My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Rajin menabur



"yasudah" rayyan hendak melangkah menuju mobilnya tapi vanya menahannya


"tunggu, ambilkan koperku dibagasi" ucap vanya ia juga masuk ke dalam mobilnya untuk mengambil barang-barang pentingnya.


"berikan kuncimu, aku akan menyuruh anak buahku untuk mengurus mobilmu" ucap rayyan sambil menarik koper vanya


"aku rasa tidak perlu repot repot karena aku juga punya anak buah" ucap vanya


"aku rasa anak buahku lebih hebat untuk hal apapun" ucap rayyan tidak mau kalah


"cih sombong" vanya melemparkan kunci mobilnya pada rayyan ia malas berdebat dengan pria mesum itu.


Setelah sampai dimobil rayyan, vanya langsung masuk di kursi bagian tengah dengan segera rayyan melayangkan protesnya


"hey kau kira aku supirmu" protes rayyan


"aku disini saja untuk jaga jaga" sahut vanya


"jaga jaga apanya?" tanya rayyan bingung


"jaga jaga siapa tahu kau berbuat mesum lagi padaku" ucap vanya dengan lantang


"yaampun hey tomboy siapa juga yang ingin menyentuhmu, melihatmu saja aku sudah merinding" ucap rayyan


Ya waktu saat ulang tahun kantor rayyan dan seluruh staff kantornya menginap di mark hotel milik vanya, dan mereka sempat ribut perihal kamar yang ditempati rayyan didapati seekor kecoa, rayyan yang fobia dengan serangga itu langsung marah marah pada vanya selaku pemilik hotel bahkan mereka sampai saling melempar hinaan.


karena tidak terima rayyan pun mengurung vanya dikamarnya lalu ia memcium bibir vanya yang telah berani menghinanya alhasil terjadilah perang dikamar itu, vanya mengeluarkan semua ilmu karate yang ia punya untuk memberi pelajaran pada rayyan, dan hal itu membuat rayyan sedikit trauma pada vanya, ia tidak ingin vanya menggebukinya lagi jadi ia tidak mau cari gara gara dengan wanita setengah pria ini.


"apa kau bilang?" sentak vanya tidak terima


"aku bilang pindah kedepan" dusta rayyan


"halaaah bukan itu yang kau katakan, kau pikir aku tuli" bentak vanya


"kalau kau tidak tuli ya jangan bertanya, cepat pindah" balas rayyan


Vanya menyentakan kakinya karena kesal ia pun segera pindah duduk disamping rayyan yang sedang mengemudi.


.


.


.


Dikediaman richard saat ini sedang heboh karena seluruh keluarga akan ke bandara untuk langsung kembali ke tempat asal mereka masing masing.


"nenek biar aku yang bawa tasnya berikan" ucap ziva melihat bu meylani seperti kesusahan membawa tas jinjingnya


"uuh kau baik sekali nak, terima kasih ya" nenek meylani memberikan tasnya pada ziva


"makanya mom kalau bawa tas itu jangan yang ukurannya seperti koper, berat kan jadinya" ucap pak william sambil memampah ibunya berjalan


setelah sampai diruang tunggu mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk saling berpamitan dan berpelukan.


"hey nak cepat berikan kakek cicit ya" pesan kakek darius saat ia memeluk cucunya zayyan


"aku akan berusaha kek" jawab zayyan


"dengar nenek, kau harus rajin menabur agar cepat hasilnya" nenek meylani pun ikut menimpali setelah itu ia memeluk dan menciumi wajah cucunya zayyan


"kakek nenek jaga kesehatan kalian" ucap ziva


"tentu nak, jaga dirimu" pesan kakek darius


"ziva sayang nenek selalu mendoakan agar kau segera hamil" ucap nenek meylani memeluk ziva


"eve senyumlah sedikit supaya para pria mau melirikmu" ucap zayyan sambil mengelus pucuk rambut adik sepupunya itu


"kakak" evelyn langsung memeluk zayyan


"hey eve dengarkan aku kalau ada pria yang menyukaimu kau harus jual mahal jangan mudah terpikat oke" ucap zayyan pada evelyn


"terimakasih kak" ucap evelyn


"sampai bertemu lagi emelly, jaga dirimu" ucap ziva memeluk emelly


"tentu saja, kita harus sering bertemu setelah ini, nanti aku akan mengajakmu berkeliling london oke" ucap emelly dan diangguki oleh ziva


Setelah kepergian seluruh keluarga terkecuali calvin dia memilih menginap diindonesia untuk beberapa pekan baru setelah itu dia akan ke singapura untuk melanjutkan bisnisnya, mereka akhirnya pulang kembali kerumah, menikmati makan malam lalu beristrirhat.


"zayyan biarkan aku tidur" ucap ziva dengan lesu


Suaminya terus saja menerkamnya hingga ia merasa sangat lelah dan tidak punya tenaga lagi, sekarang sudah pukul 01.00 malam ziva baru saja ingin tidur namun zayyan terus saja mengusiknya.


"tidurlah sumiku besok kau akan telat kekantor" ucap ziva pada zayyan


"aku tidak mengantuk sayang" ucap zayyan memeluk tubuh istrinya dengan erat


"pejamkan saja matamu, dan jangan ganggu aku" ziva berbicara dengan mata terpejam


"tidak bisa sayang, aku ingin sekali lagi" goda zayyan


"yaampun suamiku lebih baik kau gali saja kuburan untukku" ucap ziva kesal


"hahaha.. Jangan bicara sembarangan sayang" zayyan tertawa pelan


"suamiku aku sangat lelah jika kau terus mengusik tidurku maka aku akan pindah tidur disofa" ucap ziva dengan sedikit mengancam


"oke fine, good nigth sayangku" zayyan mengecup kening istrinya sebelum tidur


"good nigth to suamiku" ucap ziva dengan mata terpejam tidak butuh waktu lama untuk ia sampai kealam mimpi karena ia sudah sangat lelah dan mengantuk