SINTRU

SINTRU
SINTRU - 10



By : Tiara Sajanaka


🌼"Kamu benar-benar tidak mau memberitahuku?" desakku sambil terkekeh.


Dia menggeleng.


"Sebaiknya, kamu fokus dengan urusan kita."


"Eits, urusan kita? Urusan kalian kaleee.. Kenapa aku jadi terlibat disini?"


"Semua sudah diatur sedemikian rupa. Itu sebabnya kamu yang akhirnya membantu kami."


"Kenapa aku selalu berurusan dengan para astral? Hidupku sendiri di dunia material juga penuh liku-liku."


"Kalian beruntung menjadi manusia. Sebesar apapun masalah kalian, kalian selalu memiliki solusi dan jalan keluarnya."


"Bukankah kalian hidup lebih lama dari manusia? Semestinya kalian lebih bijak dalam menghadapi setiap permasalahan."


"Kami tetap membutuhkan manusia untuk membantu masalah kami."


"Aneh ya, kalian boleh meminta bantuan pada manusia. Dan itu tidak dikatakan sesat. Tapi manusia tidak boleh meminta bantuan kalian."


"Kebanyakan yang meminta bantuan para astral, adalah orang-orang yang sudah hilang pemikiran logis. Jelas-jelas kami tidak bisa menyentuh benda didunia material. Tetap saja mereka meminta bantuan."


"Ntahlah, aku tidak paham tentang hukum itu. Yang aku tahu, selama ini aku memiliki hubungan dengan dunia astral. Bahkan aku sering mengembara disini. Aku tidak peduli kalau ada yang menyebut diriku sesat."


"Itu sebabnya, kami lebih mudah memintamu datang. Kamu tidak ketakutan saat bertemu dengan kami."


"Sebenarnya ada rasa takut juga. Apalagi kalau bertemu pertama kali. Aku harus memastikan dari jenis apa astral yang bertemu denganku."


"Tapi, kamu cepat bersikap tenang. Hal itu yang membuat kami memberimu julukan."


"Haha..ntah apa julukanku. Yang pasti, aku tidak mau energiku terserap oleh kalian."


"Kalau begitu, sebaiknya kamu segera menemui pria muda itu." desaknya.


"Baiklah, aku ingin masalah ini cepat selesai. Agar aku tidak harus bolak-balik kesini."


"Sebaiknya begitu," ucapnya sambil melihat kearah sekeliling.


Dia terlihat sedikit gelisah.


"Apa kamu akan bersamaku?"


"Tidak, kami tidak bisa mendekati rumah itu. Selama asap gaharu masih mengelilingi rumah."


"Bukankah aroma gaharu adalah pemanggil entitas supranatural?"


"Kamu itu lucu.Selama ini, kamu mempelajari tentang supranatural dan spiritual. Kenapa hal seperti itu saja, tidak tahu?"


"Tunggu, selama ini aku hanya mendengar rumor tentang aroma gaharu dan kemenyan. Tapi tidak pernah berfikir untuk mengetahui tentang rumor itu."


"Kalian memang sering terbolak-balik dan menilai semua hal sebagai sesuatu yang salah. Tanpa memahami makna yang sebenarnya."


"Ternyata kamu pintar dan bijak ya," ucapku heran.


"Kamu itu, seperempat dari usiaku saja belum ada. Tentu aku sudah melewati masa lebih lama darimu." ketusnya.


"Lalu, kenapa kalian tidak berani mendekati rumah yang memiliki aroma gaharu?"


Aku terkejut saat dia mengatakan itu.


Rupanya rumor itu adalah rumor yang tidak benar.


"Asap gaharu, kemenyan atau semua aroma wewangian yang dibuat untuk beribadah, adalah wewangian yang dapat membuat kami pusing dan linglung."


"Apa sedahsyat itu?"


"Kamu tahu, kenapa para dukun dan paranormal menggunakan kemenyan saat melakukan ritual?"


"Bukannya itu untuk memanggil kalian?"


"Ngaco!"


"Lha, selama ini kan memang seperti itu,"


"Yang membuat kami bisa datang, adalah mantra pemanggil. Bukan aroma kemenyan."


"Jadi, apa fungsi kemenyan itu?"


"Kamu tahu perbedaan kemenyan dan gaharu?"


"Ya. Kemenyan dari getah pohon kemenyan atau pohon Boswellia. Sedangkan gaharu adalah kayu dari pohon gaharu."


"Benar. Dan yang sering digunakan adalah kemenyan. Gaharu mahal untuk ritual seperti itu."


"Widih, tahu mahal dia," kekehku.


"Kami tahu, mana yang berkualitas dan mana yang tidak."


"Lalu, kenapa kemenyan selalu digunakan untuk suatu ritual?"


"Kemenyan maupun aroma wewangian dari pembakaran itu, membuat kami dalam kondisi lemah atau melayang."


"Apa seperti efek obat-obatan psikotropika?"


"Bahkan lebih keras dari itu. Kami seperti berputar-putar didalam kepulan asap itu."


"Kalau benar seperti itu, kenapa kalian jadi begitu mematuhi para dukun atau paranormal?"


"Dalam kondisi linglung dan bingung, apa kamu bisa berfikir jernih?


Atau kamu bisa menolak dan melepaskan diri dari kungkungan aroma itu?"


"Separah itu? Tapi, setelahnya, kalian kan bisa menghindar dan menolak?"


Wanita itu tidak sempat menjawabku.


Ketika tiba-tiba dia melesat dengan cepat.


Sepertinya ada yang membuatnya harus meninggalkanku sendirian.


Aku melihat ke sekeliling, mencari sesuatu yang membuatnya pergi secepat itu.


🍃🍃