
Di kediaman Albano Barbara, pesta pernikahan masih berlangsung. Tak ada gangguan sama sekali, setelah Santica meninggalkan pasangan pengantin baru tersebut. Kedua mempelai pengantin itu terus menebarkan senyuman manisnya kepada para tamu yang hadir. Namun para tamu sedikit curiga dengan sikap Al yang nampak gelisah setelah melihat surat dari Santica.
Dia mengandung anakku, tapi kenapa aku harus perduli. Biarkan saja Al, bukankah kau tidak mencintainya. Lalu kenapa kau terlihat gelisah.
“Sayang, apa kau tidak apa-apa?”
Suara Jeniffer membuat Al tersentak kaget, dan menoleh kesamping kiri nya. Dimana sang sekretaris yang selama ini berhubungan dengannya dan sekarang sudah resmi menjadi suami istri. Bukankah dia harus bahagia, lantas mengapa dia menjadi gelisah.
“Aku tidak apa-apa, apa kau lapar. Sejak tadi pagi kau belum makan?”
“Aku belum lapar sayang, tapi nanti malam. Aku akan menerkamu. Dan memberikan pelayanan yang terbaik untukmu suamiku.”
Jeniffer berbisik ditelinga Al menghembuskan nafasnya ditelinga lebar Al. Mengigit kecil pucuk telinga itu sambil meremaaasssss bokong berisi Al.
“Kau ternyata sangat tidak sabaran ya sayang, baiklah sesuai permintaanmu. Aku akan membuatmu tidak mampu menginjak lantai!”
- - -
Pukul 22.00 malam, acara pesta pernikahan itu sudah selesai. Para tamu sudah pulang dari rumah mewah Al. Kini tersisa hanya kedua mempelai pengantin itu dan para bodyguard Al juga asisten rumah tangganya. Al menggendong Jennifer ala bridal style menuju kekamar yang dimana dulu menjadi saksi percintaannya dengan Santica. Al menendang pintu kamar tersebut, lalu meletakan Jenifer perlahan-lahan diatas kasurnya. Pria itu kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket.
“Aku harus melakukannya!”
Jeniffer beranjak dari kasur, lalu dengan cepat masuk kedapur. Dia membuat kopi susu untuk Al, lalu mencampurkan sesuatu kedalam minuman tersebut. Para pelayan dirumah itu tidak ada yang melihatnya, mereka semua tengah sibuk membersihkan rumah itu akibat pernikahan tadi. Setelah dirasa tercampur, dengan cepat Jeniffer naik keatas dan masuk kedalam kamarnya Al.
“Beruntung, dia belum selesai mandi. Lebih baik aku ganti baju dulu.”.
Ceklek...
“Sayang, kau dimana?”
Tidak ada jawaban sama sekali, membuat pikiran Al tiba-tiba mengarah buruk. Dia berpikir kalau Jennifer meninggalkannya dimalam pertamanya, sama seperti Ayunda yang meninggalkannya dimalam pertamanya untuk selamanya. Oleh karena itu, Al berubah menjadi pria yang kejam dan dingin. Dia menganggap kalau wanita itu boneka, yang jika sudah rusak maka dibuang dan cari pengganti yang baru. Tapi ketika dia bertemu Jennifer, dia melihat sisi berbeda dari wanita itu yang membuat Al sedikit luluh dengan sikapnya.
“Sayang, aku dibelakangmu. Berbaliklah!”
Sebuah tangan halus menyentuh dada Al, membuat pria itu berbalik dan tersenyum menatap wajah Jeniffer. Pria itu memeluk erat tubuh Jennifer yang sudah setengah bertelanjannng. Jennifer membuka paksa handuk yang melilit ditubuh Al, lalu dia berjongkok dan melihat tanduk kerbau yang sangat menggoda iman. Tanpa berlama-lama dia melahap benda itu, memaju mundurkannya membuat Al menjadi tak karuan.
“Sayang ... akh. Kau sangat liar, terus Jen. A aku sangat menikmatinya!”
Tapi tiba-tiba Jeniffer menghentikannya, dia berdiri lalu meminum kopi susu tadi dan melahap bibir sensual milik Al. Tanpa sengaja Al menelan habis kopi susu yang Jennifer berikan. Setelah dirasa habis, Jennifer menuntun Al untuk naik keatas ranjangnya. Al terlihat tersenyum manis, tapi beberapa detik kemudian Al menggeliat seperti cacing kepanasan. Membuat Jennifer kembali melancarkan aksinya.
“Aku yang akan memimpin sayang.”
Al hanya menggangguk, membiarkan Jennifer menghisap tanduk kerbaunya. Dengan tangan Al yang meremaaasssss dua bukit sintal milik Jennifer. Permainan mereka semakin panas, dan Al juga semakin liar. Entah kenapa dia merasa ada hal yang aneh, tapi dia membiarkannya saja dan mengubah posisinya. Sekarang gairahhh Al seketika meningkat melihat lubang seksi milik Jennifer.
“Aku mencintaimu Jen.”
Dengan cepat dia melebarkan paha Jennifer, lalu dengan paksa memasukkan tanduk kerbaunya kedalam lubang seksi itu. Sedangkan Jennifer tidak merasakan sakit sama sekali, dia menikmatinya dan terus meracau menyebut nama Al. Bahkan mereka melakukannya dengan berbagai gaya, Al sama sekali tidak merasakan kalau Jennifer sudah tak perawan lagi.
Sepertinya rencana ku berhasil.
Tbc.