Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
EXTRA PART (12) Bodohnya aku!



Aku senang karena Coco mengabulkan keinginanku pergi ke SunMor. Terbayang di kepalaku aku akan berjalan-jalan sambil menikmati keramaian SunMor besok pagi.


Selama santap malam itu, kami berdelapan bisa ngobrol dengan santai. Meskipun aku tetap saja tak nyaman dengan tatapan Aldi padaku. Berulang kali saat tatapan mata kami bertemu, secepat kilat aku coba tepiskan tatapanku agar tak bertemu. Aku juga memilih bermanja pada Coco. Membuat Rena berkali-kali protes padaku.


“Hei..kalo mau mesra-mesraan bisa ga sih ga di depan kita-kita yang masih single ini?”protes Rena


“Hehehe..maaf ya Rena” ucapku pada Rena


“Kamu sih Co”protesku pada Coco yang baru saja mengelap sisa makanan di bibirku.


“Aku kenapa? Kan tadi ada sisa makanan di mulutmu. Cuma ngelap doang kenapa sewot?”tanya Coco


“Ya iya..ngelap doang..nah kita-kita yang masih single ini kan jadi baper liat kalian mesra gitu”ucap Rena tak kalah sengit dengan Coco


“Udah-udah..kalian kalo ketemu mesti berantem deh”


Aku akhirnya memilih membahas tentang rencana babymoon ku di Jogja pada Dila, Chiara dan Rena. Mereka malah ingin ikut aku pergi jalan-jalan ke pantai.


“Rencana sih besok senin aku mau ke pantai”


“Wahh..pasti enak banget bisa maen ke pantai. Apalagi kalo senin, pasti nanti pantainya sepi”ucap Dila


“Bener banget..aku jadi pingin ikut ke pantai”sahut Rena


“Kalian emangnya ga ada kuliah besok senin?”tanyaku pada mahasiswi-mahasiswi cantik itu.


“Kalo aku sih cuma 2 jam doang..itupun agak siang, iya kan Chia?”tanya Dila


“Iya..jam nya Pak Adrian”bisik Chiara lirih takut ketahuan yang punya jadwal ngajar.


Hihihihi..mereka lucu sekali. Kulihat Adrian hanya melirik sepintas ke arah Chiara dan Dila. Dia lalu ngobrol lagi dengan Arsy. Entah apa yang mereka bicarakan dari tadi.


“Kalo kamu gimana Rena?”tanyaku


“Huffft..jadwalku lumayan padat. Tapi kalo bolos sehari ga papa kali ya?”jawab Rena


“Kamu mau dapet nilai D?”tanya Aldi pada Rena


Rena langsung memasang wajah cemberut begitu mendengar ucapan Aldi.


“Pokoknya aku mau bolos sehari aja”ucap Rena dengan tegas sambil menatap Aldi.


Aku lihat Rena dan Aldi sangat bertolak belakang. Kalo mereka sampai jadian, pasti bakal berantem mulu. Semoga saja mereka berjodoh..aamiin


“Ya udah kalo gitu besok senin kita ikut kak Vivi ke pantai ya?”ajak Rena pada Chiara dan Dila.


Dila dan Chiara membalasnya dengan menganggukkan kepala hampir bersamaan. Kulihat mereka juga antusias jalan-jalan ke pantai.


“Dila..kamu ga boleh bolos”ucap Aldi pada Dila


“Ayolah kak! Sehari aja..Lagian kuliahku cuma dua jam”bujuk Dila pada Aldi


“Kalo kamu bolos, aku bilang mama”ancam Aldi


“Al..biarin Dila nemenin aku ya? Boleh kan?”bujukku


“Tapi Vi..”


“Sayang..Kenapa kamu ikutan? Kalo mereka ga bisa ikut ke pantai ya udah”ucap Coco sambil menatap ke arahku dengan ekspresi wajahnya yang menahan marah.


Aduhh..gawat! Kenapa aku lupa kalo Coco ada di sampingku sih? Gara-gara kasihan sama Dila dan ingin membantunya supaya bisa ikut aku ke pantai, aku malah membujuk Aldi di depan suamiku sendiri. Bodohnya aku!


