Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
A thousand Years



A thousand Years adalah sebuah lagu yang dipopulerkan oleh seorang penyanyi Amerika bernama Christina Perri. Lagu yang juga merupakan sountrack sebuah film terkenal yaitu The Twilight Saga : Breaking Dawn. Sebuah lagu cinta yang sangat indah. Lagu itu bercerita tentang perjuangan seorang wanita dalam menunggu pujaan hatinya.  Lelaki yang dicintainya. Tetapi wanita itu takut untuk mengungkapkan perasaannya, karena takut jika cintanya akan bertepuk sebelah tangan. Namun kemudian si wanita menemukan keberanian untuk akhirnya mengungkapkan semua yang ia rasakan pada pria pujaan hatinya. Si wanita mulai berani, setelah yakin si pria juga merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Perasaan cinta yang berbalas.


Lagu itu mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan dalam menunggu seseorang yang sudah lama kita cintai pada akhirnya akan berakhir manis, saat kita yakin dia juga merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Kesetiaan dan kesabaran pasti akan berbuah manis pada akhirnya. Hingga bersatu juga dengan belahan hati kita.


Berikut ini penggalan lirik A thousand Years yang aku dan Coco nyanyikan bersama pada lomba sekolah ke 51 tahun :


Heart beats fast


Jantungku berdebar kencang


Colors and promisses


Warna-warni dan janji-janji


How to be brave


Bagaimana agar berani


How can I love when I'm afraid to fall?


Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?


But watching you stand alone


Namun melihatmu sendirian


All of my doubt suddenly goes away somehow


Segala bimbangku mendadak hilang


One step closer


Selangkah lebih dekat


I have died every day waiting for you


Tiap hari aku tlah mati karena menantimu


Darling don't be afraid


Kasih jangan takut


I  have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


Time stands still


Waktu berhenti berputar


Beauty in all she is


Segala tentangnya begitu indah


I will be brave


Aku akan berani


I will not let anything take away


Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja


What's standing in front of me


Apa yang menghalangi di depanku


Tiap tarikan nafas


Every hour has come to this


Tiap jam telah sampai di sini


One step closer


Selangkah lebih dekat


And all along I believed I would find you


Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu


Time has brought your heart to me


Waktu tlah membawa hatimu padaku


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


Indah bukan?


Kami membawakan lagu itu dengan sangat baik. Iringan piano Coco sangat pas dengan suaraku. Aku dapat bernyanyi dengan baik. Sesekali kami saling melempar senyuman saat sedang perform. Mungkin karena terlalu menghayati lagu itu, sehingga kami membawakan lagu itu seperti pasangan kekasih yang sedang kasmaran. Sampai-sampai di akhir perform kami, Pak Willy meledek kami,


“Kalian sedang pacaran ya?”tanya pak Willy mengagetkan kami berdua. Aku sampai tersipu malu mendengar komentar Pak Willy.


“Enggak pak..kami ga pacaran kok”jawabku lalu kutengok ke arah Coco, dia juga sepertinya malu. Pipinya jadi memerah. Karena kulitnya putih, membuat pipinya memerah terlihat sangat jelas. Kami jadi salah tingkah di panggung.


Akhirnya pemenang kontes diumumkan.


Kami JUARA 1. Yyyyeeeeeyyyyyy….


Aku dan Coco sangat senang. Kami bisa meraih juara pertama, setelah tahun kemarin juga peringkat pertama. Aku bahagia sekali. Selesai lomba, aku minta Coco memfotoku. Padahal dia lama memfotoku, tapi kenapa hanya ada dua foto ya di hp ku? Aneh! Dia bilang tadi hasilnya ngeblur. Ya udahlah.


Seperti biasa, wajahnya yang tampan benar-benar seperti vitamin mata bagiku. Dia juga berpose layaknya model professional. Dengan ekspresi yang sedikit saja, hasil fotoku benar-benar bagus. Saat itu dia berfoto dengan tangan kanannya memegang jendela kaca dan menatap keluar jendela dengan ekspresi wajah yang serius. Foto kedua dia berfoto dengan menatap ke arah kamera, dengan salah satu tangannya dimasukkan dalam saku celana. Gantengnya itu lho..kebangetaan..












Perayaan Hari Kartiniku di kelas XI juga lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena aku tak mau dibilang MEDUSA lagi, maka tahun ini aku biarkan rambutku tergerai saja.


Daripada nanti diejek Coco lagi. Aku tak mau. Walaupun sebenarnya dia sudah minta maaf padaku. Tepatnya ya, sebelum perayaan Kartini tahun ini. Walaupun aku sudah memaafkannya tapi kenangan disebut MEDUSA membuatku teringat kenangan itu terus.