My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Kemarahan Zayyan



"silvi apa yang kau lakukan" ucap zayyan dengan suara tinggi sontak mengagetkan silvi


"ada apa yan?" tanya silvi dengan raut wajah lemah


"kenapa kau tega menjebakku dalam masalahmu" ucap zayyan


"bicara yang jelas yan aku tidak paham" silvi memijat kepalanya yang terasa berkunang


"kenapa kau mengatakan pada keluargamu kau mengandung anakku, kenapa kau menyeretku dalam masalahmu, dan kau pikir aku akan menerima semua ini jangan mimpi" bentak zayyan pada silvi


"sebentar zayyan aku belum mengatakan apapun padamu, kau tahu ini dari mana?" tanya silvi


"tidak penting aku tahu dari mana yang jelas kau benar benar sudah melewati batasanmu" sentak zayyan


"zayyan aku mohon, aku tidak ingin membahayakan nyawaku dan nyawa anakku dengan datang lagi dihadapan El, aku berjanji setelah kau menikahiku kau bisa menceraikanku kapanpun bahkan aku tidak akan mengurusi urusan pribadimu walau berstatus istri" ucap silvi memohon


"enteng sekali kau bicara silvi, kau pikir aku budakmu yang semaumu kau atur hah? Jangan kau pikir kebaikanku selama ini akan berlaku untuk situasimu saat ini" pungkas zayyan


"zayyan kemana lagi aku harus meminta pertolongan selain padamu" ucap silvi mulai menangis


"aku tidak peduli, dan dengar karena kebodohanmu itu kau merusak hubunganku dengan ziva" bentak zayyan


"apa maksudmu zayyan? Kau dan ziva berpacaran?" tanya silvi


"ya kami sudah setahun bersama" jawab zayyan


"OMG" silvi benar benar syok


"jadi sebelum semua terlambat sebaiknya kau sudahi sandiwara sialanmu itu, dan kau beritahu yang sebenarnya pada keluargamu" saran zayyan


"tidak zayyan, kau harus tetap menikahiku apapun yang terjadi" putus silvi


"kau itu gila ya, kenapa harus aku yang mendapat imbas dari perbuatan kotor kalian" geram zayyan


"zayyan dengarkan aku dulu, kau hanya akan menikahiku diatas kertas saja kita tidak perlu berlagak seperti suami istri pada umumnya, aku hanya ingin anakku mendapat pengakuan aku mohon zayyan tolonglah aku terakhir kali ini" ucap silvi yang tiba tiba berlutut dihadapan zayyan


"aku sudah katakan padamu silvi, aku tidak akan mau masuk dalam sandiwaramu itu" tegas zayyan


"tapi ayahku akan ke kediamanmu zayyan untuk membicarakan pernikahan kita" ucap silvi


"itu lebih bagus, jika ayahmu datang aku akan katakan yang sebenar benarnya" ucap zayyan


"tapi zayyan" ucapan silvi terpotong


"silvi aku sudah katakan aku tidak akan pernah setuju dengan semua ini, aku tidak bisa mempertanggung jawabkan perbuatan laki laki lain, aku sudah cukup banyak membantumu jadi aku mohon jangan memperumit kehidupanku" zayyan memohon dengan menyatukan tangannya didada


Malam ini ziva dan bu liza sudah tidak menginap dirumah pak leon. Kini mereka sedang makan malam seperti biasanya dirumah bu liza. Suasana nampak sendu, melihat anakknya tidak bersemangat bu liza menjadi prihatin.


"nak bagaimana kau sudah bertemu dengan zayyan?" tanya bu liza


"sudah bun, tapi kak zayyan tidak mau mengakui perbuatannya" jawab ziva


"apa katanya nak?" tanya bu liza lagi


"katanya dia tidak pernah melakukan perbuatan kotor seperti itu" jawab ziva


"lalu menurutmu?" tanya bu liza sekali lagi


"tentu aku lebih percaya kak silvi" jawab ziva


"tapi ziva kakakmu juga belum punya bukti atas tuduhannya itu" sanggah bu liza


"bunda dia seorang perempuan, tidak mungkin dia harus memperlihatkan vidio vulgarnya untuk menjadi bukti agar kita bisa percaya padanya" ucap ziva


"tapi kau juga tidak bisa langsung menyerah begitu saja ziva, zayyan itu milikmu bunda bisa melihat betapa cintanya dia padamu, bunda malah merasa zayyan memang tidak melakukan hal itu" tekan bu liza


"aku tidak tau bun, walau saling mencintai aku tetap tidak bisa egois, anak yang dirahim kak silvi jauh lebih berhak atas kak zayyan" lirih ziva


"bunda rasa kau harus mendalami masalah ini ziva, kau harus menguji kebenaran setiap ucapan yang keluar dari keduanya baru kau bisa putuskan langkahmu selanjutnya" saran bu liza


"akan ziva usahakan bunda, tapi rasanya sangat sakit setiap bertemu mereka berdua" keluh ziva


"kau yang sabar nak, dibalik semua kesedihanmu ini pasti tuhan sudah persiapkan kebahagiaan yang tiada hingganya untukmu" ucap bu liza dan di jawab dengan senyuman tipis dari ziva


"ayo dimakan nak" ucap bu liza dan diangguki oleh ziva


Setelah makan malam, ziva dan bu liza berniat menonton film untuk menghilangkan kegundahan mereka sejenak. Namun suara ketukan pintu mengalihkan fokus mereka.


"biar ziva saja yang buka bun" ucap ziva dan diangguki bu liza


tok..tok..tok


suara ketukan pintu terdengar semakin kencang.


ziva membuka pintu dan kaget saat silvi tiba tiba saja memeluknya sambil menangis histeris.


"kak ada apa?" tanya ziva heran


"ziva tolong kakak" ucap silvi dengan tangisannya yang histeris