My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
3 bulan berlalu



Uhukk.uhuk


rayyan terbatuk batuk mendengar perkataan angel yang begitu spontan


"hey ray, ini diminum dulu" ucap ziva sembari memberikan gelas berisi air pada rayyan


"thank you kakak ipar" ucap rayyan setelah ia meneguk air yang diberikan oleh ziva


"tapi sayangnya aku sudah menjodohkan putraku ini dengan wanita lain" ucap bu bianca dengan sinis


"what? Sayang benarkah itu?" ucap angel pada rayyan terus terang dia shock mendengar itu


"bukan seperti itu angel, mommy ku hanya menggodamu saja" ucap rayyan


"menggoda? haha untuk apa aku menggodamu hm?, seharusnya aku mengundang calon istrimu juga disini, iyakan ray?" ucap bu bianca


"mommy aku tidak bersedia" ucap rayyan


"dan mommy juga tidak bersedia untuk merestui hubungan kalian ini" ucap bu bianca dengan sinisnya


"aku ingin tahu siapa wanita yang akan dijodohkan dengan rayyan, apa dia bisa menyaingi aku? nyonya tidak lupa bukan, aku ini seorang model terkenal" ucap angel dengan sombong


"wow akhirnya aslimu keluar juga" sindir ziva


"bagaimana dad? Apa kau mau punya menantu sombong seperti dia?"tambah zayyan membuat angel tersudut


"ray carilah yang lain" ucap pak will yang dari tadi diam saja


angel menjadi marah, tanpa permisi ia langsung berdiri dan pergi meninggalkan makan malam itu.


"guys kalian sudah mempermalukannya" ucap rayyan kesal


"itu tidak sepadan dengan caranya mempermalukan mommy didepan umum" ucap bu bianca


Setelah makan malam itu rayyan memutuskan untuk menjauhi angel bukan karena ia menerima dijodohkan dengan vanya tapi karena memang angel sudah tidak sopan kepada keluarganya khususnya pada mommynya.


3 bulan berlalu..


banyak yang telah terjadi pada 3 bulan terakhir ini, mulai dari ziva dan zayyan telah menyempatkan waktu untuk berbulan madu dipulau eropa, pertunangan rayyan dan vanya, dan menikahnya silvi dan syaquel.


Ya, syaquel telah menikahi silvi namun bukan karena anak yang dikandung oleh silvi melainkan adanya maksud tertentu dan ia menikahi silvi tanpa ada


keluarga yang menyaksikan.


Sedangkan vanya dan rayyan dipaksa bertunangan oleh kedua keluarga padahal hati mereka bertentangan.


Pagi ini seperti biasanya ziva berangkat ke butik, sejak semalam kepalanya terasa berdenyut hingga pagi ini ia merasa kepalanya bertambah pusing namun ia harus bertemu dengan seorang clien penting.


"kakak apa tidak sebaiknya kita tunda pertemuannya? Kakak terlihat tidak baik hari ini" ucap greis menghawatirkan bosnya


"iam okay greis, iam fine" ucap ziva berdusta


"baiklah kalau begitu" ucap greis


Sesaat kemudian greis masuk kembali keruangan ziva karena clien mereka sudah tiba


"kak nyonya kate sudah datang" ucap greis


"oke, ayo kita temui dia" ziva bangkit


"kak" teriak greis saat tubuh ziva hampir saja ambruk


"kak duduklah dulu" greis membantu ziva untuk duduk dikursinya kembali


"kak sebaiknya kita tunda pertemuan ini, kakak sedang tidak sehat" ucap greis dan diangguki oleh ziva


Greis lalu keluar dari ruangan ziva untuk menemui clien mereka itu agar menunda pertemuannya. Lalu ia menelepon zayyan untuk memberitahu keadaan ziva. Tidak menunggu lagi zayyan langsung bergegas ke tempat dimana istrinya berada saat ini.


Sesampainya dibutik zayyan melangkah dengan lebar dan sedikit berlari menuju ruangan istrinya, disana terlihat ziva sedang menundukkan kepalanya dimeja kerjanya sambil dibantu untuk mengolesi minyak kayu putih oleh greis.


"sayang are you okay?" tanya zayyan dengan khawatir


"hu'um" jawab ziva singkat, ia menatap suaminya namun pandangannya masih sedikit kabur


"ayo kita kerumah sakit" ucap zayyan lalu mengambil tangan ziva agar ia dapat menggendong istrinya itu


"tidak suamiku, kita kembali saja, aku hanya butuh istirahat" tahan ziva


"benarkah?" tanya zayyan kembali


"yes" jawab ziva singkat lalu ia mengalungkan tanggannya keleher suaminya agar ia digendong ke mobil karena ia tidak mampu untuk berjalan saat ini


zayyan lalu menggendong tubuh istrinya, greis membantu membawa tas atasannya itu menuju mobil zayyan.


"greis tolong kau handle" pinta ziva saat ia telah duduk disamping pengemudi


"tenang saja kak, semoga lekas sembuh" ucap greis dan diangguki oleh ziva


Zayyan melajukan mobilnya menuju kediaman Richard. Sesampainya dirumah zayyan langsung menggendong kembali istrinya untuk dibaringkan kekamar mereka.


"oh tuhan apa yang terjadi?" tanya bu bianca menjadi panik


"hanya kurang enak badan mom" jawab zayyan


Lalu zayyan membaringkan istrinya dikasur, ia menggenggam tangan dan mengelus kepala ziva dengan khawatir.


"sayang mommy akan buatkan bubur" ucap bu bianca dan diangguki oleh zayyan


"sayang lebih baik berhenti bekerja" ucap zayyan


"tidak perlu berlebihan suamiku, aku hanya sakit biasa, setelah minum obat dan istitahat pasti akan baikan" ucap ziva dengan memejamkan matanya karena kepalanya begitu pusing terasa


"aku akan panggilkan dokter" ucap zayyan


"tidak perlu suamiku, disana ada obat sakit kepala yang biasa aku minum" ucap ziva sambil menunjuk sebuah nakas


"baiklah istirahatlah dulu" ucap zayyan mengelus kepala ziva


Tidak terasa ziva pun tertidur, dan zayyan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia memutuskan tidak kembali lagi ke kantor dan akan menemani istrinya dirumah hingga keadaannya membaik.


setelah satu jam tertidur ziva terbangun karena kepalanya kembali berdenyut hebat. Ia meringis pelan karena tidak ingin membuat suaminya yang sedang tidur sambil memeluknya terbangun.


ziva memindahkan tangan zayyan yang melingkar diperutnya, ia duduk dan bersandar dikasur sambil memijit kepalanya yang sakit dan sangat pusing.


"aakh, ada apa denganku" ucap ziva pelan sambil memegangi kepalanya yang seperti akan pecah.