Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
Kemesraan



Setelah acara motivasi dan renungan malam, peserta diperbolehkan kembali ke tenda untuk beristirahat. Para alumni ada yang memutuskan pulang, ada juga yang memutuskan tetap tinggal. Dan kami, beberapa panitia, memilih untuk bergadang. Karena memang belum mengantuk.


Tidak semua panitia ikut bergadang, mereka memilih tidur karena sudah mengantuk. Ada juga yang kebagian patroli malam. Terutama panitia cowok. Untuk mengecek peserta yang mungkin belum tidur supaya segera  tidur. Atau untuk sekedar berjaga mengawasi lingkungan lokasi EPSP. Supaya tidak ada penyusup atau tamu tak diundang yang datang mengganggu malam-malam.


Kami duduk melingkar di sekitar api unggun. Kami ngobrol bersama dan bercanda bersama. Sempat mereka menggodaku dan Coco. Karena mereka penasaran dengan hubungan kami berdua. Mungkin karena kami sudah lebih dekat sehingga mereka pikir kami sudah jadian.


“Hei princess sama prince, kalian tega ya..udah jadian kenapa ga ada makan-makan?”goda Denise pada kami berdua.


Aku yang tak menyangka pertanyaan Denise sampai membelalakkan mataku.


“Hei kata siapa?”tanyaku


“Iya..kalian nih jadian ga bilang-bilang”tambah Dani


“Ya ampun, itu info darimana? Kita ga jadian kok..ya kan Co? Cuma teman doang”jawabku cepat.


Aku takut Coco salahpaham dikira aku yang menyebarkan gossip itu.


“Helehh..udah ketahuan malah ga mau ngaku”seloroh Arman


“Iya..dikira kita ga bisa mencium aroma jadian kalian berdua”tambah Denise


“Sumpah ya..kita ga jadian..Co, ngomong dong..malah diam aja”pintaku pada Coco sambil refleks aku pukul lengannya.


“Aduhh..”dia mengelus lengannya yang baru kupukul.


“Bantuin jawab dong..jangan diam”ucapku sambil melotot. Dia yang melihat aku melotot malah tertawa cekikikan, membuatku tambah kesal.


“Nah itu..main pukul aja..”goda Dani


Coco memillih diam tak menanggapi pertanyaan teman-teman sementara aku sibuk mengklarifikasi gossip kami jadian.


“Udah..udah..ga usah ngurusi mereka. Mending kita nyanyi aja”usul Arsy


Kami pun menyanyi bersama diiringi dengan permainan gitar dari beberapa diantara kami. Waktu itu panitia cowok yang memang jago-jago main gitar memainkan gitarnya. Sementara kami, panitia cewek yang masih bertahan, bernyanyi bersama mereka. Kami menyanyi beberapa lagu seperti Separuh Aku milik Noah, Sempurna milik Andra and the backbone, Cinta ini membunuhku milik D’masiv,  Bila aku jatuh cinta milik Nidji dan beberapa lagu lainnya. Ternyata cowok-cowok angkatanku menyukai lagu-lagu grup band Indonesia. Kata mereka itu karena chord nya mudah diingat dan lagunya juga bagus-bagus.


Lagu favorit yang biasanya dinyanyikan saat di dekat api unggun adalah lagu lawas yang tak pernah lekang dimakan jaman, milik Iwan fals yaitu Kemesraan. Lagu yang bahkan aku belum lahir saat lagu itu dibuat. Dan saat itu, aku dan Coco diminta teman-teman duet menyanyikan lagu itu. Kebetulan lagu itu adalah salah satu “hymne” PMR dan pramuka di sekolahku. Terlalu sering mendengar lagu itu saat kegiatan, terutama saat kegiatan api unggun membuat lama-lama kami jadi hafal.


“Mau nyanyi lagu apa lagi nih?”tanya Coco sambil meminjam gitar yang baru saja dipakai Arsy.


“Ayo, sekarang kalian duet..gimana setuju apa ga?”tunjuk Ira padaku dan Coco lalu bertanya pada teman-teman yang lain.


Aku yang duduk bersebelahan dengan Coco langsung menoleh ke arahnya. Kulihat dia malah senyum-senyum saja.


“Usul yang bagus tuh..Ayoo kalian duet..”pinta Shakira


“Du-et..du-et” seru teman-teman meneriaki ami untuk duet.


Ini kenapa malah aku dipojokkan begini sih? Disuruh duet lagi..


“Hayukkk..siapa takut”ucapku bersemangat


Teman-teman langsung bertepuk tangan begitu mendengar aku setuju berduet dengan Coco.


“Lagu apa?”tanyaku pada Coco


“Itu aja..lagunya Iwan Fals?”usul Ana


“Iya..bener..bagus itu”tambah Aryo


Aku dan Coco saling berpandangan.


“Gimana?”tanyaku


“No problem”jawabnya mantap


“Aku bantuin Co”ucap Dedi membantu sahabatnya itu.


Aku tanya karena setahuku Coco belum terlalu mahir bermain gitar. Keahlian Coco itu bermain piano. Bukan gitar. Beda dengan Arsy, Aryo, Dedi atau Dani. Kalau mereka sudah tak perlu ditanya lagi. Akhirnya aku dan Coco berduet diiringi petikan gitar Coco dan Dedi. Lagu Kemesraan milik Iwan Fals memang sangat bagus dan romantis. Lagu ini mempunyai makna kesederhanaan dan kebersamaan. Untuk sanggup mencicipi kebersaman yang indah tidak perlu bermewah-mewah. Cukup menikmati keindahan alam dan bersama orang yang disayangi semua akan terasa indah. Maka orang-orang yang bersama tersebut tidak ingin cepat berlalu.


Suatu hari..Dikala kita duduk ditepi pantai


Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi


Burung camar terbang bermain diderunya air


Suara alam ini..Hangatkan jiwa kita


Sementara..Sinar surya perlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu..Mengalunkan melodi tentang cinta


Ada hati..Membara erat bersatu


Getar seluruh jiwa..Tercurah saat itu


Kemesraan ini..Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini..Inginku kenang selalu


Hatiku damai..Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai..Jiwa ku tentram bersamamu..


 


Kebersamaan dengan dia malam itu sangatlah indah. Sesekali aku melirik padanya dan dia ternyata menatap ke arahku. Membuat jantungku selalu tak karuan jika didekatnya. Lirik lagu itupun seakan mewakili perasaanku malam ini. Aku berharap kemesraan ini takkan cepat berlalu karena hatiku merasa damai dan jiwaku tentram bersamamu.