My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Stoop baby



Kedua bibir itu pun menempel dengan sempurna, baik zayyan maupun ziva mereka sama sama merasa seperti tersengat aliran listrik, ya pasalnya cukup lama mereka tidak melakukan seintim ini mengingat kondisi kesehatan zayyan.


Tidak hanya menempel, lidah zayyan mulai menerobos masuk untuk menjelajah didalam sana. Ziva pun menyambut permainan suaminya dengan baik, sebab ia tidak ingin menyianyiakan kesempatan emas ini.


Rindu yang menggejolak dalam diri ziva membuatnya sedikit agresif kali ini, ia membalas ******* suaminya hingga berbunyi decapan decapan mesra disana. Dengan dahi yang masih menempel ziva dan zayyan berhenti sejenak untuk mengatur nafas mereka.


Zayyan lalu mengubah posisi mereka seakan mengambil alih kendali dengan mengungkung tubuh ziva dibawahnya. Tidak kalah dari suaminya ziva melingkarkan tangannya dileher zayyan, ia mulai memberikan sentuhan sentuhan diarea telinga hingga tekuk suaminya karena sebagai istru ia tau disana lah titik kelemahan zayyan.


Zayyan menggeliat sambil memejamkan mata ziva benar benar membangkitkan gairahnya. Zayyan lalu menyibak dress yang digunakan ziva mencari letak dua buah kesukaannya.


Ziva mengerang saat zayyan meremas dengan lembut kedua gunung kembarnya.


"itu milik nio" tahan ziva saat zayyan hendak mengulum puncaknya


"apa tidak bisa membaginya denganku?" tanya zayyan dengan tatapan penuh nafsu


"it's up to you my dear" ucap ziva dengan suara sensualnya


******* demi ******* terus keluar dari mulut ziva sebab zayyan sama sekali tidak berubah dia sangat lihai dalam hal seperti ini, setelah puas bermain disana zayyan mulai meraba paha mulus ziva seketika otaknya tidak bekerja ia mendadak pikun, zayyan lupa jika ziva masih dalam masa nifas.


"suamiku" ziva menahan lengan zayyan yang mulai menjalar kemana mana


Zayyan menoleh dan menatap istrinya dengan tatapan sayunya.


"aku sedang nifas" ucap ziva yang langsung membuat zayyan frustasi


"oh yaampun cobaan apa ini" zayyan langsung bangkit dari tubuh ziva yang sudah setengah telanjang


"kau lupa yaa?" ucap ziva sembari memperbaiki bajunya yang sudah acak acakan


"lalu bagaimana denganku ziva? apa kau tidak memikirkan nasibku" ucap zayyan sendu


"hmm menyedihkan sekali" ucap ziva menatap suaminya


"tidak mungkin aku harus menghabiskan waktuku dikamar mandi kan?" tanya zayyan penuh harap


"baiklah, aku akan membantumu suamiku" zayyan mendorong tubuh zayyan agar ia kembali terbaring


Kening zayyan berkerut, dalam hatinya bertanya tanya apa yang akan ziva lakukan, seketika netranya membulat saat ziva hendak menanggalkan celananya.


"apa yang akan kau lakukan?" tanya zayyan sembari menahan celananya yang sedang ditarik oleh ziva


"ck, nanti juga kau akan tau, cukup diam dan niknatu saja" ucap ziva dengan aura mesumnya


"tapi ziva.." ucapan zayyan bak menggantung diudara saat celana telah mencapai betisnya


Zayyan memejamkan matanya dan membuang wajahnya kesembarang arah ini benar benar memalukan baginya.


Ziva mulai menyentuh bendanya dan memainkannya dengan tangan halusnya, sementara zayyan membeku bagaikan patung hidup.


"santai saja sayang, jangan sok seperti pria yang masih perjaka, kau tidak lihat putramu dia itu hasil dari perbuatan tongkat saktimu ini" ziva semakin senang menggoda suaminya itu


"jangan melant... Ooww" zayyan mengerang tanpa sadar saat ziva memasukkan benda saktinya kedalam mulutnya.


Ziva bermain dengan lihai dibawah sementara zayyan sudah seperti orang kejang kejang, walaupun tidak dapat masuk kedalam sangkar yang sebenarnya namun hal yang sedang dikerjakan istrinya saat ini tidak kalah nikmat.


"kau suka hum?" tanya ziva saat ia berhenti sejenak


"jangan tanyakan hal tidak berguna sayang, lebih baik kau lanjutkan saja aksimu" ucap zayyan yang merasa kecanduan


"jadi kau ketagihan?" ziva memainkan mainan kesukaannya dengan tangannya dan mempercepat gerakannya.


