My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
BonChap 5



Zayyan menggenggam tangan istrinya yang sedang didorong menggunakan kursi roda menuju ruangan operasi.


"Sayang" zayyan mensejajarkan tubuhnya dengan ziva


"dengar, jangan takut tetap tenang semua akan baik baik saja" ucap zayyan sembari mengecup kedua tangan istrinya yang terasa dingin


"iya suamiku aku akan berusaha untuk lebih tenang" ucap ziva patuh


"bagus sekali sayang, semua ini akan menjadi pengalaman pertama bagimu jadi wajar saja jika kau merasa takut sayang" ucap zayyan menggelus rambut ziva dengan penuh kasih sayang


"kau akan menemaniku kan?" tanya ziva


"iya sayang, aku akan selalu ada disampingmu" ucap zayyan sembari mengecup seluruh bagian wajah istrinya


"jangan takut oke" zayyan memperdalam kecupan dibibir istrinya agar ziva merasa lebih tenang


Ziva menoleh pada ayah dan bundanya yang juga ada didekat suaminya.


"ayah bunda" ziva menggenggam lengan kedua orang tuanya


"maafkan aku jika aku banyak salah pada kalian, doakan aku semoga operasiku hari ini lancar" ucap ziva


"tentu saja nak, kami akan selalu mendoakan mu jangan takut ya sayang, kau adalah wanita hebat yang bisa melakukan apapun untuk anak anakmu benar kan?" bu liza berusaha memberi semangat pada anak kandungnya itu


"iya bunda terima kasih" ucap ziva yang mulai meneteskan lagi air matanya


"princess nya ayah tidak boleh cengeng, ingatlah bahwa setelah ini kita akan berkumpul kembali dengan kebahagiaan yang lengkap, bayangkan lah betapa senangnya nio saat melihat adik adiknya" pak leon juga ikut menguatkan anaknya


"iya ayah terima kasih banyak sudah datang menemaniku disini" ucap ziva yang tahu jika ayahnya sedang tidak begitu sehat


"ayah sangat bangga padamu" pak leon menghapus jejak air mata di pipi ziva


Ziva lalu didorong menuju ruang operasi, zayyan terus menemani istrinya yang kini sudah setengah sadar pengaruh obat bius yang diberikan oleh tim anastesi. Tidak lama kemudian terdengarlah suara bayi pertama yang berhasil keluar dari perut ibunya.


Uweek..uweeek


"tuan bayi pertama anda laki laki" ucap alesha


Senyum zayyan menggembang dengan sempurna melihat putranya yang telah dibawa oleh tim medis untuk dibersihkan. Tidak lama kemudian suara tangisan bayi kedua merema kembali menggema nyaring dalam ruangan itu.


Uwweeek...uweeek


"perempuan tuan" ucap alesha lagi


Zayyan tidak dapat membendung air mata nya lagi, putri yang ia tunggu tunggu akhirnya hadir juga didunia ini.


"selamat datang sayangku" ucap zayyan saat samg putri diperlihatkan padanya


"biar kami bersihkan dulu tuan, lalu kami akan melakukan pemeriksaan" ucap tim medis yang menangani operasi ziva


Zayyan mengangguk cepat, lalu kembali menemani sang istri yang masih dalam proses penanganan. Zayyan cukup lega anak kembarnya sudah lahir dengan selamat namun ia juga masih sedikit khawatir pada sang istri yang masih menjalani operasi cessar.


"mereka sehat kan?" ucap ziva pelan nyaris tidak terdengar


"mereka sehat sayang, kau juga harus sehat ya" ucap zayyan sambil mengecup kening sang istri


.


.


.


Kini semua orang berkumpul diruang rawat ziva, sesuai janji hari ini vanya dan rayyan membawa nio dan naya ke rumah sakit untuk melihat baby twins. Ruangan itu terasa sangat ramai sebab seluruh keluarga datang untuk membesuk ziva dan bayinya terkecuali pak william dan bu bianca yang sedang dalam perjalanan menuju indonesia.


"naya naya ayo kita lihat twins" pekik nio


"ayo kak" naya dan nio berlari mendekati baby twins


"naya lihat ternyata nama adik kita adalah adik arraska dan adik arrabel" ucap nio yang sudah pintar membaca papan yang bertuliskan nama kedua bayi itu


"aku akan memanggil mereka adik aska dan adik abel " sahut naya


"iya aska dan abel, mereka tampan dan cantik sekali kan naya?" tutur nio


"iya kak" ucap naya cepat


"adik aska tampan sepertiku dan adik abel cantik sepertimu" celoteh kedua bocah itu dengan riang gembira.


"kak apa mommy dan daddy akan berangkat hari ini?" tanya rayyan


"baguslah jika begitu mereka sudah sangat lama tinggal di berlin memang sebaiknya mereka pulang untuk menengok cucu cucu mereka" ucap rayyan


"Ziva kau baik baik saja kan?" ucap vanya


"iya kak aku sangat sehat " jawab ziva


"selamat ya untuk bayi kembar mu" ucap vanya dengan sendu


"terimakasih kak, kak vanya harus sabar aku yakin kau pasti akan mendapatkan lebih dari yang ku punya" ziva mengerti perasaan vanya yang sangat menginginkan sang anak tetapi belum juga dikaruniai


vanya mengangguk sembari menampilkan senyum terbaiknya.


