
“Aldi?”
Ternyata Aldi yang memanggil namaku. Dia berdiri dua baris di depanku.
“Kalian saling kenal?”tanya lelaki yang disindir Chika tadi
Aldi mengangguk dan tersenyum. Senyumnya yang manis. Membuatku juga ikut tersenyum. Akhirnya Aldi dan temannya mempercepat geraknya untuk membiarkan kami mengambil makanan. Setelah masing-masing dari kami mendapat makanan, kami pun menuju ke kasir lalu berjalan ke salah satu meja yang kosong. Hari itu Aldi yang mentraktir kami berenam. Kebetulan Aldi juga bersama dengan 2 temannya, Benny dan Agus.
“Kak Vivi kuliah di U*S juga?”tanya Aldi
Aku menggeleng sambil tersenyum.
“Aku kuliah di kampus sebelah”
“Oo..calon perawat?”tanya Benny
“Iya”jawabku.
“Kamu ambil jurusan apa Al?”tanyaku
“Kami calon dokter”jawab Agus.
“Siapa yang nanya kamu..main serobot aja..ga sopan banget”gerutu Chika pada Agus.
Chika dan Agus malah berantem. Membuat kami berempat harus melerai keduanya. Kami pun menikmati makan siang kami bersama-sama. Sesekali kami bercanda dan tertawa bersama.
Dari yang kulihat, Aldi sekarang sudah lebih dewasa. Secara penampilan dia juga semakin menarik. Kelihatannya dia sering ngegym, karena otot tubuhnya semakin terbentuk. Badannya juga terlihat lebih kekar dari terakhir kali aku bertemu dengannya setahun yang lalu. Saat perpisahan dan wisuda kelas XII.
“Kabar Dila gimana?”
“Oo..dia baik-baik aja kak. Dila sering nanyain kak Vivi. Kak Vivi ganti nomor hp ya? Aku telpon nomor kakak yang dulu ga bisa-bisa”
Aku hanya tersenyum.
“Gimana kabar Coco? Aku dengar dia kuliah ke China ya kak?”
Deg..
Kenapa Aldi mesti menanyakan tentang Coco?
“Coco? Siapa dia Vi?”tanya Lala dan Chika hampir bersamaan.
Selama ini aku tak pernah bercerita tentang Coco pada Chika dan Lala, sehingga mereka tahunya aku jomblo.
“Dia…”belum sempat aku menyelesaikan penjelasanku Aldi sudah memotong ucapanku.
“Dia teman kak Vivi di SMA dulu”jawab Aldi sambil memandang ke arahku.
“Ooo..kirain pacarmu Vi..kamu kan jomblo”seloroh Chika
Entah apa yang ada dalam pikiran Aldi waktu itu. Mendengar ucapan Chika, dia langsung menatap ke arahku dengan ekspresi kaget. Dan aku hanya bisa menutupi semua itu dengan tersenyum.
Akhirnya pembicaraan tentang Coco teralihkan berganti dengan topik seputar kuliah kami. Sepanjang percakapan kami berenam, Agus dan Chika terus-terusan berantem. Keduanya sepertinya saling bertolak belakang. Tapi kenapa aku malah melihat mereka cocok ya?
Ditengah-tengah obrolan dan makan siang kami, tiba-tiba hp Aldi berdering. Aldi mengangkat telpon itu yang rupanya adalah video call dari Dila.
“Kak Al dimana?”tanya Dila
“Ni baru makan siang. Kamu udah nyampe?”tanya Aldi
“Udah. Kakak cepetan pulang. Bete nih di apartemen sendirian”ucap Dila
“Mama kemana?”
“Ada meeting sama temen dokternya disini. Cepetan pulang kak”pinta Dila
Aldi yang memang duduk di sampingku, tiba-tiba menggeser posisi duduknya sehingga wajahku kelihatan juga di layar hp nya.
“Kak Vivi? Beneran itu kak Vivi..aaaaaaa”teriak Dila dengan ekspresi kaget melihat wajahku.
Aku tersenyum melihat ekspresi kagetnya yang sangat menggemaskan. Aku pun melambaikan tanganku ke arah layar.
“Halo Dila. Apa kabar?”sapaku pada Dila
“Kak Vivi kemana aja? Dila kangennn..Dila berkali-kali nelpon kakak, tapi nomor kakak udah ga aktif”rengek Dila
“Kak Al?”