Akhirnya Coco terus diam sepanjang santap malam kami berdelapan. Aku merasa benar-benar menyesal sudah membujuk Aldi tadi. Aku seperti menggali kuburanku sendiri dengan membujuk Aldi di depan Coco suamiku sendiri. Padahal jelas-jelas Coco ga suka Aldi.


Setelah makan malam, aku berpamitan pada Dila, Rena, Chiara, Aldi, Arsy dan Adrian. Lalu aku kembali ke kamar hotel. Sampai di kamar, Coco terus mendiamkan aku.


Dia duduk di sofa sambil menonton TV.


“Co?”


“Hemm”


Ok fix! No debat! Coco marah..


Hiks..hiks..Kenapa kamu bodoh sekali sih Vi? Kenapa kalo ngomong ga pernah mikir dulu?


Coco berdehem tanpa melihat ke arahku. Dia terus menonton TV dengan wajahnya yang terlihat dingin. Aku pun berjalan mendekati suamiku tercinta. Aku duduk di pangkuan suamiku sambil kulingkarkan tanganku di lehernya.


“Maaf ya Co”ucapku dengan nada memelas


Ini kenapa wajahnya masih dingin gini?


“Cuuuppp”


Kucium pipi Coco berharap Coco melunak padaku.


Yess..Coco menatapku. Mata kami bertemu.


“Maaf ya sayang”ucapku sambil kusandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.


“Niatku tadi cuma mau bantuin Dila. Aku ga ada maksud lain. Percaya deh”


Kudongakkan kepalaku menatap Coco.


“Jangan marah ya? Aku minta maaf. Aku ga ada maksud buat kamu marah”


Kenapa Coco masih diam aja sih? Aku sudah minta maaf dari tadi tapi dia cuma melihatku.


“Co..maaf. Jangan marah lagi ya? Aku tadi keceplosan bilang gitu ke Aldi”


“Aku sama sekali ga ada niatan bikin kamu cemburu. Aku tadi beneran Cuma mau bantuin Dila. Karena aku lihat Dila pingin banget maen ke pantai. Kan lumayan kalo besok pas ke pantai banyak temennya. Kamu jangan marah lagi ya?”


“Kamu tahu, sejak lihat dia masuk resto tadi rasanya darahku udah mendidih. Ditambah kamu merajuk ke dia seperti itu. Rasanya…”


“Maaf Co..aku salah..aku tau aku salah..maaf”ucapku sambil terisak


Entah kenapa mendengar Coco menahan amarahnya sejak Aldi masuk resto membuatku semakin merasa bersalah. Apalagi tadi sebelum ke resto aku belum sempat ijin juga kalo Aldi akan bergabung makan malam bersama kami. Aku merasa sudah menyakiti suamiku sendiri.


Airmataku mengalir semakin deras. Hatiku sedih mendengar Coco yang terus menahan amarahnya karena harus semeja dengan “saingannya”. Meskipun dia tahu, selamanya hatiku hanya untuk Coco. Tapi Coco selalu merasa tak rela jika ada Aldi diantara kami.


“Udah..jangan nangis lagi”ucap Coco sambil mengusap airmataku yang terus menetes.


“Maaf” hanya kata itu yang sanggup aku ucapkan karena kenyataannya sekali lagi aku membuat Coco marah dan cemburu karena adanya Aldi. Lelaki dari masa laluku.


Coco kemudian mencium bibirku dengan lembut untuk menenangkanku.


“Udah..jangan nangis lagi”


Kuhapus sisa airmata di wajahku. Coco kemudian membelai rambutku dengan lembut. Dengan posisiku yang masih duduk di pangkuannya. Aku kemudian berpindah duduk di sampingnya.


Karena lelah setelah seharian jalan-jalan, aku akhirnya memilih mandi air hangat terlebih dahulu. Selesai mandi, ganti Coco yang mandi. Sambil menunggu Coco selesai mandi, kupijat perlahan kakiku yang rupanya sedikit bengkak karena kupakai jalan-jalan seharian. Kuselonjorkan kakiku di ranjang sambil kupijat perlahan.


“Kakimu kenapa?”tanya Coco begitu selesai mandi


“Ah..gapapa..agak bengkak dikit rupanya. Dipijit bentar pasti sembuh”ucapku


Coco kemudian duduk di tepi ranjang, sambil menatap kakiku yang agak bengkak. Tiba-tiba Coco menarik kakiku lalu memijitnya.


