
By: Setya Rahayu
๐ผSuara nada dering handphone membuatku harus bangun untuk meraihnya.
Perasaan tadi malam, handphone itu ada disamping kasur.
Kenapa sekarang ada diatas meja?
Mungkin tadi malam aku lupa kalau meletakkannya diatas meja.
Kulihat nomer manager di tempat kerjaku yang menelpon.
Ada apa beliau menelpon sepagi ini?
Bukankah jam masuk kerja masih dua jam lagi?
Rasanya aku belum terlambat, untuk sampai tempat kerja.
"Selamat pagi Bu?" sapaku setelah menekan tombol biru.
"Lira, kamu baik-baik saja kan?" suaranya terdengar sedikit cemas.
"Iya Bu, ada apa Bu?" tanyaku bingung.
"Kamu, pagi-pagi sekali chat saya. Minta ijin tidak masuk kerja. Kamu sakit?"
Aku semakin bertambah bingung. Bagaimana aku bisa meminta ijin tidak masuk kerja? Sedangkan tadi, jelas-jelas aku masih berada di dunia astral.
"Maaf ibu, saya khawatir bangun kesiangan. Jadinya pagi-pagi mengirim pesan pada ibu. Sekali lagi, saya mohon maaf ibu."
"Tidak apa-apa Lira. Saya khawatir kamu sakit."
"Memang agak sedikit kurang enak badan,Bu. Tapi, saya baik-baik saja."
"Ya sudah, kamu istirahat. Nanti saya minta driver antar bubur ke tempat kostmu."
"Malah jadi merepotkan, Bu."
"Nggak repot. Yang penting kamu cepat sehat ya. Kalau ada apa-apa cepat telpon saya."
"Baik ibu, terima kasih banyak. Ibu sangat perhatian sama kami semua."
"Ya sudah, kamu istirahat Sekarang."
Setelah selesai berbicara, beliau memutuskan sambungan telepon.
Aku termenung memikirkan kejadian yang kualami.
Apa pak Rasyid yang telah mengirim pesan pada manager di tempat kerjaku?
Kulihat catatan chat di WA. Benar, sekitar jam 4.30 terlihat pesan yang terkirim ke nomer managerku.
Seketika badanku menjadi lemas.
Rasa sakit yang kurasakan tadi, berubah menjadi rasa takut yang luar biasa.
Pak Rasyid memiliki kemampuan untuk datang ke dunia material dan dapat menyentuh benda di kamar ini.
Berarti dia bukan jenis jin seperti Arkana.
Lalu, jenis makhluk apa sebenarnya pak Rasyid?
Dia bisa menyentuhku. Bisa berbicara denganku dalam jarak jauh.
Apa selama ini, dia memang benar-benar mengawasiku?
Tak terasa mataku jelalatan melihat ke seluruh ruangan. Aku ingin memastikan kalau tidak ada kamera cctv atau benda mencurigakan yang dapat melihat gerak-gerikku.
Kubayangkan saat ini, dia sedang melihatku dari tempatnya.
Pasti dia tertawa melihat kelakuanku.
Ntah kenapa aku teringat genggaman tangannya saat kami berada di dalam lift.
Sambil meraba tangan kanan, aku mencoba merasakan kehangatan yang tersisa.
Dan aku merindukan genggaman tangannya.
Aku kembali berbaring.Memeluk bantal guling sambil membayangkan wajahnya.
Membayangkan senyumannya serta caranya merangkulku.
Menyenangkan sekali saat mengingat semua kebaikannya.
Suara ketukan dipintu, menyadarkan dari lamunan.
Kubuka pintu kamar dengan perasaan malas.
Driver manager kami, mengantarkan pesanan.
Beliau memberiku dua kantong plastik ukuran sedang.
"Maaf pak, jadi merepotkan." kataku segan.
"Tidak repot mbak. Ibu berpesan, kalau mbak mau diantar berobat. Nanti akan saya temani."
"Baik mbak, kalau begitu saya kembali dulu. Nanti mbak bisa langsung menghubungi saya."
"Siap pak. Terima kasih banyak nggih pak." jawabku santun.
Bapak driver tersenyum ramah. Beliau mengangguk dan berpamitan.
Setelah beliau menuruni tangga, aku baru menutup pintu kamar.
Kuletakkan dua kantong plastik diatas meja.
Sebaiknya aku mandi terlebih dulu sebelum sarapan dan minum obat.
Hari ini, akan kugunakan untuk beristirahat.
Badan memang terasa sakit semua.
Terutama dibagian betis. Rasanya kebas dan berat.
Sewaktu di kamar mandi, aku seperti mendengar suara kantong kresek yang dibuka. Mustahil kalau itu tikus atau kucing.
Segera kuselesaikan acara mandi pagi.
Memakai handuk dan membuka pintu kamar mandi dengan cepat.
Didalam kamar tidak ada siapa-siapa.
Pintu juga masih tertutup rapat.
Jendela belum aku buka sejak tadi.
Bahkan tirainya juga belum kusingkap dan diikat kesisi jendela.
Kudekati kantong plastik diatas meja.
Masih terikat dengan rapi, seperti saat kuletakkan sebelum mandi.
Sepertinya aku mulai berhalusinasi. Mungkin efek dari keterlambatan saat kembali dari dunia astral.
Setelah berganti pakaian, kubuka tirai jendela.
Membuat cahaya matahari pagi, masuk dengan leluasa.
Pagi yang indah. Langit terlihat berwarna biru cerah dengan sedikit awan tipis-tipis.
Udara pagi khas daerah perkotaan menerpa lembut wajahku saat kubuka jendela kamar lebar-lebar.
Hari ini terasa sangat menyenangkan. Hari baik, cuaca baik, suasana yang baik.
Membuatku tersenyum lebar.
Kuambil dua kantong plastik dari atas meja.
Mengeluarkan isinya satu persatu.
Satu kantong berisi bubur ayam dan teh panas didalam cup karton.
Satu kantong lagi, ada air mineral. Roti gandum. Biskuit coklat. Vitamin dan minyak gosok.
Banyak sekali manager kami mengirim makanan untukku.
Bahkan minyak gosok juga diberikan.
Sambil sarapan, aku mengirim pesan pada ibu manager.
Mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Aku juga menulis tentang minyak gosok yang diberikan.
Tak berapa lama, ibu manager membalas pesanku.
Beliau mengatakan kalau tidak memberikan minyak gosok.
Karena beliau tahu, aku tidak tahan dengan aroma yang menyengat.
Apa mungkin bapak driver ya? Pikirku.
Setelah mengucapkan terima kasih pada ibu manager, aku mengirim pesan pada bapak driver.
Menanyakan tentang obat gosok yang ada didalam kantong plastik.
Beliau membalas pesanku.
Dan mengatakan tidak tahu menahu tentang isi didalam kantong plastik.
Beliau menerima dari ibu manager dan langsung mengantarkan tanpa melihat isinya.
Kuucapkan terima kasih dan meminta maaf, karena telah mengganggu waktu beliau.
Beliau membalas dengan ramah. Mengatakan tidak merasa terganggu.
Serta memintaku menghubunginya kalau membutuhkan sesuatu.
๐๐