Stuck With My First Love

Stuck With My First Love
Bersatu denganmu



Kulihat Coco dengan santainya berjalan ke arah lemari pakaian sambil mengeringkan rambutnya. Senyumnya padaku kenapa seperti menggodaku? Apa malam pertama selalu membuat pengantin wanita gelisah sepertiku?


“Aku pikir tadi kamu sudah tidur? Rupanya kamu menungguku ya?”goda Coco sambil memakai kaos yang ada di lemari.


Kenapa Coco malah pakai baju disini sih? Kenapa tidak di kamar mandi saja? Dia benar-benar mau mengerjaiku.


“Apa kau akan melihat kesini? Aku mau pakai celana dulu”goda Coco lagi


Mendengar ucapan Coco, aku langsung membalik badanku kearah berlawanan dengan berkali-kali mengumpat Coco dan diriku sendiri.


“Kenapa ga pake baju nya di kamar mandi sih Co?”protesku


“Hahahaa..kenapa? Apa kau memikirkan yang bukan-bukan?”


“Hahahaha..Mana mungkin..kau bercanda kan? Hahaha..”aku tertawa dengan suara yang kupaksakan.


Aku segera berpindah ke sisi ranjang yang lain, tanpa merubah posisi tubuhku. Sebaiknya aku tidur saja dulu..pura-pura mengantuk saja lebih aman sepertinya..


“Huaammpp”aku pura-pura menguap


“Aku bobo dulu ya Co..udah ngantuk banget”


Aku segera menarik selimut. Hiasan angsa dan mawar-mawar itu aku tak mau memikirkannya lagi. Menambah beban pikiran saja.. Biarlah berserakan, yang penting aku selamat..


Aku terus memegangi dadaku yang malam ini sudah berlompatan kemana-mana.


“Sayang..apa kau sudah bobo?”ucap Coco sambil memegang pundakku. Aku pura-pura tidur. Kupejamkan saja mataku.


“Bangunlah sebentar..apa kau lupa pesan pak penghulu tadi sebelum kita tidur?”tanya Coco


Aku langsung membuka mataku. Oh ya? Aku lupa..tadi pak penghulu berpesan, sebelum malam pertama, aku dan Coco harus membaca doa dan melaksanakan dua rakaat sholat Sunnah. Akhirnya kami melaksanakan sholat Sunnah dua rakaat. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa indah, kala kami dapat melaksanakan sholat


berjamaah berdua. Membuat perasaanku yang sebelumnya tak karuan, kini berganti dengan perasaan penuh ketenangan. Kebahagiaan dapat beribadah bersama suamiku. Dan kala dia mencium keningku dengan lembut, membuatku merasa menjadi wanita paling bahagia.


Hari sudah semakin larut. Kini aku sudah berada di atas ranjang di dalam pelukan suamiku tercinta.


Aku pun mengangguk pelan. Namun aku sekarang sudah pasrah, karena aku sadar sepenuhnya melakukan hubungan suami isteri di malam pertama adalah salah satu ibadah. Jadi walaupun aku gugup, galau gundah dan gelisah, namun semua ini adalah salah satu bentuk ibadah antara suami istri. Sunnah Rasul.


Coco mengecup keningku lembut kemudian mengambil hp nya. Membuka-buka artikel di mbah google. Setelah itu membacakan doa sambil mengusap-usap ubun-ubunku. Pertama Coco membaca doa setelah sholat Sunnah, yang lafalnya :


Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummazuqnii minhum warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khairin, wa farriq baynanaa idza farraqta ilaa khairin.


Artinya:


"Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan."


Kemudian Coco membaca doa sebelum berhubungan intim, yang lafalnya :


Allahumma jannibnasy wa jannibisy syaithon maa rozaqtanaa


Artinya:


"Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami."


Selesai membaca doa, Coco mengembalikan hp nya di atas nakas di samping ranjang. Kemudian Coco menatap wajahku dengan sangat lembut. Aku dan Coco mengucap basmallah bersama, kemudian Coco mendekatkan tubuhnya padaku. Jantungku berdegup sangat kencang karena tak tahu apa yang harus aku lakukan.


Aku merasakan sensasi yang tak bisa aku jabarkan dengan kata-kata. Membuatku merasakan getaran-getaran aneh yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.


“Sayang..i love you”ucapnya


“I love you too” ucapku padanya dan kukecup bibir lembutnya


Malam itu menjadi saksi bersatunya kami berdua. Coco memperlakukan aku dengan sangat lembut. Membuat aku pun ikhlas dengan setiap perlakuannya padaku. Malam pertama yang sangat berkesan dalam hati kami berdua.


Aku lihat Coco sangat kelelahan. Karena setelah melewati malam pertama kami, kudengar nafasnya yang mulai teratur berarti Coco sudah tidur. Sementara aku yang tadinya mengantuk, entah kenapa malah sulit terpejam. Mungkin reaksi tubuhku dan Coco berbeda. Coco yang kelelahan langsung tertidur pulas. Sementara aku justru semakin sulit memejamkan mataku. Aku terus saja terjaga.


Akhirnya aku mencoba menutup mataku dan tidur dalam pelukan Coco. Sungguh bersamanya adalah kebahagiaan terindah dalam hidupku.