
Dua hari berlalu dengan sangat lambat. Aku terus memikirkan berbagai cara dan mungkin sudah seribu cara sudah aku pikirkan untuk melindungi diriku-untuk mempertahankan diriku tetap hidup, dan tetap saja ... aku merasa aku masih belum yakin dengan semua persiapan yang aku buat, yang aku rencanakan.
Apa ini saja akan cukup? Aku melihat diriku mengenakan rompi anti peluru yang disembunyikan di bagian dalam jas pernikahanku.
“Lepaskan jas putih pernikahan itu, Raditya!” Bara datang ke kamarku dan langsung memberikan perintahnya seperti kebiasaannya padaku dulu ketika kami masih jadi teman sekamar.
“Kenapa?” Aku melepaskan jas putih pernikahan yang harusnya aku kenakan hari ini.
Bara melempar jas hitam yang merupakan pakaian khas pengawal dari tiga keluarga bangsawan. “Gunakan ini dan simpan pakaian itu nanti! Sebelum kita tiba di gedung di tempat pernikahanmu, kau tidak boleh mengenakan jas itu dan membuat orang lain menyadari bahwa kau adalah tokoh utama hari ini!”
Hup. Aku menerima jas hitam yang Bara lemparkan padaku dan langsung mengenakannya tanpa pikir panjang. Ini memang cara yang tepat dan baik, itulah yang aku pikirkan. Tapi ...
“Itu!!!” Aku melihat sosok Alby yang muncul di depan pintu kamarku dan sosoknya terpantul dalam cermin yang ada di kamarku. Dengan setengah bagian jas hitam yang terpasang di salah satu tangan, aku langsung berbalik untuk memastikan apa yang aku lihat tidaklah salah. Setelah memandang Alby dari atas kepala hingga ke bagian sepatu yang dikenakannya, aku mengenali pakaian yang Alby kenakan adalah pakaian yang sama dengan pakaian pernikahan yang tadi sempat aku gunakan. “Bara!!”
“Aku di depanmu, Raditya! Jangan berteriak!!”
“Kenapa Alby mengenakan pakaian yang sama denganku??” Aku menatap tajam ke arah Bara, menuntut penjelasan.
“Hari ini dia akan menggantikanmu duduk di mobil pengantin pria. Alby akan menjadi umpan yang akan melindungimu, Raditya!!”
Tidak! Ini salah!! Cara ini salah!! Meski tugasku adalah bertahan hidup untuk membantu Nona Cintya melewati kehidupan ini, tapi mengorbankan nyawa orang lain demi keselamatan diri sendiri adalah salah!! Aku menatap Bara dengan tatapan marah sebelum akhirnya menatap ke arah Alby yang mengenakan setelan pakaian putih yang sama dengan setelan pakaian pernikahanku. “I-ini tidak benar, Bara!!! Cara ini salah, Bara!!!”
Bara mencengkeram bahuku. “Bukankah kau sendiri yang mengatakan padaku bahwa kau harus bertahan hidup dan menikah dengan Nona Cintya untuk melindunginya?? Bukankah kau sendiri yang cerita kehidupan lamamu padaku??”
“Ta-tapi bukan cara ini yang aku maksud, Bara!! Aku akan menerima perlindungan tapi tidak dengan mengorbankan orang lain!! Kau tahu dengan baik bagaimana kemampuanku menghadapi musuh, Bara!! Kau sendiri yang melatihku sebagai pengawal Nona Cintya, jadi ... harusnya kau tahu dengan baik, aku bisa menjaga diriku sendiri lebih baik dari siapapun!!!”
Aku masih belum mendapatkan penjelasan yang aku inginkan dari Bara dan tiba-tiba beberapa pengawal kediaman Yasodana masuk ke dalam kamarku. Sepuluh orang masuk dan bergerak dengan cepat untuk menangkapku. Sepuluh orang itu bukanlah masalah bagiku. Aku bisa menghindari pukulan yang mereka arahkan padaku dan menghindari serangan balasan yang mereka lancarkan padaku. Tapi serangan tidak terduga datang padaku. Syut.
“Ahhh!!” Aku mengerang karena sesuatu dengan tiba-tiba menancap di bagian samping leherku. “Apa ini??”
Aku melihat ke arah Bara yang baru saja mencabut jarum suntik yang tadi menancap di leherku.
“Maafkan aku, Raditya!! Tapi seperti dugaan Nona Cintya, kau pasti menolak rencana ini dan membuat masalah karena tidak ingin membahayakan nyawa orang lain. Kau harus tetap hidup demi rencana Nona Cintya, demi keinginan banyak orang yang menginginkan hak istimewa tiga keluarga bangsawan ini hancur!! Kau harus hidup meski kami harus mengorbankan nyawa.”
Aku berniat melawan balik Bara yang baru saja menyerangku tanpa peringatan. Tapi secara cepat pandanganku mulai buram bersamaan dengan aku yang kehilangan kendali atas tubuhku sendiri. Bruk. Aku jatuh berlutut di depan Bara karena tubuhku menolak perintah dariku untuk bergerak dan mulai terkena obat bius yang Bara berikan.
“Ja-jangan lakukan ini, Bara!!!”
“Maaf, Raditya!! Tapi kami semua sudah sepakat untuk melakukan hal ini!! Kau adalah calon pemimpin baru keluarga ini dan sudah tugas kami untuk melindungi bagian dari keluarga ini!”
