
By: Tiara Sajanaka
🌼"Ibu tidak memiliki kehidupan lagi?" tanyaku gusar.
"Ceritanya sedikit panjang, Lira. Kamu juga tidak akan bisa memahami jalan cerita kehidupan saya."
"Lalu sudah berapa lama ibu berada disini?"
"Sejak saya masih remaja. Sekitar usia 15 tahun."
"Sekarang?"
"Kamu tidak sopan. Tidak baik menanyakan usia seseorang." ucapnya lembut.
"Bukan seperti itu madsud saya bu."
"Lalu seperti apa madsudmu?" sahutnya ramah.
"Madsud saya, berapa lama ibu berada disini?"
"Mungkin sudah seratus tahun lebih."
Aku terkejut mendengar ucapannya. Seratus tahun? Sedangkan wanita itu masih terlihat cukup muda untuk usia seratus tahun.
"Kamu terkejut?"
"Ibu terlalu muda untuk usia seratus tahun."
"Seperti itu keadaan disini, Lira. Kita tidak mengalami proses penuaan secara ekstrim seperti di dunia manusia."
"Wah, pantas saja mereka tetap terlihat muda. Padahal usia mereka sudah ratusan tahun."
Wanita itu tersenyum.
Dia memandangku lembut.
"Lira, apa yang membuatmu tidak ingin bersama dengan Rasyid? Apa dia tidak cukup baik untukmu?"
"Bukan seperti itu, ibu. Rasyid sangat baik. Dan saya mencintai dia dengan sungguh-sungguh. Tetapi, saya telah memiliki ikatan lain dengan pria dari dunia astral." jawabku pelan.
"Ternyata, kamu memang memiliki kekuatan dan pesona tersendiri buat para pria itu."
"Bukankah ibu juga seperti itu?"
"Tidak Lira. Saya tidak seberuntung kamu. Hidup saya terlalu menyedihkan saat menjadi manusia. Sampai Dokter menemukan saya, dan membawa ke kediamannya."
"Bukankah itu juga suatu keberuntungan, Bu?"
"Menjadi manusia adalah hal tertinggi dari perputaran reinkarnasi. Saat telah menjadi manusia, lalu kembali menjadi penghuni dunia astral di dimensi ke tiga, itu bukan keberuntungan. Tapi, hukuman."
"Saya tidak mengerti. Bukankah tadi ibu juga menanyakan tentang saya. Kalau hal itu adalah suatu hukuman, kenapa ibu menanyakan hubungan saya dengan Rasyid?" tanyaku santun.
"Apa ibu menjadi vampir?"
"Hahah..Lira..Lira. Tidak semua makhluk tanpa jiwa adalah vampir. Saya memang tidak memiliki lagi unsur kehidupan sebagai manusia. Tetapi Dokter memberiku kehidupan baru."
"Tetapi, kenapa tangan ibu sangat dingin? Itu artinya, ibu masih memiliki tubuh material."
"Benar.Saya tidak lagi memiliki nyawa dan jiwa. Hanya tubuh material dan sukma. Saya hidup, tetapi tidak benar-benar hidup. Yang membuat saya hidup, adalah teknologi milik Dokter."
Kuhela nafas panjang. Aku mengerti dengan semua ucapan beliau. Dokter mengunakan energi buatan untuk memberinya nyawa.
Mungkin seperti batray atau nyawa buatan.
Tetapi, apa bisa nyawa buatan diciptakan?
"Menurut saya, ibu sangat beruntung memiliki kehidupan disini. Walaupun sebenarnya didalam dunia manusia, ibu sudah tidak ada."
"Saya yatim piatu, Lira. Kerabat ibu dan kerabat bapak, menolak menjaga saya. Tapi mereka mengambil semua milik kedua orang tua saya."
"Kenapa mereka begitu jahat. Bersikap dzalim pada anak yatim piatu itu, sangat berat hukumannya."
"Benar, mereka harus membayar semua kejahatannya. Bahkan keturunan mereka harus ikut menanggung dosa-dosa dan kejahatan yang mereka lakukan."
"Dokter sangat baik. Dia juga membuat ibu bahagia disini."
"Ya, Dokter sangat baik." ucapnya lembut.
Aku memandang wajahnya dan mengamati dengan seksama.
Wanita yang cantik. Tetapi tubuhnya sangat dingin. Sungguh kontras dengan suhu tubuh para astral ditempat ini.
Mereka memiliki unsur api yang besar. Itu sebabnya, berada didekat mereka kita akan merasakan seperti berada didepan api unggun.
"Apa ibu pernah berkunjung ke dunia manusia?"
"Tidak Lira. Kalau saya melewati gerbang astral, tubuh saya akan menjadi debu. Tetapi, Dokter memiliki jaringan yang dapat mengakses semua tempat di dunia manusia."
"Disini ada internet?" tanyaku takjub.
"Mungkin itu sebutan di dunia manusia. Tetapi bukan jaringan yang sama dengan milik manusia. Disini para astral memiliki gelombang frekuensi berbeda dengan manusia."
"Luar biasa sekali, mereka. Memiliki jaringan penghubung tanpa bertabrakan dengan jaringan milik manusia."
"Mereka hidup lebih dulu dari para manusia. Tentu saja, pengetahuan mereka jauh lebih berkembang dan modern."
Benar juga. Usia mereka sudah ada yang mencapai ribuan tahun. Tentu mereka terus menerus meningkatkan ilmu pengetahuannya di alam semesta ini.
🍃🍃