
Lomba perayaan Ulangtahun Sekolah yang ke 52 tahun, beda dari tahun sebelumnya. Tahun itu, aku dan Coco kembali dipasangkan menjadi kontestan prince and princess school 20XX. Beda, karena tahun itu aku sedang bermasalah dengan Coco. Sedang Perang Dingin.
Awalnya aku menolak dipilih menjadi kontestan. Aku minta tahun ini jangan aku yang dipilih. Yang lain saja. Aku menolak mentah-mentah. Tapi teman-teman terus memaksa.
“Prince and princess tahun ini kalian lagi yang maju ya..Vivi sama Coco” pinta Fenda
“Iya..kalian kan udah dua kali juara..tahun ini kita pasti juara”ucap Bila
“Yang lain aja ya?”
“Kenapa Vi”
“Ayahku pasti ga akan setuju. Tahun kemarin adalah terakhir aku ikut kontes itu”alasanku
“Yahhh…masak tahun ini kalian ga maju sih? Bisa-bisa kelas kita kalah dong sama kelas yang lain” rengek Syifa
“Iya Vi”
“Apa jangan-jangan karena kalian udah putus makanya kamu ga mau Vi?”tanya Nisa.
“Hahahaa..kata siapa? Jadian aja enggak mana mungkin putus, ya ga Co?”tanyaku pada Coco dengan senyum yang kupaksakan.
“Hemmm”jawabnya singkat dengan ekspresi datar.
Sifatnya yang menyebalkan mulai kumat.
“Ya udah kalo gitu kamu aja yang maju Vi..biar kelas kita bisa menang”
“Semoga aja tahun ini, kelas kita bisa jadi juara utama”
Teman-teman terus membujukku. Apalagi aku dan Coco adalah juara bertahan. Pemenang 2 tahun berturut-turut. Teman-teman ingin membuat kenangan terindah di kelas XII dengan memenangkan semua kategori lomba.
Aku pun akhirnya memilih mengalah. Walaupun melihat Coco, aku sudah malas. Aku takut sakit hati lagi. Dengan semua sikap dan ucapannya padaku.
Jika tahun sebelumnya, aku dan Coco berlatih bersama menyelaraskan nada dan irama kami. Tahun ini latihan menjadi kacau balau. Selain karena dia masih sibuk persiapan olimpiade provinsi, aku dengan bazar PMR ku, hubungan kami yang sedang perang dingin membuat semakin susah menyatukan kami. Sekalinya jadwal kami bisa kompak, suasana latihan benar-benar tidak mengenakan.
Pernah waktu itu, menentukan lagu saja kami sampai harus bertengkar. Sikapnya yang menyebalkan kambuh. Bahkan lebih parah. Mungkin karena sekarang kami sudah lebih dekat ketimbang di kelas X. Dia bisa marah-marah tanpa alasan yang jelas.
Awalnya aku memilih lagu jepang milik Utada Hikaru, First Love. Menurutku lagu itu bagus. Mungkin karena lagu itu mewakili perasaanku saat itu pada Coco.
Saigo no kisu wa tabako no flavor ga shita
Ciuman terakhir kita..Terasa seperti rokok
Nigakute setsunai kaori
Sedikit berbau pahit dan menyakitkan
Ashita no imagoro ni wa
Pada saat ini besok,
Anata wa doko ni irundarou
Aku ingin tahu dimana kau berada?
Dare wo omotterundarou
Aku ingin tahu siapa yang kau pikirkan?
You are always gonna be my love
Kau selalu akan menjadi cintaku
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
Bahkan jika suatu hari aku jatuh cinta pada orang lain
Aku akan ingat untuk mencintai sebagaimana yang kau ajarkan padaku
You are always gonna be the one
Kau selalu akan menjadi satu-satunya
Ima wa mada kanashii love song
Sekarang ini masih lagu cinta sedih
Atarashi uta utaeru made
Sampai aku bisa menyanyikan sebuah lagu baru
Tachidomaru jikan ga
Waktu berhenti
Ugoki dasouto shiteru
Apakah akan bergerak
Wasureta kunai kotobakari
Tapi aku tak ingin melupakan
Ashita no imagoro niwa
Pada saat ini besok,
Watashi wa kitto naiteru
Aku pasti menangis,
Anatawo omotterundarou
Aku mungkin memikirkanmu
You will always be inside my heart
Kau akan selalu berada di dalam hatiku
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
Selalu ada tempat hanya untukmu
I hope that I have a place in your heart too
Aku berharap bahwa aku memiliki tempat di hatimu juga
Now and forever you are still the one
Sekarang dan selamanya kau masih satu-satunya
Ima wa mada kanashii love song
Sekarang ini masih sebuah lagu cinta sedih
Atarashii uta utaeru made
Sampai aku bisa menyanyikan lagu yang baru
Lagu ini sangat bagus. Lagu lama yang bercerita tentang patah hati. Lagu sedih memang. Sesedih hatiku saat ini. Sedih karena berpisah dengan dirinya Cinta Pertamaku, My First Love.