
Selama kuliah, tak banyak hal yang terjadi padaku. Karena yang aku alami sama seperti yang dialami mahasiswa keperawatan lainnya. Belajar teori dan praktek yang berkaitan dengan keperawatan. Tugas kuliah yang seakan tak ada habisnya. Studi kasus yang mengasah otak dan belajar berkolaborasi dengan teman-teman mengerjakan tugas kelompok, sudah seperti makanan pokok kami para mahasiswa keperawatan.
Selama kuliah, aku juga berusaha sebisa mungkin untuk tidak tampil terlalu menonjol. Karena mengingat kenangan selama di SMA dulu. Setelah menang lomba prince and princess yang mengubah kehidupan masa SMA-ku. Sehingga di bangku kuliah aku tergolong mahasiswa yang pendiam. Namun, mungkin karena penampilanku secara fisik yang sekali lagi membuatku malah sering diingat oleh para dosen dan kakak tingkat.
Mahasiswa cowok di kampusku tidaklah banyak, sehingga kadang mereka jadi rebutan para mahasiswi di kampus. Kebetulan ada kakak tingkat yang lumayan good looking. Namanya kak Sandy. Di antara mahasiswa tingkat atas dan tingkat bawah sepertiku, kak Sandy adalah idola kampus.
Walaupun penampilannya tidak semenarik Aldi atau Coco tapi ya karena minimnya jumlah mahasiswa cowok di kampusku, membuat kak Sandy menjadi salah satu yang paling menonjol. Bahkan Chika dan Lala sering mengatakan padaku bahwa kak Sandy naksir aku. Aku sih tak percaya begitu saja cerita mereka. Karena menurutku kak Sandy orangnya memang ramah. Tak hanya padaku, tapi pada semua orang.
“Kamu tuh terlalu polos, lugu, naif apa stupid sih Vi?”gerutu Chika waktu itu.
“Emang kenapa?”tanyaku tak terima dibilang stupid.
“Jelas-jelas kak Sandy tuh naksir kamu lho..kamu bisa tanya semua temen kita..pasti mereka juga mengiyakan”
“Kamu tuh jadi cewek yang lebih tegas napa sih Vi? Gregetan aku liat kamu”ucap Lala yang biasanya kalem ikut sewot dan memarahiku.
“Kak Sandy kan orangnya emang gitu..sama semua orang juga gitu”kilahku
“Kamu bilang dong sama kak Sandy..jangan deketin kamu. Kamu udah sama Aldi. Gitu dong..biar ga jadi fitnah”sungut Chika berapi-api
“Kenapa bawa-bawa Aldi sih Chik? Aku sama Aldi kan juga Cuma temen”
“Makanya kalian cepetan jadian..biar kak Sandy ga deketin kamu terus..kasihan Aldi Vi..digantungin terus sama kamu”ucap Chika.
Mereka berdua memarahiku waktu itu, karena tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba di kampus muncul berita kalo aku dan kak Sandy udah jadian. Padahal aku sama sekali tak pernah jadian dengan kak Sandy. Chika dan Lala yang tahu aku seperti apa, sengaja mendesakku untuk meluruskan berita hoax itu dengan cara mengatakan langsung pada kak Sandy bahwa aku udah sama Aldi. Chika dan Lala berspekulasi bahwa berita itu sengaja dibuat kubu kak Sandy untuk memuluskan rencananya jadian denganku.
“Kalian kebanyakan liat drakor tuh..makanya jadi ga realistis..mana mungkin kak Sandy yang nyebarin berita itu?”tanyaku
“Siapa tau kan Vi? Dia sengaja bikin berita itu biar semakin deket sama kamu? Kayak di drakor-drakor itu”tambah Lala
“Sadar La..ini dunia nyata..bukan dunia fantasi seperti di drakor..Siapa tau kak Sandy malah korban dari berita hoax itu seperti aku” ucapku untuk menyadarkan Lala
“Kenapa malah belain kak Sandy sih Vi ? korbannya disini tuh jelas-jelas kamu..Gara-gara berita hoax itu, kamu malah yang udah dibenci sama kakak tingkat"
Dan bagaimanapun juga, ucapan Chika ada benarnya. Karena sejak gossip tak berdasar itu, aku jadi dibenci kakak tingkat. Terutama kak Diana, kakak tingkatku yang juga sangat dekat dengan kak Sandy. Bahkan banyak yang mengira mereka pacaran. Dan aku dituduh jadi pihak ketiga diantara mereka. Berasa udah jadi pelakor aja deh gara-gara gossip itu.