"ibu, aku juga ingin adik seperti punya kakak nio" celoteh putri kecilnya namun vanya hanya dapat menjawab dengan senyuman


"naya, kemari" zayyan menepuk pahanya agar sang putri naik kepangkuannya


"iya dad" ucap naya saat telah berada dipangkuan zayyan, putri angkat rayyan dan vanya memang sudah terbiasa memanggil ziva dan zayyan mommy dan daddy karena ia selalu meniru gaya bicara nio


"sayang kau ingin adik bukan?" tanya zayyan


"mau dad" jawab naya cepat


"kalau begitu berikan ibu dan ayah waktu berdua, agar mereka bisa buatkan adik untuk naya, boleh kan?" bujuk zayyan


Semua orang langsung menatap zayyan dan naya yang sedang berinteraksi di sofa. Daddy 3 anak itu sedang membujuk tuan putri agar vanya dan rayyan diizinkan untuk honeymoon.


"memangnya kalau belsama naya, ibu dan ayah tidak bisa buat adik?" naya bertanya balik


"tidak bisa sayang, buat adik itu harus berdua saja tidak bisa bertiga" jawab zayyan apa adanya


"tapi naya juga ingin lihat daddy" ucap naya lagi


"what?" zayyan menepuk jidatnya sendiri


"kanaya anak cantik dan baik hati, dengarkan daddy ya.." zayyan memutar otaknya keras mencari alasan, sementara naya menatap wajah zayyan menunggu kalimat yang akan diucapkan selanjutnya


"begini naya sayang, membuat adik itu tugas orang dewasa anak kecil tidak bisa ikut, seperti daddy dan mommy membuat baby twins kakak nio tidak ikut, kakak nio memilih tinggal bersama mbak alya agar mommy dan daddy bisa punya waktu berdua untuk membuat adik. Jadi jika naya ingin punya adik seperti kakak nio maka naya harus melakukan seperti apa yang kakak nio lakukan, mau tidak?" zayyan menjelaskan panjang lebar walau tidak masuk akal


"mau dad" naya mengangguk cepat


"benar sayang?"tanya zayyan memastikan


"iya dad, tapi ibu dan ayah mau buat adik dimana dad?" tanya naya


"yang jelas tidak dirumah sayang, jadi untuk sementara naya mau ya tinggal dirumah kakak nio" bujuk zayyan


"yeeey, mau dad naya mau tinggal dilumah kakak" naya lompat lompat kegirangan jika menyangkut tentang nio


"yeeeey" zayyan ikut bersorak merayakan keberhasilannya membujuk si tuan putri


"wow, hebat juga dia" puji rayyan tidak menyangka sang putri dengan mudah dikelabui oleh saudaranya


Vanya tersenyum senang bisa pergi berbulan madu setelah sekian lamanya rencana ini tertunda, namun ia juga sedih meninggalkan sang putri yang selama ini selalu melengket dengannya


"selamat bersenang senang kak" ucap ziva membuyarkan lamunan vanya.


Setelah beberapa hari dirumah sakit, akhirnya ziva diizinkan pulang kerumah. Dengan dijemput oleh ayah dan ibu mertuanya yang baru beberapa hari lalu tiba dari luar negeri.


Kedatangan mereka bukan hanya semata mata karena kelahiran anak kembar zayyan melainkan juga ingin melihat putri yang diangkat oleh rayyan 2 tahun lalu, bu bianca sangat senang dengan naya putri kecil yang sangat cerewet, juga yang kini sudah menjadi cucunya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan membeda bedakan caranya menyayangi naya dan cucu cucunya yang lain. Namun tetap saja ia menginginkan agar rayyan dan vanya segera memiliki anak dari darah daging mereka sendiri.


"semua sudah siap kan?" tanya pak leon


"sudah dad" jawab zayyan


"baiklah ayo" ucap pak leon


Setelah mengendarai mobil kurang lebih 30 menit, akhirnya mereka sampai dikediaman richard. Baru saja memasuki pintu utama mereka sudah disambut meriah oleh seluruh keluarga richard dan keluarga smith.


"Welcome to the world baby twins" sorak seluruh penghuni rumah itu


Ziva dan zayyan tersenyum senang, perasaan bahagia, terharu dan kagum bercampur menjadi satu, saat mereka mengedarkan padangan melihat ruangan besar dirumah itu sudah di dekorasi sedemikian rupa untuk menyambut kelahiran kedua anak mereka.


Papan besar berwarna biru dan pink bertulisakan nama putra dan putri mereka, "Arraska Daniel richard" dan "Arrabel Daniella Richard".


"Thankyou guys" ucap zayyan bahagia