ikutan Anti godain aku”


Anti dan kak Ilham malah tertawa kenceng liat aku cubit pinggang Coco.


“Wah de’..udah KDRT itu namanya”ucap kak Ilham


“Biarin”jawabku ketus


“Udah jangan cemberut..aku minta maaf ya”ucap Coco lembut padaku


Aku pun mengangguk pelan.


Turun dari lift, aku dan Coco menunggu keluarga kami. Setelah semua berkumpul, kami masuk bersama-sama ke dalam ruangan ballroom hotel yang sudah disulap menjadi ruang resepsi pernikahanku dengan Coco. Sebuah panggung panjang sampai ke depan panggung pelaminan tempatku berjalan di kanan kirinya dihiasi bunga-bunga putih melingkar dan beberapa buket bunga segar berwarna pink. Desain panggung untuk resepsi pernikahanku mengusung konsep Korean wedding style. Karena aku memang ingin di hari bahagiaku, merasakan seperti pernikahan di drakor kesukaanku. Nuansa putih dan pink sangat kental di ruangan ballroom, karena kedua warna itu adalah warna kesukaanku. Putih dan soft pink atau dusty pink.


Konsep acara resepsiku adalah prasmanan. Sehingga di pinggir ruangan terdapat banyak sekali stand makanan yang dihidangkan untuk para tamu undangan yang sebagian besar adalah tamu dari Ayah Bunda dan Mama Papa serta beberapa temanku dan Coco. Sementara bagian tengah ballroom di samping panggung panjang tadi terdapat beberapa meja bundar dengan beberapa kursi yang sudah dihias dengan kain putih dan pita besar berwarna gold.


Aku dan Coco tak henti-hentinya tersenyum tanda kebahagiaan kami karena sudah resmi menjadi suami istri. Sampai di pelaminan, aku dan Coco menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang berjumlah kurang lebih 1000orang.


Saat teman-teman sesama senior PMR angkatanku datang memberi kami selamat, mereka seperti tim huru hara, yang datang beramai-ramai.


“Selamat ya Vi..Co..akhirnya kalian nyusul kita juga” ucap Nisa yang sudah jadi nyonya Dani, setahun kemarin


“Iya..selamat ya..akhirnya kalian nikah juga"ucap Denise


"Wahh..tambah panjang nih deretan temen-temen PMR kita yang nikah seangkatan”ucap Aryo yang sudah menikah dengan Denise lima bulan sebelum pernikahanku.


“Iya nih..harusnya kita bikin piala bergilir..yang pertama kan Zaga sama Bila, Arman sama Lily, Titan sama Nia, terus Anti sama kak Ilham, Dani sama Nisa, Aryo Denise, sekarang Vivi sama Coco, abis ini siapa lagi nih?”ucap Intan


“Eh..sampe lupa Dedi sama Vanya bentar lagi juga nyusul kan?”tanya Wilda


“Hei..Udah..udah..buruan..tamu yang lain masih banyak yang nunggu”pinta Titan mengingatkan teman-teman


Begitulah mereka jika kami sudah ngumpul, malah seperti tim huru hara. Akhirnya aku mengajak teman-teman berfoto bersama. Karena saking banyaknya mereka, akhirnya beberapa terpaksa ikut foto berdesak-desakan. Bahkan ada yang duduk di bawah.


Acara resepsi selama hampir dua jam itu, benar-benar melelahkan. Aku dan Coco harus berdiri terus tanpa jeda menerima ucapan selamat dari para undangan. Untung saja saat dirias tadi aku sudah sempat makan dan minum, sehingga aku tidak terlalu lapar. Yang kukeluhkan hanya satu. Kakiku capek banget bangetttt…Mana pake high heels lagi..Sumpah..nyiksa..


Sebelum acara resepsi berakhir, tiba-tiba Coco mengajakku turun panggung dan berjalan ke arah piano yang terletak di panggung samping grup band yang disewa WO untuk memeriahkan acara resepsiku.


“Kita mau ngapain Co?”bisikku padanya karena dia menarikku ke arah piano besar di sudut ruangan.


Dia hanya tersenyum.