“Apa?”
“Ajak kak Vivi kesini ya?”
“Enak aja main nyuruh-nyuruh..emang kak Vivi nganggur”
“Kak Vivi, abis ini ada acara ga?”tanya Dila
“Ehmm..enggak sih”
“Perfect..kak Vivi main kesini ya kak, ke apartemen kak Al. Aku tungguin ya..Aku dah kangen banget sama kakak”rengek Dila.
Aku melihat ke arah Aldi. Aku tak mau kehadiranku justru merepotkan dia dan keluarganya.
“Ga papa nih Al? Aku ga mau ngrepotin lho”
“Aku ga repot kok.. Aku juga bawa mobil sendiri.. nanti abis nganter Benny sama Agus, kita ke apartemenku. Gimana? Kak Vivi longgar ga nih?”
“Udah..kalian pergi aja berdua. Kasihan adikmu nungguin kalian kelamaan” ucap Chika
“Lhah terus kita berdua jalan kaki ke kosan gitu Al?”tanya Agus
“Kalo kalian mau, kita bisa antar kok. Tadi kami bawa dua motor kesini”ujar Lala
“Gimana Ben?”tanya Agus pada Benny
“Aku sih ga masalah”jawab Benny
“Ya udah..kalian naik motorku aja. Aku boncengan sama Lala”ujar Chika
Akhirnya setelah berdiskusi, Benny dan Agus pulang ke kos mereka naik motor Chika dan Lala. Mereka berempat berboncengan. Benny dengan Lala. Chika dan Agus. Sementara aku ikut Aldi ke apartemennya. Setelah berpamitan pada Chika dan Lala, aku pun naik mobil Aldi. Mobil tipe SUV berwarna merah itu entah kenapa kembali mengingatku pada mobil Coco waktu di SMA dulu.
“Kenapa bengong kak?”tanya Aldi melihat aku yang mematung disamping pintu mobil yang dibukakan Aldi.
“Ah..ga papa”jawabku setelah ketahuan melamun.
Sepanjang perjalanan ke apartemen Aldi, kami berbincang-bincang banyak hal.
“Kak Vivi dah putus sama Coco?”tanya Aldi mengagetkanku.
“Ehmm..Begitulah”jawabku singkat sambil tersenyum. Senyum yang kupaksakan.
“Kenapa? Karena Coco kuliah ke China?”tanya Aldi lagi.
“Karena beberapa faktor. Maaf ya Al, aku sedang tak ingin membahas hal itu”ucapku
“Maaf kak kalo aku udah bikin kakak ga nyaman. Aku hanya heran saja. Kulihat dulu kalian baik-baik saja. Kalian juga saling suka. Bahkan aku pikir kalian akan terus bersama sampai menikah”ujar Aldi
Mendengar kata-kata Aldi, membuat hatiku seperti ditusuk duri. Sakit. Karena jauh dilubuk hatiku yang terdalam aku masih sangat mencintai Coco.
“Kita tak tahu seperti apa hari esok. Kadang jalan hidup yang kita lalui sekarang, akan mengantarkan kemana, kita juga tak tahu kan Al..semua adalah misteri Illahi. Kita hanya perlu menjalani hidup ini sebaik mungkin”
“Kakak benar..Dulu aku pikir dengan melepaskan kakak, aku juga akan bahagia. Tapi lihat kita sekarang. Takdir justru mempertemukan kita seperti ini. Mungkinkah itu yang namanya jodoh?”tanya Aldi
“Al”Lidahku terasa kelu.
Aldi yang sedang menyetir, melirikku sepintas sambil tersenyum.
“Tapi aku senang bisa bertemu dengan kakak”
Aku hanya sanggup menepiskan tatapanku dengan melihat ke arah jendela mobil di sampingku. Sambil menikmati keramaian jalanan yang dipenuhi kendaraan yang lalu lalang.
“Gimana kabar kak Anti? Apa masih sama kak Ilham?”tanya Aldi
“Anti, dia baik-baik saja. Dia sekarang kuliah di Surabaya. Anti masih sama kak Ilham. Mereka sekarang satu kota, udah ga LDR-an lagi”
“Wahh..pasti mereka seneng banget bisa bersama ya kak?”
Aku hanya mengangguk.