
"dasar bodoh" zayyan menggebrak meja kerja syaquel
"kalau permasalahannya hanya rasa cemburumu itu lebih baik kau tanyakan dulu pada silvi supaya semuanya jelas bukan bertindak semaumu" sentak zayyan
"biar ku perjelas disini, aku dan silvi itu bersahabat dari kecil, dan dia selalu meminta tolong kepadaku baik untuk mengantarnya atau menemaninya" ucapan zayyan dipotong syaquel
"apa kau bilang tadi? Mengantarkan dan menemani? Hahaha itu sahabat atau supir" ledek syaquel membuat darah zayyan mendidih seketika
Bugh... satu tonjokan dari zayyan mendarat sempurna di wajah syaquel
"aku tidak suka dengan orang yang memotong saat aku masih bicara" ucap zayyan dengan sorot mata menyeramkan
"akan ku persingkat karena aku sudah sangat muak ada di tempat ini, kedatanganku ini bukan hanya semata mata silvi sahabatku tetapi dia kakaknya ziva kekasihku, dan aku tidak memohon pertanggung jawabanmu, karena sebagai seorang lelaki dia akan dipandang baik saat ia berani bertanggung jawab terhadap setiap tindakannya. Dan dengan kau lari dari tanggung jawabmu semakin membuktikan bahwa kau bukanlah lelaki. jadi kau mau menikahi silvi atau tidak itu urusan kalian aku sangat sangat tidak berminat untuk masuk campur dalam benang kusut kalian ini setidaknya kedatanganku tidak sia-sia, aku sudah perjelas kesalah fahamanmu tentang hubunganku dan silvi terima kasih" zayyan lalu meninggalkan syaquel yang diam mematung diruangannya itu
zayyan melanjutkan perjalanannya ke RoyalGroup untuk menemui kembarannya yang sok sibuk itu karena tidak mau mengangkat telepon dari nya.
"rio ada bosmu didalam?" tanya zayyan dengan langkah lebarnya
"ada tuan tapi..." ucapan rio terpotong saat zayyan langsung mendorong pintu ruangan rayyan
"shiiit" umpat zayyan saat melihat penghuni ruangan itu sedang mesum bersama wanita yang entah siapa zayyan tidak mengenalinya.
"kak tidak bisa kah kau ketuk dulu pintunya?" ucap rayyan kesal, ia merasa malu dipergoki kakaknya dan juga aktivitasnya harus terhenti
"jangan mengajariku, perbaiki pakaian wanitamu itu" teriak zayyan dari luar ruangan rayyan karena ia telah menutup kembali pintu ruangan rayyan.
"dan kau rio kenapa dari tadi kau disitu? Apa kerjamu sekarang menggoda sekertaris kantor?" sentak zayyan melihat rio yang terus bersenda gurau dengan sekertaris kantor rayyan
"tidak tuan maaf" rio langsung pergi dari tempat itu sebelum mendapat masalah baru
Didalam ruangan nampak angel cukup kesal dengan hentakan hentakan kakinya.
"baby pulang lah dulu" ucap rayyan
"sayang aku ingin shoping aja" kode angel
"oke akan aku transfer baby"
"thankyou sayang" angel mengecup b*b*r rayyan sekali lagi sebagai tanda perpisahan
Setelah melihat wanita berambut kuning itu keluar dari ruangan rayyan, zayyan langsung masuk ke ruangan rayyan
"kau itu, ini kantor bukan club supaya kau bisa berbuat mesum semaumu" pungkas zayyan sambil mendaratkan bokongnya di sofa ia juga melonggarkan dasi nya yang serasa mencekikknya
"hmm ada perlu apa kau kesini kak?" ucap rayyan to the poin, ia juga ikut duduk disofa yang ada disebelah zayyan
"kau jangan memotong pembicaraanku, siapa wanita pelangi itu?" ucap zayyan sengaja mengejek angel
"what? Wanita pelangi?" ucap rayyan seakan tidak terima
"kau tidak lihat rambut dan pakaiannya warna warni, bukankah pelangi juga seperti itu" jelas zayyan
"ya terserah padamu saja, pelangi kan indah untuk dipandang" bela rayyan
"cih" zayyan meludah
"oh, memangnya kau sudah bicara pada ziva kak?" tanya rayyan
"sudah, kau pikir aku akan dengan senang hati datang kesini kalau bukan karena ziva" ucap zayyan sensi
"astaga kak, aku rasa darah tinggimu kumat" ledek rayyan karena zayyan marah marah terus
"ya dan semua karnamu" ucap zayyan kesal
"terus apa kata ziva?" tanya rayyan
"kau itu banyak sekali pertanyaan, makanya kalau orang masih bicara jangan dipotong potong" ucap zayyan semakin kesal
Rayyan hanya bisa menghela nafas dalam dalam untuk mempertahankan kesabarannya, kalau yang didepannya ini bukan kakaknya barang kali sudah dari tadi ia mencekikknya
"kata ziva atur secepatnya pertemuannya dengan model yang kau maksud itu" ucap zayyan
"oke sebentar aku hubungi dulu, semoga saja dia masih ada disekitaran kantor ini" ucap rayyan lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi angel
"maksudmu? model itu ada disini dikantormu?" tanya zayyan heran
"iya wanita yang kau sebut seperti pelangi tadi dialah modelnya" ucap rayyan lalu menelepon angel
"halo sayang" ucap angel
"baby kau dimana?" tanya rayyan
"masih di loby sayang, kenapa?" tanya angel balik
"tolong naik kembali ke ruanganku ya, aku ada perlu sedikit denganmu baby" pinta rayyan
"oke sayang"
panggilan pun diputus oleh rayyan.
"kau berhutang penjelasan padaku ray" ucap zayyan dengan tatapan mengintimidasi
"hahaha santai saja kak, dia kekasihku selama 3 bulan terakhir ini lebih tepatnya pemuas ranjangku" ucap rayyan sedikit berbisik
"astaga dasar bajingan" ucap zayyan menjitak kepala rayyan dengan kuat
"aduh kak, kau itu" pekik rayyan
"siapa yang mengajarimu seperti itu bodoh, kau bisa terkena penyakit sialan" zayyan memarahi rayyan
"astaga kak aku tidak gonta ganti aku hanya melakukannya bersama dia saja, kau tenanglah" ucap rayyan santai
"enteng sekali kau, walau kau tidak gonta ganti tetapi kalau wanitamu itu ******, bisa saja penyakit yang dibawanya berpindah padamu bodoh" pungkas zayyan
"yaampun kak mulutmu itu, tega sekali kau mengatai wanitaku ******" ucap rayyan
"sayang ada apa?" angel datang menghentikan perdebatan kakak beradik itu
zayyan menatap angel dari atas sampai bawah berkali-kali