SINTRU

SINTRU
SINTRU - 3



By: Tiara Sajanaka


💖Aku jadi paham. Kenapa dia mencariku.


Pria itu tidak akan pernah gentar dengan makhluk seperti wanita itu.


Sekarang ntah berada dimana dia?


Setelah memintaku datang, dia malah kabur.


Tidak ada yang bisa kulakukan disini.


Sebaiknya aku segera kembali.


Dan lagi-lagi aku dibuatnya terkejut.


Sewaktu membalikkan badan, dia sudah berdiri didepanku.


Membuatku sampai mundur beberapa langkah.


"Pantas saja menutupi wajah seperti itu. Wajah kalian pucat sekali."


Dia mendengus kesal.


"Sebaiknya aku kembali. Tidak ada yang bisa kulakukan disini."


"Aku tidak punya tempat tinggal.." ucapnya lirih.


Hampir saja aku tertawa terbahak-bahak mendengar ucapannya.


Tapi, aku tidak mau pria muda itu keluar dan memergoki kami.


Cepat kututup mulut untuk menahan suara tawa yang akan keluar.


"Akhirnya, kamu mengatakan hal yang sebenarnya. Bukankah makhluk dimensi kedua memiliki tempat untuk tinggal?"


"Dirumah itulah tempat tinggal kami."


"Kami? Jadi ada berapa jumlah kalian?" tanyaku kaget.


"Apa kamu mau bertemu kami semua?"


"Sebaiknya tidak, kalian akan menarik energi dariku. Bicara denganmu saja, sudah membuat energiku terkuras."


"Sekarang, kami tidak memiliki tempat tinggal."


"Bagaimana ceritanya, sampai tempat tinggal kalian dibangun sebuah rumah?"


"Dulu, area ini adalah perbukitan. Kami menempati sebuah rumah yang rindang, besar dan luas. Rumah kami sangat nyaman. Walaupun banyak penghuninya."


"Oh, aku mengerti. Mereka membangun villa di kawasan ini. Dan tempat tinggal kalian jadi tergusur?"


Wanita itu menunduk. Terasa ada aura kesedihan disekelilingnya.


"Kenapa kalian tidak pergi dan mencari rumah baru? Bukankah di daerah sekitar sini, masih banyak tempat yang bisa kalian jadikan rumah?"


"Kami terikat pada bangunan rumah itu."


"Madsudnya terikat seperti apa?"


"Mereka menggunakan rumah kami sebagai bahan untuk membangun villa itu. Seluruh energi kami berada disana. Tapi, mereka malah menghancurkannya untuk membangun villa itu."


"Apa kalian tidak bisa masuk kedalam?"


"Dulu kami bisa tinggal didalam. Bahkan sudah puluhan tahun kami menempati bangunan itu. Sejak mereka berdua tinggal, kami harus keluar dari sana."


"Sebaiknya, kita bicara ditempat lain saja." ajakku.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."


Wanita itu berjalan menuju teras, tetapi baru lima langkah dia berhenti.


"Kemarilah.."


Aku mendekat kearahnya.


"Coba kamu melangkah kedepan dua langkah."


Kuturuti permintaannya.


"Berbaliklah.."


Saat berbalik, kulihat dia bergeser kearahku.


Tetapi tidak melangkah ke depan.


Sekarang posisi kami berhadapan.Dengan jarak tiga meter.


Dia memintaku memperhatikan gerakan tangannya.


Sebenarnya, aku tidak paham. Dia ingin menunjukkan apa.


Wanita itu, mengulurkan tangannya kearahku.


Seketika terlihat seperti ada cahaya kilat yang menyambar tangannya.


Aku terkejut dan berusaha mendekat.


Tapi dia melarangku.


Dia menunjukkan telapak tangannya yang menghitam karena Sambaran cahaya kilat.


🍃🍃


SINTRU -


By : Setya Rahayu


🌼"Sekarang kamu tahu, kenapa kami tidak bisa masuk kedalam rumah itu?"


"Darimana datangnya kilat itu?" tanyaku heran.


Dia menunjuk butiran garam krosok di rerumputan.


"Apa garam krosok sangat berpengaruh pada kalian?"


Dia mengangguk lemah.


Aku mulai berfikir tentang hal itu.


Sejak dulu, orang-orang tua, sering melakukan ritual seperti pemuda tadi.


Kalau ada anggota keluarga mereka yang mendapat gangguan makhluk astral.


Tetapi, baru kali ini aku melihat reaksi yang yang begitu dahsyat. Saat makhluk astral melewati garam itu.


"Sekarang perhatikan baik-baik disetiap tempat yang telah ditabur garam." tunjuknya ke sekeliling rumah.


Aku mencoba meningkatkan energi dalam fikiran. Agar bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat mata.


Awalnya aku melihat gelombang cahaya warna-warni, di sekeliling rumah.


Setelah kuamati dengan seksama.


Cahaya warna-warni itu membentuk tabir seperti dinding transparan.


Garam itu membentuk dinding yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik.


Dengan energi positif.


Tentu saja, para astral dengan energi negatif akan mengalami penolakan saat mereka melewatinya.


Reaksi penolakan itulah yang menimbulkan percikan cahaya kilat.


Dan efeknya sangat fatal pada makhluk astral.


"Kalau kamu sudah tahu akibatnya, kenapa sengaja menjulurkan tangan?" aku merasa sedih melihat kondisi tangannya yang menghitam.


"Aku tidak ingin membuatmu menduga-duga." sahutnya lemah.


Sepertinya dia sedang menahan rasa sakit.


"Sebaiknya, kita obati dulu tanganmu."


"Tidak apa, aku bisa mengatasi hal ini."


"Apa gelombang itu dapat membuat kalian musnah?"


"Tidak, tapi cukup menyakitkan dan membutuhkan waktu satu tahun untuk memulihkan kondisi kami.


"Satu tahun? Artinya sepuluh tahun di dunia manusia?" tanyaku penasaran.


Dia hanya diam.


Mereka sangat menjaga rahasia semesta dengan baik.


Berbeda dengan para bangsa jin yang suka membocorkan rahasia alam semesta untuk membuat manusia menjadi agul dan takabur.


🍃🍃


Penjelasan ilmiah garam krosok:


Garam krosok dari laut.


Memiliki energi positif yang dapat menetralkan area disekitarnya.


Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari partikel garam, memiliki kemampuan menolak energi negatif.


Meletakkan semangkuk garam krosok disudut kamar atau ruangan, dapat menetralkan energi didalam kamar atau ruangan.


💖


Semoga tidak menganggap kegiatan menabur garam krosok sebagai syirik.


Kearifan orang-orang terdahulu dilakukan bukan tanpa dasar.


Orang-orang terdahulu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang Maha Pencipta.


🙏🙇