Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
Cerdas Cermat



Setelah acara pendirian tenda, upacara pembukaan EPSP pun dilaksanakan. Pembukaan dipimpin oleh Pembina PMR kami, Bu Ratih. Setelah itu dilakukan briefing acara. Tiap perwakilan kelompok diberikan rundown acara selama EPSP. Tujuannya agar peserta mengetahui rincian kegiatan dan waktu pelaksanaan sehingga diharapkan peserta bisa mengikuti setiap acara dengan lebih tepat waktu.


Karena hari sudah menjelang petang, acara kemudian dilanjutkan dengan ishoma sampai sholat isya’. Setelah sholat isya’, semua peserta berkumpul di aula, untuk mengikuti kegiatan Praktek Pertolongan  Pertama. Pertolongan Pertama (PP) adalah Pemberian pertolongan segera kepada  penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Sebagai anggota PMR, ketrampilan praktek PP merupakan salah satu ketrampilan yang wajib dimiliki seorang anggota PMR Wira seperti kami. Masing-masing anggota kelompok mempraktekkan pertolongan pertama di depan semua peserta dan panitia.


Peserta diminta mempraktekkan langkah-langkah pertolongan pertama. Meliputi pemeriksaan keadaan, pemeriksaan dini, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan dorsal, pemeriksaan berkala dan pelaporan. Peserta juga diminta mempraktekkan penanganan PP pada kecelakaan seperti penanganan korban jika pingsan, patah tulang, luka baik luka ringan maupun luka berat, luka pada mata dan luka mimisan.


Semua panitia tampak sibuk mengurusi acara agar dapat berjalan dengan lancar. Termasuk aku. Masing-masing panitia melaksanakan tugasnya sesuai pembagian tugas yang sudah diberikan. Kebetulan aku kebagian mengurusi acara Pre test Materi Kepalangmerahan dan Lomba Cerdas Cermat. Aku kebagian ikut tim pembuat soal Cerdas Cermat. Lomba CC (Cerdas Cermat) kali ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama penyisihan grup, kemudian diambil tiga besar kelompok terbaik untuk maju ke babak final. Pada penyisihan grup, masing-masing kelompok yang terdiri dari tiga orang, mengerjakan 40 soal pilihan ganda, selama 30 menit. Soal terkait dengan materi kepalangmerahan.


Babak final adalah babak yang paling seru dan paling menegangkan. Aku sebagai juri juga ikut deg-degan karena masing-masing kelompok menunjukkan kemampuan terbaiknya. Babak final terdiri dari tiga babak. Babak pertama, masing-masing kelompok diberikan 5 soal singkat. Babak kedua, hampir sama dengan babak pertama tetapi jika kelompok yang ditanya tidak bisa menjawab maka pertanyaan akan dilempar pada kelompok berikutnya. Sementara babak terakhir adalah babak adu cepat. Ketiga kelompok diberikan pertanyaan yang sama. Kelompok yang tercepat menjawab dan jawabannya betul maka akan mendapatkan skor 100. Tetapi jika salah menjawab maka skor dikurangi 100.


Pada babak adu cepat, kejar mengejar angka terjadi sangat sengit. Pertanyaan yang kami berikan juga bersifat umum. Tidak hanya terkait materi kepalangmerahan, tetapi juga materi umum, pengetahuan umum. Bahkan gossip terkini pun diberikan oleh tim juri.


“Siapa nama pemeran..Captain America?”


“Robert Downey **.”jawab salah satu peserta dengan penuh semangat


“Salah, minus 100 untuk grup A”


“Yahhh..kok Robert sih, jawab cepet salah”keluh salah satu peserta menyalahkan temannya.


“Chris Evans”


“100 untuk grup C”


“Yeeyyyy”


Pertanyaan adu cepat terdiri dari hampir 100 soal singkat yang memang dibuat semenarik mungkin. Kadang cenderung nyeleneh supaya seru.


“Nyanyikan jargon iklan yak**t”


“Cintai ususmu..minum yak**lt tiap hari”jawab salah seorang peserta sambil menirukan jargon iklan minuman susu


fermentasi yang sangat terkenal.


“100 untuk grup C”


“Pertanyaan selanjutnya, berapa lama..masa hamil..”


“Sembilan bulan”jawab salah satu peserta tanpa mendengar pertanyaan juri.


