
"wanita ini? Bukankah wanita yang hampir dinikahi zayyan dulu?" calvin memperlihatkan foto seorang wanita yang ia ambil saat resepsi pernikahan zayyan dan ziva
"iya dia kakaknya ziva" ucap rayyan setelah melihat foto silvi di ponsel calvin
"I know it" ucap calvin dengan senyum yang mengembang
"so?" tanya rayyan karena ia heran untuk apa sepupunya bertanya tentang silvia
"she's so pretty, i think i'm attracted to her" ucap calvin sembari tersenyum menatap foto silvia
"what?" pekik rayyan karena kaget
"why?" tanya calvin dengan tatapan heran
"vin, she is pregnant" ucap rayyan, walaupun ia tahu calvin telah sadar soal itu karena perut silvia juga sudah mulai terlihat
"yes, then what's the problem?" tanya calvin dengan sadar
"masalahnya ada pada dirimu" ucap rayyan
"aku rasa itu bukanlah masalah besar, di london kasus seperti ini sudah sangat lumrah" jawab calvin
"oh ya? Yasudah kau tanya saja padanya kalau dia mau menikah denganmu" ucap rayyan sambil memijit pelipisnya
"ah tidak perlu secepat itu, mungkin aku akan pendekatan dulu" ucap calvin
"oh jadi kau menunggu dia melahirkan dulu baru kau akan menikahinya" ucap rayyan
"no no no, itu sudah terlalu lama" ucap calvin
"terserah padamu saja calvin, kau sudah keliling dunia tapi kau malah tetarik pada wanita hamil" rayyan terheran heran dengan sepupunya yang satu itu
"hahaha jodoh tidak kenal bulu ray" ucap calvin
"ya ya ya" ucap rayyan acuh
"tolong beri aku informasi tentangnya" sahut calvin
"nama silviana agatha smith, usia 26 tahun, dia anak pertama dari tiga bersaudara dan dia direktur utama di perusahaan Smith.com" ucap rayyan
"thankyou brother" ucap calvin sambil menepuk bahu rayyan
.
.
Dikamar hotel, nampak matahari mulai menembus gorden yang menutupi jendela dan menyilaui wajah ziva yang masih tertidur, ia lalu terbangun sambil mengucek mata nya. Ia menoleh kesamping terlihat suaminya masih tertidur sambil memeluknya.
Ziva lalu melihat ponselnya diantas nakas dan mengambilnya, ia melihat jam diponsel menunjukkan pukul 10.30, ia langsung mendudukkan tubuhnya yang tanpa memakai apapun hanya ditutupi oleh selimut.
"astaga kesiangan" batin ziva panik
"zayyan..zayyan" ziva mengoyangkan tubuh suaminya agar ia terbangun namun zayyan masih enggan untuk membuka matanya ia malah menutup wajahnya dengan selimut
"suamiku kita kesiangan, bangunlah" ziva memperbaiki panggilannya pada zayyan
"morning suamiku, aku mandi duluan ya" ziva langsung menyambar kameja zayyan yang bertepatan ada dibawa ranjangnya dan turun dengan terburu buru
"hey hati hati" baru saja zayyan memperingatkan ziva sudah meringis kesakitan
"aww aduh" ringis ziva sambil mendudukkan kembali bokongnya diranjang
"hati hati sayangku, kenapa kau terburu buru?" zayyan mengambil celana nya semalam yang tergeletak dibawah ranjang dan memakainya
"semuanya pasti sudah lama menunggu kita" ucap ziva merasa bersalah
"bahkan mungkin mereka sudah kembali lebih dulu" ucap zayyan
"oh my god" ucap ziva merasa frustasi
"untuk apa kau memikirkannya sayang mereka pasti memakluminya" ucap zayyan menenangkan istrinya
"ayo aku gendong kekamar mandi" zayyan mulai mengangkat tubuh istrinya dan ziva mengalungkan tangannya dileher suaminya
Namun kenyataannya bukannya segera mandi mereka malah bermain satu ronde lagi dikamar mandi sebelum akhirnya mereka benar benar membersihkan diri lalu bersiap untuk kembali.
Sebelum itu zayyan juga sudah menyuruh defri untuk membawakan pakian yang bagus dan layak untuk mereka pakai untuk kembali kerumah agar mereka tidak dihujat habis habisan oleh keluarga mereka yang julid itu.
Sesampainya diparkiran rumah telah terjejer mobil mobil yang tadi dipakai oleh keluarga richard dan keluarga lourens untuk kembali ke kediaman dan dari luar pun sudah terdengar suara bising dari para penghuni rumah. Terlihat juga rayyan keluar dari pintu utama dengan mengenakan pakian rapi seperti biasanya ia pakai kekantor dengan langkah yang terburu buru mendekati mobilnya tetapi tidak lupa ia menyapa zayyan dan ziva yang baru saja keluar dari mobil.
"ow hello pengantin baru sudah datang" pekik rayyan
ziva hanya tersenyum malu sedangkan zayyan menjawab dengan bertanya pada adiknya
"apa semuanya sudah kembali?" tanya zayyan
"sudah sejak pagi kami sudah sampai disini" jawab rayyan dengan sengaja menyentil pengantin baru yang telat bangun lewat kata katanya
"lalu kau mau kemana?" tanya zayyan lagi
"rio meneleponku katanya ada urusan penting yang memaksaku harus datang" ucap rayyan
"oh ya sudah pergilah" ketus zayyan
"kalian masuklah dulu" ucap rayyan tidak kalah ketus
zayyan menarik tangan ziva untuk segera masuk kerumah namun ziva menahannya ia tidak ingin rayyan melihat dia yang kesusahan berjalan karena bagian intinya masih terasa nyeri tetapi sepertinya rayyan sudah lebih dulu membaca pikiran ziva sehingga ia kembali menggoda kakak iparnya.
"ada apa kakak ipar? Apa kau kesusahan untuk berjalan?" tanya rayyan dengan tersenyum penuh arti
"adik ipar sialan" maki ziva dalam hati
Rayyan tertawa puas melihat wajah ziva yang memerah karena malu.
"hey kau akan pergi menggunakan mobil atau mau aku tendang dari sini" ucap zayyan kesal pada adiknya itu
"wow wow santai brother" ucap rayyan disela sela tawanya
"yasudah aku pergi, dan kakak ipar siap siap saja kau menjadi trending topik nanti didalam" goda rayyan sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobilnya