SINTRU

SINTRU
SINTRU- 14



By: Tiara Sajanaka


🌼Mobil berhenti dengan tenang.


Pak Rasyid membuka pintu, dan mempersilahkan aku untuk keluar dari mobil.


Pria besar berwarna merah itu, Arkana madsudnya.


Keluar dari pintu satu lagi.


Kemudian mendekati kami.


memintaku berjalan disampingnya.


Tentu saja, kami harus berjalan dengan menjaga jarak.


Kuedarkan pandangan ke sekeliling.


Terlihat sebuah bangunan besar penuh dengan ornamen-ornamen klasik dan modern.


Kuhentikan langkah, saat akan menaiki tangga.


"Apa ini museum? Atau Istana?" tanyaku heran.


"Bukan keduanya."


"Lalu ini bangunan apa?"


"Tempat ini akan menjadi milikmu." ucapnya lembut.


Kugelengkan kepala beberapa kali.


Aku tidak akan menerima pemberian pak Arkana. Semua selalu ada jebakan dan tipuan didunia mereka.


Walaupun mereka memiliki keyakinan sebagai jin muslim.


Namun aku masih belum mengungkapkan rasa keberatanku.


Karena bisa saja, aku salah menduga niatnya.


"Masuklah, kamu lihat bagian dalamnya."


Aku mengangguk dan melihat ke seluruh ruangan. Semua dibangun dengan megah dan indah.


Tetapi semua ruangan masih kosong.


Didalam sebuah kamar, aku bertemu lima orang wanita.


"Ruangan ini, akan menjadi kamarmu." kata salah seorang wanita.


Aku tersenyum pada mereka, sambil memperhatikan mereka satu persatu.


Mereka berlima seperti bukan wanita sembarangan.


Aku ingin menanyakan sesuatu, tetapi salah seorang membawaku keluar.


Dia menunjukkan sebuah ruangan dengan lemari besar.


"Untuk sementara, kami menyiapkan pakaianmu saja. Semua kebutuhan dan pakaian ganti ada disini." tunjuknya ke lemari.


Sewaktu dia akan membuka lemari, aku mendengar suara dua orang wanita sedang bercengkrama di ruang tamu.


Aku segera menuju ke ruang tamu yang kulewati tadi.


Ternyata mereka baru saja meletakkan dua sofa besar.


Mereka sedang duduk di sofa sambil bersenda gurau.


Sewaktu melihatku, mereka langsung terdiam.


Aku tersenyum pada mereka.


Setelah melihat ke semua ruangan, aku segera mencari Arkana.


Pembicaraan mereka sangat jelas, ke mana arahnya.


Wanita yang sedang berbicara dengan Arkana, terkejut sewaktu melihatku.


Kudekati dia sambil tersenyum.


"Ibu tidak perlu khawatir dengan posisi ibu sekarang. Karena tidak ada yang bisa memaksa saya untuk menikah dengan suami ibu." ucapku tegas.


Wanita itu terlihat gelisah.


Aku menoleh kearah Arkana. Dia sedang berdiri tegak. Pandangannya lurus menatap langit.


"Pak Arkana membawa saya kemari, untuk apa? Bukankah saat ini, saya sedang mendapatkan tugas untuk membantu para astral di villa itu?"


Arkana tidak menoleh ataupun menjawab pertanyaanku. Dia tetap diam mematung.


Ku tarik nafas panjang.


"Aku tidak boleh marah," ucapku dalam hati.


"Apa ibu bisa menjelaskan tentang semua ini?" tanyaku pada istri Arkana.


Dia seorang wanita yang cantik, anggun dan bersahaja.


Rambutnya hitam lurus sebatas pinggang.


Dengan hiasan mutiara dan batu mulia berkualitas sebagai mahkotanya.


Gaunnya memiliki garis sederhana namun sangat berkelas.


Selera wanita dengan kasta tertinggi di dunia mereka.


Wanita itu tidak menjawab pertanyaanku.


Namun sikapnya sudah membuatku yakin, kalau dia sangat patuh pada Arkana.


Dan dia juga memiliki prinsip yang jelas dengan tujuan hidupnya.


Itu sebabnya, tadi aku mendengar, bagaimana dia tidak bisa menerima kalau Arkana akan menikahi wanita dari dunia manusia.


Sedangkan aku sendiri sudah dapat dipastikan tidak akan pernah menikah dengan Arkana.


Pernikahan dalam dunia manusia bukan pernikahan seperti bangsa astral.


Di dalam dunia manusia, harus ada proses dan persetujuan kedua belah pihak.


Pernikahan di dunia mereka ditentukan oleh pihak laki-laki. Dan dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu persiapan yang rumit.


Pihak wanita bisa menolak atau menerima.


Kalau menerima, hari itu juga mereka bisa mempersiapkannya dalam hitungan detik.


Lalu, bagaimana kalau pihak wanita menolak?


Wanita harus menunggu sampai ada laki-laki yang datang untuk meminangnya.


Tidak ada pendekatan atau pacaran.


Karena mereka akan menjadi pasangan dalam waktu yang panjang.


Laki-laki bangsa jin, bukan pasangan yang setia. Mereka bisa memiliki istri sangat banyak. Dan para wanitanya juga bisa mencari kesenangan dengan pria lainnya.


Bahkan mereka sering mencari pria-pria dari dunia manusia.


Karena usia mereka yang panjang, mereka sering menjadi jenuh dengan pasangannya.


Mereka juga ahli dalam berkamuflase dan menggoda.


Itu sebabnya manusia mudah terpikat dan tergoda pada mereka.


🍃🍃