Setelah itu ... aku tidak lagi bisa mendengar apapun ucapan Bara dan tidak bisa merasakan apapun pada tubuhku. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi dan tidak lagi tahu apa yang terjadi padaku. Yang aku tahu ... Bara pasti melakukan sesuatu padaku dan membuat Alby menggantikanku sebagai umpan untuk melindungiku. Kuharap ... Alby akan baik-baik saja.
Dar ... dar ... dar ...
Bruak ...
Dar ... dar ... dar ...
“Sesuai perintah, jangan keluar dari jalur!! Kita harus membawa Tuan sampai ke lokasi pernikahan di mana lebih dulu!!”
“Mereka pasti akan baik-baik saja!! Sasaran mereka adalah Tuan Raditya!!!”
Bruakkk ...
Samar-samar, aku mendengar suara ribut di kedua telingaku. Aku mendengar keributan dari beberapa pria yang sibuk mengeluarkan argumen mereka, aku juga mendengar suara tembakan kencang berulang kali dan satu lagi suara benturan keras yang berasal dari benturan dua mobil. Setelah itu ... selama beberapa saat, aku tidak lagi bisa mendengarkan suara apapun lagi.
*
“Sial!!!” Bara berteriak kencang melihat rencananya nyaris saja gagal. Entah bagaimana rencana yang dibuatnya bersama dengan Nona Cintya nyaris saja gagal dan membuat Raditya nyaris tertangkap oleh pengawal Bagaspati Wardana.
Dar ... dar ... dar ...
“Tuan Bara!!!” Salah seorang bawahannya memanggil Bara.
“Bagaimana dengan mobil yang membawa Nona Cintya, Tuan Indra dan Nyonya Dara?? Apa mereka berhasil lolos??” Bara bertanya sembari terus bersembunyi di balik mobil milik Yasodana yang kini sedang terus menerus menerima tembakan.
“Mereka berhasil lolos, Tuan. Tidak lama lagi ... mobil mereka akan tiba di lokasi pernikahan, Tuan.”
Dar ... dar ... dar ...
Pengawal Yasodana yang tinggal bersama dengn Bara saat ini berusaha membalas tembakan yang terus menerus menyerang mereka dan menghambat perjalanan mereka menuju lokasi pernikahan di mana Cintya dan Raditya akan mengadakan pesta pernikahan.
Sial!! Ini lebih gila dari yang aku perkirakan!! Pria itu benar-benar mengerikan!! Dia tidak main-main ingin membunuh Raditya hanya karena Nona Cintya memilihnya untuk jadi suaminya!!! Bara mengatur nafasnya sembari mencari akal untuk meloloskan dirinya bersama dengan Raditya yang masih tidak sadarkan diri. Tidak ada yang tahu selain pengawal Yasodana, jika Bara sengaja menyembunyikan tubuh Raditya yang kehilangan kesadarannya di bagasi mobil.
“Bagaimana keadaan Alby??” Bara bertanya lagi.
“Jika tidak segera pergi dari sini ... Alby mungkin akan kehilangan nyawanya!!” Pengawal yang bersama dengan Bara berusaha menjelaskan situasi mereka.
“Kita harus pergi dari sini jika tidak Alby dan Raditya-“
Ckitttt ... suara gesekan ban mobil dengan aspal karena rem terdengar oleh Bara bersama dengan beberapa pengawal Yasodana yang berhasil bertahan dari serangan. Bara mengenali mobil yang datang sebagai salah satu mobil milik Yasodana.
“Kau baik-baik saja, Bara??” Kaca mobil terbuka dan membuat Bara melihat sosok pengemudi mobil yang datang di saat yang tepat.
“Tuan Raka!!” Bara tersenyum kecil melihat pertolongan yang datang.
“Tuan Indra mengirimku datng kemari karena merasa kalian mungkin akan kesulitan karena membawa umpan. Berikan umpan itu padaku dan aku akan membawanya ke rumah sakit untuk membuat pengalihan!!!” Raka -pengawal dari Indra Yasodana kemudian membuka pintu mobil di sisi yang aman sembari membiarkan sisi lain dari mobil yang dikendarainya sebagai perisai dari tembakan yang terus berdatangan dari pengawal Wardana.
Beberapa pengawal membawa tubuh Alby yang berdarah dengan jas putih yang sama persis dengan pakaian pernikahan yang nantinya akan dikenakan oleh Raditya, ke dalam mobil Raka. Bara juga meminta dua pengawal bawahannya untuk ikut bersama dengan Raka menuju ke rumah sakit untuk membawa Alby dan membuat pengalihan sementara.
“Saya serahkan pada Tuan!”
“Segera ke lokasi pernikahan dan jaga Tuan, Nyonya dan Nona, Bara!!”
Setelah mengatakan hal itu, Raka bergegas pergi meninggalkan Bara bersama dengan mobil yang di bagian bagasinya terdapat Raditya yang tidak sadarkan diri. Harusnya ... mobil yang membawa tubuh Raditya bisa lolos dari serangan dan pergi bersama dengan mobil yang membawa Cintya, Indra dan Dara Yasodana. Tapi salah satu tembakan mengenai bagian ban mobil dan membuat mobil itu terhenti di dekat mobil Bara yang membawa Alby sebagai umpan.
Bara kemudian bergegas ke mobil itu dan segera membawa Raditya menuju lokasi pernikahan.