Pernah waktu itu, saat di kantin kampus. Waktu aku, Chika dan Lala sedang jajan di kantin, sambil menunggu Aldi cs. Karena kebetulan Aldi cs, sore itu masih ada praktek blok Chest Problem.
Lagi enak-enaknya ngobrol, tiba-tiba tiga orang kakak tingkat datang melabrakku. Dialah kak Diana, gebetan kak Sandy.
“Kamu yang namanya Vivi ya?”tanya kak Tiara, teman kak Diana
“Iya kak, ada perlu apa ya kak?”tanyaku
Dari auranya, aku bisa membaca dengan jelas, kedatangan mereka bertiga tidak mungkin tanpa maksud apa-apa.
Mendengar itu, Chika yang langsung naik pitam. Dia langsung berdiri berhadapan dengan kak Sarah dan kak Tiara.
“Kalo ngomong jangan asal nuduh ya kak..kakak punya bukti kalo yang nyebarin fitnah itu Vivi?”bentak Chika
Aku menarik tangan Chika supaya dia duduk lagi ke kursinya.
“Kamu siapa ikut-ikutan nyolot..yang aku tanya kan Vivi..bukan kamu..jadi jangan ngegas ya?”seru kak Diana sambil melotot ke arah Chika.
“Maaf kak, Chika memang gampang emosi. Bukan kak, aku sama sekali ga tahu siapa yang sudah nyebarin fitnah seperti itu..aku sama kak Sandy ga ada hubungan apa-apa..itu semua Cuma gossip kak”
“Bohong”sahut kak Sarah.
“Terserah kakak mau percaya atau ga..yang jelas aku udah bilang aku sama kak Sandy ga ada hubungan apa-apa”kataku
“Bener kak..lagian Vivi juga udah punya pacar kok..ngapain ngrebut pacar orang”bela Lala
“Udah La..kalian diem aja..biar aku yang nyelesein masalah ini”ucapku pada Chika dan Lala yang ikutan emosi aku dilabrak kak Diana.
“Emosi tau aku liat kamu digituin..jelas-jelas mereka ga jadian..Vivi juga udah punya pacar, lebih ganteng dari kak Sandy malah..ngapain malah nyebarin gossip murahan kayak gitu”sungut Chika membelaku.
“Jadi kamu udah punya pacar?”tanya kak Diana
Belum sempat aku jawab pertanyaan kak Diana, Chika yang sudah emosi membara malah yang menjawabnya.
“Iya..Vivi udah punya pacar..anak FK U*S”jawab Chika
Ditengah-tengah pertengkaran Chika dan kak Diana, kebetulan Aldi cs sudah datang.
“Ada apa ini?”tanya Agus dari kejauhan mungkin karena mendengar suara Chika yang emosi
Kak Diana cs yang melihat kedatangan Aldi cs kulihat mundur beberapa langkah dan mengamati mereka bertiga. Kak Diana menyilangkan tangannya di dada.
“Siapa diantara kalian bertiga pacarnya Vivi?”tanya kak Diana pada Aldi cs.
Tanpa komando, Agus, Benny, Chika dan Lala kompak menunjuk Aldi.
“Dia”jawab mereka berempat hampir bersamaan.
Aldi seperti bingung mendengar pertanyaan mendadak kak Diana. Kak Diana yang tak begitu saja percaya, langsung berdiri berhadapan dengan Aldi.
“Kenapa kamu ga jawab? Kamu pacarnya Vivi?”tanya kak Diana
“Iya”jawab Aldi tegas