“Yakk..sebelum acara resepsi ini kita akhiri, mempelai pengantin pria ingin memberikan sebuah persembahan cinta untuk pengantin wanita yang hari ini sedang berbahagia.. Mari para tamu undangan kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk mempelai pengantin pria, Marco” ucap MC


Seluruh tamu undangan yang masih ada di ruangan ballroom memberikan tepuk tangan pada Coco. Coco rupanya ingin memberiku kejutan dengan memainkan beberapa lagu untukku diiringi permainan pianonya sendiri.  Awalnya dia memainkan River flows in you milik Yiruma yang memiliki kenangan yang sangat dalam bagi kami berdua.


Selanjutnya Coco membawakan lagu Bukti karya Virgoun diiringi petikan gitar yang dimainkan Dedi dan beberapa teman ex-senior PMR. Aku menikmati setiap untaian kata-kata indah yang terlantun dari Coco. Dia menyanyikan lagu itu sambil menggenggam tanganku dan menatap mataku. Membuatku terbuai dalam kebahagiaan.


memenangkan hatiku


bukanlah satu hal yang mudah


kau berhasil membuat


ku tak bisa hidup tanpamu


menjaga cinta itu


bukanlah suatu hal yang mudah


namun tak sedetik pun


tak pernah kau berpaling dariku


beruntungnya aku dimiliki kamu


kamu adalah bukti


dari cantiknya paras dan hati


kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


tentang terang dan gelapnya hidup ini


kaulah bentuk terindah


dari baiknya Tuhan padaku


waktu tak mengusaikan cantikmu


kau wanita terhebat bagiku


tolong kamu camkan itu


 meruntuhkan egoku bukan satu hal yang mudah


beruntungnya aku dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)


 (semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati)


(semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati)


Akhirnya aku mengajak Coco bernyanyi bersama menyanyikan sebuah lagu cinta yang sangat indah berjudul Finally Found Someone milik Bryan Adams dan Barbra Streisand.


I finally found someone, that knocks me off my feet


Akhirnya kutemukan seseorang, yang membuatku berdebar


I finally found the one, that makes me feel complete


Akhirnya kutemukan seseorang, yang membuatku merasa sempurna


We started over coffee, we started out as friends


Kita memulainya dari minum kopi, kita memulainya sebagai teman


It's funny how from simple things, the best things begin


Sungguh lucu bagaimana dari hal-hal sederhana, hal-hal terbaik dimulai


This time it's different


Kali ini berbeda


It's all because of you,


Semuanya karenamu


It's better than it's ever been


Tak pernah sebaik ini


'Cause we can talk it through


Karena kita bisa membicarakannya


 Oohh, my favorite line was "Can I call you sometime?"


Oohh, kalimat kesukaanku adalah "Bolehkah aku menelponmu kapan-kapan?"


It's all you had to say


Hanya itu yang harus kau ucapkan


To take my breath away


Untuk membuatku berdebar-debar


This is it, oh, I finally found someone


Inilah, oh, akhirnya kutemukan seseorang


Someone to share my life


Seseorang yang kan berbagi hidup denganku


I finally found the one, to be with every night


Akhirnya kutemukan seseorang, yang kan bersamaku setiap malam


'Cause whatever I do,


Karena apapun yang kulakukan


It's just got to be you


Harus dirimu


My life has just begun


Hidupku baru saja dimulai


I finally found someone,


Akhirnya kutemukan seseorang


 I finally found someone


Akhirnya kutemukan seseorang


Did I keep you waiting,


Apakah aku membuatmu menunggu


I didn't mind


Aku tak keberatan


I apologize,


Aku minta maaf


Baby, that's fine


Kasih, tak masalah


I would wait forever


Aku rela menunggu selamanya


Just to know you were mine


Agar tahu bahwa kau memang milikku


You know I love your hair,


Kau tahu aku suka rambutmu


Are you sure it looks right?


Apakah kau yakin rambutku baik-baik saja?


I love what you wear,


Aku suka yang kau kenakan


Isn't it the time?


Tak salah waktu kan?


You're exceptional,


Kau istimewa


I can't wait for the rest of my life . . .


Aku tak bisa menunggu seumur hidupku..