“Salah..minus 100 untuk grup B”


“Makanya dengarkan dulu pertanyaannya ya?”


“Berapa lama..masa hamil gajah?”


“Hahahahaha”semua peserta dan panitia tertawa mendengar pertanyaan itu


“Wahh..susah ini..”keluh beberapa peserta


Peserta menggeleng-geleng karena memang  pertanyaan itu susah. Tidak semua orang tahu jawabannya.


“Gimana ada yang tahu..grup A?”


“Grup B?”grup B juga menggeleng


“Grup C?”grup C angkat tangan


“Oke..penonton? Ada yang tahu jawabannya?”tanya Denise selaku MC lomba CC


Coco mengangkat tangannya.


“Yak..ternyata panitia, jawabannya apa kak?”


“Dua puluh dua bulan”jawab Coco dengan lantang


“100 untuk panitia” Coco tersenyum bangga


Semua bertepuk tangan pada Coco. Anak itu memang jago kalo pelajaran Biologi. Karena cita-citanya adalah menjadi dokter, sama seperti kakak keduanya. Kejar mengejar angka terus terjadi sampai akhirnya tiba pertanyaan terakhir.


“Oke..ini pertanyaan terakhir. Siap-siap ya..Sebutkan..nama pemain pria dan wanita ..”


“Wahh..film lagi nih..nyerah aku dah”ucap salah satu peserta.


“Film twilight?”


“Kristen steward”


“Kurang lengkap..pemain prianya belum”


“Kristen steward dan Edward Collin”


“Hahahahaha..”kami tertawa mendengar jawaban peserta, karena Edward Collin adalah nama karakter di film twilight itu  sendiri.


“Masih salah..minus 50”


“Kristen Steward dan..dan..anu..siapa itu..aduhhh..oya, Robert pattison”


“100 untuk grup C”


“Yeyyyyy”


Akhirnya Lomba CC itu dimenangkan oleh grup C, kelompok 5 putri yang terdiri dari Felicia, Sandra dan Mira, dedeknya Arsy.


Setelah lomba CC, hari sudah menunjukkan jam 24.00 malam. Acara dilanjutkan dengan Motivasi dan Renungan Malam. Acara dilaksanakan di tengah lapangan. Dalam acara ini, kami mengundang para alumni PMR tahun-tahun sebelumnya untuk hadir dan mengisi acara tersebut. Termasuk juga angkatan kak Ilham yang sudah kelas XII ikut hadir juga. Para alumni yang datang lumayan banyak. Para alumni PMR ini memang dikenal sangat loyal terhadap almamaternya. Mereka tak segan membantu kami, yang masih aktif menjadi pengurus dalam setiap kesempatan.


Kedatangan para alumni biasanya  dimanfaatkan sebagai ajang reuni para alumni PMR karena biasanya mereka sudah terpencar. Kuliah beda kota. Sehingga dengan adanya acara EPSP ini, selain memberikan motivasi pada anggota baru, mereka juga reuni dengan teman-teman satu angkatannya, dengan kakak kelas sebelum mereka.


Dalam acara itu, peserta diberikan motivasi untuk bisa melanjutkan keberlangsungan ekskul PMR sekolah kami. Mereka diberikan motivasi untuk terus berprestasi, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam kegiatan PMR. Mereka diminta bisa melanjutkan estafet kepengurusan dan melanjutkan tradisi juara yang selama ini selalu melekat pada ekskul PMR.


Dalam acara renungan malam, setiap peserta diminta menutup mata, kemudian baik panitia maupun alumni memberikan wejangan dan nasehat yang menyentuh. Terkadang saking emosionalnya, tak jarang membuat kami para panitia, yang sebentar lagi “pensiun”, meneteskan airmata. Apalagi jika renungan itu dikaitkan dengan orangtua. Bagaimana kita membalas budi orangtua? Apakah kita sudah berbuat baik pada kedua orangtua kita?


Sudahkah kita membahagiakan dan membuat mereka bangga? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu biasanya langsung membuat kami terharu. Bahkan beberapa peserta juga ikut menangis karenanya.


Kadang kita memang perlu melakukan renungan, untuk merenungi semua yang sudah kita lalui dalam hidup. Yang sudah kita perbuat. Self talk. Berbicara atau berdialog dengan diri sendiri, secara positif tentunya. Positive Self talk akan sangat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku kita sendiri.