“Ga usah Co..aku bisa sendiri kok. Kamu juga pasti capek”kataku sambil menghalau tangan Coco yang mulai memijit kakiku dengan lembut.


“Ga papa sayang..lihat! Kakimu sampai bengkak seperti ini. Ke SunMor-nya ditunda dulu aja”


“Ga Mau”


“Kok ga mau kenapa?”


“Co..SunMor itu kepanjangan Sunday Morning, jadi adanya cuma hari minggu pagi. Ini cuma bengkak dikit doang. Besok pagi pasti udah mendingan. Pokoknya besok ke SunMor ya? Boleh ya?”bujukku pada Coco


“Vi..”


“Co..pliss!”kataku sambil mengatupkan kedua tanganku di depan dada memohon pada Coco dengan wajah memelas.


Aku menghamburkan tubuhku dan semakin mendekat ke arah Coco lalu memeluk tubuh besar Coco. Kurasakan tangan Coco yang juga memelukku dari belakang. Kami berpelukan dengan erat. Kupejamkan mataku dalam dekapan Coco. Dapat kudengar detak jantung Coco dan kurasakan sapuan nafasnya di wajahku.


“Kalo ada maunya aja manja banget”goda Coco padaku


Coco menarik daguku hingga kepalaku mendongak ke atas menatap wajah tampan lelaki yang sangat kucintai. Aku tersenyum padanya. Diapun membalas senyumku dan mencium bibirku dengan lembut. Ciuman yang sangat lembut hingga membuat kami berdua terbuai dalam rentetan ciuman yang semakin lama semakin menggairahkan. Membuat tubuhku segera meresponnya hingga hawa panas memenuhi tubuhku.


Kudorong pelan tubuh besar Coco hingga ciuman panas kami berakhir.


“Bobo ya?”


Coco langsung memasang wajah memelas. Membuatku tertawa geli karenanya. Padahal beberapa jam sebelumnya, wajah itu begitu sangar. Seperti harimau yang siap menerkamku dengan kuku dan taringnya yang tajam.


Segera kutangkup wajah tampan yang terlihat sangat menggemaskan jika sudah memelas seperti ini.


“Ya udah..tapi bentar aja ya..aku capek”


Wajah itu langsung sumringah begitu mendapat “lampu hijau” dariku. Walaupun sebenarnya aku sudah sangat lelah namun melihat wajah memelas Coco, membuatku sangat tak tega. Akhirnya kubiarkan Coco melanjutkan permainan yang sudah dimulainya tadi. Permainan panas yang tubuhku pun tak mampu menolaknya.


Penyatuan dua jiwa antara suami istri yang saling mencintai. Membawa jiwa kami merengkuh nikmatnya surga dunia bersama.


Capek? Sudah pasti.


Hanya sebentar? Tentu saja..


TIDAK! Mana ada ceritanya seperti itu.


Tapi namanya juga ibadah, harus dilakukan dengan ikhlas. Apalagi ibadah berpahala, hihihihihi..


Setelah melewati malam panas kami berdua, kini aku berada dalam dekapan Coco. Dengan tubuh dipenuhi dengan peluh. Hasil karya kami semalaman, hahahaha..


Karena aku belum mengantuk, akupun mengajak Coco ngobrol sebentar. Walaupun aku juga tahu, Coco sangat kelelahan setelah melewati malam panas kami. Bahkan kedua mata Coco sudah terpejam.


“Co?”


“Hemm”jawab Coco dengan malas


“Besok boleh ya ke SunMor? Aku janji cuma bentar doang. Okey? Boleh ya?”pintaku pada Coco


Coco yang sebelumnya terpejam malah membuka matanya lalu mengecup keningku.


“Pingin banget?”


Aku mengangguk pelan.


“Boleh ya?”


“Cuma bentar lho ya?”


“Makasih sayang”


Kukecup pipi Coco sebagai imbalan karena sudah mengijinkanku menikmati SunMor besok.


“Udah ya..bobo..besok biar ga kesiangan”


Aku mengangguk lalu kupejamkan mataku. Kami tidur sambil berpelukan.