"hmm.. Yes baby" jawab zayyan disela sela de sah an nya


"baiklah, kau harus tau kalau kita sering melakukannya dulu, saat usia kandunganku masih muda dokter menyarankan kita untuk istirahat melakukan hubungan suami istri dan seperti inilah caraku melayanimu, dulu kau sangat senang dan bahkan seperti orang kecanduan" ziva semakin mempercepat kocokannya


"hmm yaa aku dapat mengingatnya, aah" gumam zayyan tanpa sadar


"benarkah?" tanya ziva antusias


"ya, uuuh sedikit lagi aku ke.." lagi lagi zayyan tidak menyelesaikan ucapannya saat ziva kembali memasukkan benda itu kedalam mulutnya


"yaah aah...lebih cepat sayang" ucap zayyan disela sela erangannya


ziva menuruti keinginan suaminya, situasi dikamar itu semakin panas bahkan AC diruangan itu seperti tidak berfungsi sebab dapat terlihat keduanya dibanjiri oleh keringat disekujur tubuh mereka.


Benda sakti milik zayyan akhirnya mengeluarkan cairannya bahkan seprei pun ikut kotor.


"aku mau mandi badanku lengket" ucap ziva,


Seperti biasa selepas pertempuran, dia pasti akan melarikan diri ke kamar mandi dengan alasan membersihkan diri agar suaminya lah yang akan membersihkan sisa sisa permainan ranjang mereka termasuk mengganti seprei.


"ck, ziva kau kebiasaan" gerutu zayyan


Tanpa zayyan sadari puing puing ingatannya mulai kembali, bahkan ia bisa mengingat dengan jelas apa saja yang akan mereka lakukan disaat saat seperti ini.


Senyum kemenangan mekar dibibir ziva, hari ini dia sangat senang bisa memuaskan suaminya tanpa berhubungan badan dan juga ia berhasil melarikan diri seperi biasanya


Hampir 20 menit ziva berada didalam kamar mandi? zayyan yang juga sudah gerah jadi kesal saat harus mengantri ke kamar mandi seperti ini.


Tok..tok..tok


"ziva cepatlah, nio menangis" dusta zayyan


"iya sebentar" sahut ziva dari dalam kamar mandi


Tidak lama kemudian ziva keluar dengan jubah mandinya dan hendak menuju pintu pengubung ke kamar nio, namun dengan cepat zayyan mencegah istrinya yang ceroboh itu.


"hey kau mau kemana?" tanya zayyan


"aku? tentu saja mau melihat putraku" jawab ziva cepat


"kau akan ke kamar nio dengan memakai handuk seperti ini? Yang benar saja, setidaknya pakai bajumu dulu, apa yang akan dipikirkan pengasuhnya nio nanti saat melihatmu seperti ini" jelas zayyan


"ah iya kau benar" ziva berlalu meninggalkan nio


Ziva menuju lemari pakaiannya dan dengan santai melepas handuknya hingga jatuh dilantai lalu mengenakan pakaiannya satu persatu.


Sementara zayyan yang masih berdiri diambang pintu kamar mandi hanya dapat menelan salivanya melihat tubuh putih nan mulus milik istrinya.


Tidak ingin gairahnya kembali menggejolak zayyan memutuskan untuk segeraa masuk ke kamar mandi dengan menutup pintu sedikit kasar.


Ziva terkejut dan melirik ke arah kamar mandi saat mendengar bunyi pintu yang seperti di banting.


"oh jadi dari tadi dia mengintipku? Awas saja" ucap ziva


Makan malam kali ini terasa lengkap karena bu bianca mengundang zivanya calon menantunya yang akan mereka nikahkan dengan sibungsu rayyan.


"kak bagaimana kabar ayah dan lainnya? Aku belum menghubungi mereka beberapa hari ini?" tanya ziva pada vanya


"baik ziva, mereka baik baik saja kau tidak perlu khawatir" jawab vanya


"bagaimana dengan sky? Ah pasti dia semakin lucu ya" tanya ziva antusias membayangkan kelucuan keponakannya itu


"iya dia semakin menggemaskan, kau tahu dia sangat murah senyum" jawab vanya dengan seemangat


"kalau begitu vanya, apalagi yang kalian tunggu jangan menunda lagi agar kalian segera mendapatkan bayi yang lucu seperti sky dan nio, iya kan dad?" pancing bu bianca


"iya mommy benar ray vanya, tidak baik menunda nunda niat baik" timpal pak will


Vanya melirik tidak suka pada rayyan disampingnya yang dengan santai menyantap makan malamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vanya dan rayyan kenapa ya? kenapa mereka terus terusan menunda hari pernikahan mereka?.


Penasaran nggak sama kisahnya zivanya dan rayyan?


Yang setuju novel nya zivana dan rayyan rilis setelah novel My promise is your happines tamat, komen dibawah yaa❗


...****************...


Bonus foto daddy dan mommy nya dedek Arsenio❤



So sweet nggak sih?😁