Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
Berbagi Tips



Coco ternyata tipe cowok yang sangat romantis. Pernah satu ketika, saat kami kencan, kami main ke café milik kakak Dedi. Di sana dia memainkan sebuah lagu untukku dengan gitar yang ada di café itu.


Dia menyanyikan lagu Everything I Do milik Bryan Adams.


Walaupun beberapa kali dia salah chord, tapi aku hargai usahanya menyanyikan lagu itu. Aku selalu senang mendengarkan dia menyanyikan lagu untukku.


Berikut ini adalah lirik lagu itu :


Look into my eyes - you will see


Tataplah mataku - kau kan melihat


What you mean to me


Arti dirimu bagiku


Search your heart - search your soul


Carilah di hatimu - carilah di jiwamu


And when you find me there you'll search no more


Dan saat kau temukan aku di situ kau tak perlu lagi mencari


Don't tell me it's not worth tryin' for


Jangan katakan itu tak layak dicoba


You can't tell me it's not worth dyin' for


Jangan katakan itu tak layak diperjuangkan sampai mati


You know it's true


Kau tahu benar adanya


Everything I do - I do it for you


Segala yang kulakukan - kulakukan untukmu


Look into my heart - you will find


Lihatlah hatiku - kau kan temukan


There's nothin' there to hide


Tak ada yang tersembunyi


Take me as I am - take my life


Terima aku apa adanya - terima hidupku


I would give it all - I would sacrifice


Kan kuberikan semua - aku kan berkorban


Don't tell me it's not worth fightin' for


Jangan katakan itu tak layak diperjuangkan


I can't help it - there's nothin' I want more


Aku tak bisa menahannya - tak ada lagi yang kumau


Ya know it's true


Kau tahu benar adanya


Everything I do - I do it for you


Segala yang kulakukan - kulakukan untukmu


*


*


*


*


*


*


*


*


Sejak aku jadian dengan Coco, aku mulai jarang berkomunikasi lagi dengan Aldi. Kadang ketika kami berpapasan di kantin, atau saat berpapasan di lorong sekolah, Aldi seperti tak mengenalku. Dia menghindariku. Padahal dulu dia yang selalu ada disampingku.


Ingin rasanya aku bicara empat mata dengan Aldi. Berterimakasih padanya sudah menemaniku selama ini. Dan mengungkapkan hubunganku dengan Coco yang sebenarnya pada Aldi. Tapi Aldi selalu menghindariku. Membuatku merasa bersalah.


Aku berkesempatan berbicara dengan Aldi saat pelaksanaan EPSP (Evaluasi Pengangkatan Senior PMR). Karena sekarang aku sudah pensiun jadi senior PMR maka aku dan teman-teman sesama ex-senior PMR berkunjung menengok acara EPSP. Seperti yang dulu juga dilakukan kak Ilham cs. Kami datang saat hari mulai menjelang malam. Saat mendekati waktu pensi.


Aku datang bersama dengan Coco. Anti datang bersama kak Ilham. Daniel dan Dedi datang bersama Vanya dan Delia. Sementara teman-teman yang lain berboncengan menuju lokasi EPSP.


Kedatanganku dan teman-teman serta para alumni mirip konvoi tamu penting. Karena iring-iringan motor dan mobil kami yang jumlahnya lumayan banyak. Lebih banyak dari jumlah alumni yang datang saat EPSP angkatanku setahun sebelumnya. Kebetulan sebelum kami berangkat ke lokasi, kami berkumpul dulu di sekolah baru  kemudian kami berangkat beramai-ramai.


Karena kami tiba saat acara pensi, para senior angkatan Aldi, memaksa para ex-senior dan para alumni untuk unjuk kebolehan. Dan apesnya aku dipaksa untuk memeriahkan acara pensi.


“Yakkk..ditengah-tengah kita sudah hadir pasangan prince and princess sekolah kita..Senior PMR kita yang multitalenta, Kak Vivi dan kak Marco”ucap MC acara


Semua orang bertepuk tangan menyambut kami. Aku tentu saja malu dengan sambutan meriah mereka itu.


“Iya..mereka pemenang tiga tahun berturut-turut lhoo..luar biasa”ucap MC yang lain


“Selain aktif organisasi, mereka juga mengembangkan potensi mereka di bidang yang lain”


“Iya..kak Marco ini juga juara olimpiade Math tingkat provinsi ya kak..wahhh..luar biassa”


“Bisa kasih bocoraan dikit kak..gimana caranya bisa juara tiga tahun berturut-turut prince and princess?”tanya MC acara pensi.


MC lalu menyodorkan mic padaku dan Coco


“Ehmm..makasih ya untuk sambutannya..tips ya? Apa ya? hehehehe” aku menengok ke arah Coco dengan ekspresi memelas. Karena aku bingung harus ngomong apa.


“Kalo dari aku sendiri sih, ga ada tips apa-apa karena memang aku sendiri waktu lomba ya, cuma berusaha sebaik mungkin”jawabku


“Nervous ga kak? Kalo aku pasti nervous banget..tapi lihat kak Vivi kayaknya PD banget”


“Ga juga..tahun pertama aku nervous banget bahkan tangan dan kakiku sampe gemetaran,  ya ga Co?”


Coco hanya tersenyum dan mengangguk. Membuat semua orang tertawa mendengar jawabanku.


“Kalo dari kak Coco sendiri, ada tips biar menang”tanya MC lagi


“Kalo dari aku, sebelum lomba kita mesti persiapkan apa yang mau kita tampilkan. Kan dua tahun terakhir acaranya lebih simple. Hanya jalan di karpet merah lalu unjuk kebolehan. Kalo dulu tahun pertama, ada sesi Uji Kepandaian, jadi sebisa mungkin kita jawab pertanyaan sebaik-baiknya”


“Mungkin tips dari aku, latihan itu penting. Seperti aku dan Vivi, sebelum perform kami pasti latihan dulu. Walaupun ga maksimal, tapi akan lebih baik jika kita bisa persiapan jauh-jauh hari sebelumnya. Tips yang kedua, kita mesti saling support dan saling percaya”


Mendengar tips kedua Coco, membuat semua orang malah bertepuk tangan dan tertawa.


“Ini masih bahas tips lomba prince and princess kan kak? Takut salah fokus”ucap MC


Coco tersenyum mendengar godaan adik kelas.


“Iya masih”jawab Coco


“Ohh..kirain tadi tips pacaran ala kak Vivi dan kak Marco”sahut MC yang lain


Sekali lagi semua orang bersorak mendengar perkataan MC yang menggoda kami. Aku  malu sekali mendengar godaan adik kelas.


“Iya kak..silahkan diteruskan tips nya tadi”


“Iya..tips kedua kita harus saling percaya. Karena lomba ini kan team work. Kami berkolaborasi bersama. Jadi saat jalan atau saat perform kita harus saling support dan saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Sehingga performance kami bisa bagus. Itu aja sih tips dari aku”ungkap Coco


“Oke..makasih kak Vivi dan kak Marco untuk tips-tips nya. Barangkali tahun depan ada dari peserta EPSP ini atau mungkin senior PMR tahun ini yang akan meneruskan perjuangan kakak berdua”


“Sama-sama”jawabku dan Coco bersamaan.


Aku sampai menengok ke arah Coco karena jawaban kami yang bersamaan tadi.


“Wahhh..jawab aja bisa barengan gitu..pantas aja tiga tahun juara” goda MC


Peserta, panitia dan para alumni yang ada di lapangan ikut tertawa mendengar godaan MC. Aku dan Coco benar-benar jadi bulan-bulanan MC.