My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Tragedi



Setelah kejadian itu syaquel tidak lagi menampakkan wujudnya didepan silvi, ia hanya akan melihat istri dan anaknya dari kejauhan karena tidak hanya silvi yang membencinya melainkan seluruh keluarga Smith. Ya semenjak ia menceritakan kejadian sebenarnya pada ziva, wanita muda yang tengah hamil itupun menceritakan semuanya pada keluarga besarnya dan jangan tanyakan bagaimana reaksi mereka, vanya saudara iparnya yang paling galak itu menghajarnya bahkan mengeluarkan sumpah serapahnya pada dirinya (syaquel).


Mungkin itulah konsekuensi yang harus ia terima karena telah berbuat tidak adil pada istrinya dulu, dan ia mau tidak mau harus menerima semua itu.


Suasana hati syaquel benar benar memburuk saat menatap surat dari pengadilan agama yang menyatakan bahwa istrinya telah menggugat cerai dirinya. Ia pejamkam matanya untuk menenangkan pikirannya yang sangat kacau hari ini. Ia benar benar mendapatkan penyesalan yang tiada ujungnya.


"halo suamiku" ucap ziva saat panggilannya telah dijawab oleh suaminya


"ya sayang" sahut zayyan diseberang sana


"aku ingin kerumah ayah, aku ingin bermain dengan baby sky" ucap ziva


"baiklah, jangan lupa bawa mommy bersamamu" tutur zayyan


"mommy sedang pergi katanya ada urusan sebentar, kau tenang saja aku akan berhati hati" cicit ziva ia sangat tau jika suaminya sangat mengkhwatirkannya


"mommy meninggalkanmu dirumah sendiri?" tanya zayyan padahal ia sudah berpesan pada ibunya untuk tidak meninggalkan ziva sendirian dirumah mengingat usia kandungan ziva yang telah menginjak 9 bulan artinya mereka hanya akan menunggu hari nya saja kapan sang junior akan lahir


"aku tidak sendiri disini suamiku, banyak ART dirumah ini yang menjagaku" ucap ziva


"sayang bolehkah kau menungguku 1 jam lagi? Aku sedang diperjalanan ke kantornya rayyan ada berkas yang harus aku antar padanya hari ini setelahnya aku akan segera pulang dan kita akan pergi bersama" ucap zayyan benar benar tidak bisa membiarkan ziva pergi sendirian


"oh my good suamiku, come on aku berjanji akan menjaga diriku baik baik" ziva benar benar jengah dengan keposesifan suaminya itu


"oke fine, tunggu aku 15 menit saja aku langsung pulang, aku tidak terima penolakan" putus zayyan


Karena merasa dongkol ziva pun memutuskan sambungan telepon itu, mau tidak mau ia akan menunggu suaminya untuk dapat ke rumah ayahnya.


zayyan kembali menghubungi saudara kembarnya siapa lagi kalau bukan Rayyan arnold richard.


"ada apa kak?" tanya rayyan setelah menjawab panggilan zayyan


"ray aku tidak jadi ke kantormu, aku akan ke rumah mertuaku jadi kau ambillah dokumen ini disana, hitung hitung kau bisa melihat wajah calon istimu yang galak itu" ucap zayyan plus dengan canda guraunya


"ck, aku malas melihat serigala betina itu" sahut rayyan dengan malas


"hahaha kalian itu akan menikah masa bermusuhan seperti itu" zayyan tertawa puas


"sudahlah, simpan saja nanti aku ambil dirumah saja" ucap rayyan


"baiklah kalau begitu" ucap zayyan


"oh yaampun aku jadi merinding" canda zayyan


"ish" rayyan mendesis


Baru saja rayyan akan memutuskan panggilan itu tiba tiba terdengar dari ponselnya suara benturan yang begitu keras berasal dari tempat zayyan berada.


Bruk...


"hallo?" rayyan mencoba memanggil zayyan namun tidak ada sahutan sama sekali dari saudaranya itu padahal panggilan mereka masih tersambung


"kakak, apa yang terjadi denganmu?" tanya rayyan dan lagi lagi hening


rayyan diam tetapi tetap menempelkan ponselnya ditelinga siapa tau zayyan akan bersuara. Tiba tiba terdengar suara yang cukup riuh, suara itu juga tidak dapat terdengar jelas oleh rayyan


"hallo hallo siapa disana?" entah suara siapa yang pasti bukan suara zayyan


"saya saudara dari pemilik ponsel itu, anda siapa?" tanya rayyan heran


"pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di jalan x, sebuah truk menabrak mobilnya dan jika anda keluarga dari korban tolong datanglah kerumah sakit karena warga telah membawa korban kerumah sakit terdekat" ucap orang tersebut


"baiklah, apa kecelakaannya parah?" tanya rayyan


"sangat parah pak, melihat kondisi mobil yang hampir hancur dan keadaan korban terlihat banyak mengeluarkan darah" jawab orang tersebut


"oke, terima kasih" rayyan langsung mematikan sambungab telepon itu


Ia segera bergegas ke rumah sakit, dengan kecepatan tinggi rayyan berhasil sampai dirumah sakit saat zayyan baru saja didorong ranjangnya oleh tim medis.


Rayyan berlari mendekati kerumunan tim medis yang sedang terburu buru mendorong ranjang dimana tubuh zayyan tergeletak tak berdaya, rayyan bahkan menghentikan tim medis itu agar ia bisa melihat jelas jika benar itu adalah saudaranya.


Dan benar saja, rayyan dapat dengan mudah mengenali jika itu benar adalah zayyan karena wajahnya tidak hancur hanya saja terdapat beberapa luka terbilang ringan juga darah yang memenuhi seluruh wajahnya.


Belum lagi baju yang dikenakan oleh zayyan ikut membenarkan jika itu memang saudara kembarnya, karena rayyan sangat hapal dengan kemeja yang berlumuran darah itu adalah hadiah dari nenek mereka saat mereka berdua berlibur ke jerman dan rayyan juga memiliki kemeja yang sama hanya berbeda warna saja.


Rayyan menyingkir dari tempatnya berdiri, ia membiarkan tim medis segera menangani zayyan. Saat zayyan telah di bawa masuk ke dalam ruangan IGD rayyan langsung merasa sangat frustasi.


"ya tuhan apa yang akan aku katakan pada ziva" ucap rayyan sambil meremas rambutnya saking pusingnya ia saat ini.