
By : Tiara Sajanaka
🌼Waktu terasa berjalan sangat lama. Tapi aku harus segera kembali sebelum terdengar suara adzan subuh.
"Aku harus kembali. Besok kita diskusi lagi masalah ini. Beri aku waktu untuk berfikir."
"Sebaiknya, kamu menemui mereka." desaknya.
"Tidak sekarang. Di dunia manusia juga ada aturannya." tegasku sambil melangkah melewati dinding transparan.
Cahaya warna-warni ini tidak berpengaruh padaku.
Walaupun saat ini, tubuh astralku yang berada disini.
Dengan menabur garam krosok, manusia membuat bentengnya sendiri.
Manusia juga membaca doa-doa keselamatan saat menabur garam.
Tapi, kenapa harus tanpa mengenakan busana atau pakaian selembarpun?
Apa fungsinya?
"Mbak Kun, apa fungsi dari telanjang saat menabur garam?" tanyaku penasaran.
"Kamu sangat mengenal ilmu para sesepuh. Pastinya kamu tahu."
"Kalian tidak pernah memiliki jawaban, atau kalian tidak mau menjawab?"
"Manusia memiliki kebijaksanaan. Makhluk astral memiliki misteri." jawabnya dingin.
"Baiklah, semestinya aku tidak menanyakan sesuatu yang tidak bisa kalian jangkau." kekehku.
"Jangan suka merendahkan makhluk lain. Manusia beruntung diciptakan dengan sangat sempurna. Tapi, manusia sering tidak menggunakan kesempurnaan itu dengan baik. Hidup yang sia-sia."
Sepertinya dia sedang memprovokasiku.
Sebaiknya aku tidak terpancing dengan hal itu.
"Aku harus kembali sebelum subuh."
"Kita belum selesai bicara."
"Aku tidak mungkin berada disini dalam waktu lama. Nanti akan sulit untuk kembali." sahutku.
Aku segera berjalan menjauh dari rumah itu.
Wanita itu menyusul.
Dia terbang melayang dengan lembut disebelahku.
Posisinya satu depa lebih tinggi.
Kulirik dia sekilas.
Rambut diwajahnya tertiup angin.
menyibak perlahan. Membuat sebagian wajahnya terlihat jelas. Ada raut kesedihan yang dalam.
Tidak tega melihatnya seperti itu.
Tapi, dunia manusia dan dunia astral ada batasnya.
Sebagai manusia, aku tidak boleh berinteraksi terlalu lama dengan mereka.
"Jangan mengikuti! kamu tidak boleh bersamaku didunia manusia."
"Tapi..."
Kuhentikan langkah. Menatapnya tajam tanpa emosi.
Aku tidak akan melakukan hal itu.
Dia turun dengan lembut. Seperti segumpal asap yang lerai ditanah.
Kemudian, perlahan-lahan membentuk sosok utuh.
"Berjanjilah untuk membantu kami," ucapnya lemah.
"Aku tidak memiliki kewajiban untuk membantu kalian."
"Saat ini, hanya kamu yang bisa aku minta datang. Kami telah meminta bantuan pada beberapa orang. Tapi, mereka malah ketakutan dan semakin memperparah keadaan."
"Tidak semua manusia dapat memahami bahasa kalian. Termasuk aku."
"Tapi, kamu bisa berbicara denganku. Dan bisa merasakan aura kesedihan kami."
Kuhela nafas berat.
Aku juga tidak tahu. Kenapa bisa merasa sangat dekat dengan dunia mereka.
Dapat merasakan kesedihan, kegelisahan serta dapat memahami bahasa mereka.
"Aku tidak berani berjanji. Tetapi, kita akan mencari solusi bersama buat kalian."
"Baiklah, aku akan menunggumu besok. Semoga kamu bisa datang."
ucapnya sambil melesat pergi. Menyisakan suara tawa yang panjang dan mengiris hati.
🍃🍃
Kenapa saat menabur garam krosok, tidak mengenakan pakaian?
Penjelasannya seperti ini..
Para sesepuh jaman dulu.
Saat melakukan sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan dunia lain, mereka akan membersihkan diri luar dan dalam.
Tubuh, hati dan fikiran bersih.
Mereka melakukan dengan ikhlas dan kepasrahan yang tinggi.
Tanpa busana adalah bagian dari penyerahan hidup.
Bukan agar tidak terlihat oleh makhluk astral atau agar kita bisa melihat mereka.
Energi positif dari tubuh tanpa busana.
Ditambah dengan gelombang elektromagnetik dari partikel garam, akan membaur menjadi sebuah rangkaian kokoh.
Serta doa-doa permohonan kepada sang maha pencipta diucapkan dengan sepenuh hati, dan kerendahan hati.
Hal itu yang membuat apa yang dilakukan oleh para sesepuh menjadi sangat efektif untuk mengusir makhluk astral.
Semoga tidak ada lagi yang menganggap hal itu sebagai sebuah keanehan.
Jaman sekarang, sulit melakukan kegiatan seperti itu dengan kepasrahan diri dan kerendahan hati.
Itu sebabnya, hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang sudah sepuh.
Saya tidak menyarankan untuk melakukannya.
Kalaupun memang harus menabur garam krosok disekeliling rumah. Sebaiknya tetap memakai pakaian.
🙏🙇