
Setelah kepergian ziva dan keluarganya, zayyan langsung bertanya tentang dua wanita yang bersama dengan ziva tadi pada mommynya, tidak hanya itu zayyan bahkan bertanya ziva akan tinggal dimana dan beberapa rententan pertanyaan lainnya yang membuat bu bianca geleng kepala.
2 hari sudah ziva melewati hari harinya bersama sang putra, walau banyak yang membantunya mengurus baby nya namun ziva tetap saja kewalahan dengan nio yang sangat rewel, bayi tampan itu bahkan tidak kenal waktu jika ia menangis dan hal itu tentu sangat menyita waktu ziva bahkan untuk istirahat pun sangat lah terbatas.
"dek apa tidak sebaiknya pakai pengasuh?" saran silvi yang juga sedang menggendong baby sky
Ya, Gyian Skyler Smith merupakan nama yang disematkan oleh silvi untuk putra semata wayangnya. Ia sengaja tidak mencantumkan nama keluarga Fernando dibelakang nama sang putra karena ia tidak ingin ada bayang bayang syaquel dikehidupan sky kelak, terlebih lagi mereka juga sudah resmi bercerai sebulan yang lalu. Dan saat ini usia baby sky sudah akan menginjak 4bulan.
"belum kak, aku masih bisa sendiri" jawab ziva
"baiklah jika begitu" ucap silvi
"Nio sayang, kau kenapa nak?" silvi mencoba berinteraksi dengan baby nio yang sedang rewel dalam gendongan ziva
"atau dek jangan jangan nio kangen sama daddy nya" sambungnya
Bola mata ziva membola, tiba tiba ia teringat pada suaminya yang sudah 2 hari ini sama sekali belum ia hubungi, tidak hanya ziva saja tangis baby nio semakin nyaring saat silvi melontarkan kata daddy.
.
.
.
Sementara itu ditempat lain yaitu disebuah rumah sakit ternama, seorang pria memasang wajah kusut dengan susah payah menelan makanannya tidak lain dan tidak bukan tuan zayyan richard, ia benar benar sangat dongkol karena sudah 2 hari wanitanya hilang tanpa kabar.
"kalau kau tidak suka menunya biar mommy ganti" ucap bu bianca menatap putranya yang seolah tidak berselerah
"bukab tidak suka, aku sudah kenyang" jawab zayyan dengan asal
"what? kenyang dari mana, kau bahkan baru makan dua sendok dan kau bilang sudah kenyang" pekik bu bianca
"nanti aku akan makan lagi" ucap zayyan sembari mendorong piring yang masih berisi makanan
"tidak bisa, mommy yang akan menyuapimu kalau begitu" bu bianca mengambil alih piring itu
"mom ayolah, aku sedang tidak berselera" ucap zayyan
"kau itu kenapa kak? Kemarin kau semangat sekali untuk makan minum obat sekarang kenapa kau jadi malas malasan begini" gerutu bu bianca
"aku bosan mom" jawab zayyan asal
"ck, mommy akan lapor ke istrimu jika kau selalu begini" ancam bu bianca,
Sedetik kemudian ponsel bu bianca berdering dan nama menantunya tertera disana, ziva melakukan panggilan vidio.
"ah umur panjang baru saja mommy menyebutnya dia sudah menghubungi kita" ucap bu bianca membuat zayyan bertanya tanya
"hai sayang" sapa bu bianca setelah menjawab panggilan
"mommy maaf aku baru bisa menghubungi mommy, nio sangat rewel sejak kembali dari rumah sakit kemarin, jangankan untuk bersantai istirahat saja susah" curhat ziva pada mertuanya
"tidak apa apa sayang, kamu yang sabar yaa jadi ibu yang kuat untuk nio, eh bdw dimana cucu oma?" tanya bu bianca
Ziva lalu mengalihkan kameranya kepada sang putra yang sedang tidur.
"mommy bagaimana keadaan suamiku?" bu bianca langsung melirik anaknya yang juga sedang menatapnya penuh arti
"ah iya sayang, suamimu ini sangatlah pembamgkang sejak kau tinggal, dia bahkan mogok makan saking rindunya padamu" ucap bu bianca melebih lebihkan
"mommy apa yang kau katakan" geram zayyan
"mom berikan ponselnya, aku ingin bicara dengan suamiku" pinta ziva
"baiklah sayang" ucap bu bianca
Bu bianca memberikan ponselnya pada zayyan yang memasang wajah cemberut karena perbuatannya tadi.
"hai, bagaimna kabarmu sayang?" tanya ziva dengan mesra
"ck, apa pedulimu" ucap zayyan dengan angkuh
"tentu saja aku peduli dengan suamiku" sahut ziva
"istri seperti apa yang melupakan suaminya selama 2 hari" sindir zayyan
"oh my god aku benar benar tersinggung" ucap ziva yang masih saja bercanda
"sudahlah aku mau istirahat" ucap zayyan berniat mengakhiri panggilan itu
"sebentar, baiklah maafkan aku bukannya aku tidak peduli pada suamiku ini, akan tetapi putramu ini rewel sepanjang hari karena itulah waktuku benar benar banyak tersita untuk nio, jangankan untuk bermain ponsel bahkan istirahatpun jarang" curhat ziva yang berhasil membuat zayyan iba
"kau pasti kecapean" ucap zayyan
"apapun untuk anakku, jangankan waktu jika ia meminta nyawaku pun akan aku serahkan dengan senang hati" ucap ziva
"aku bangga padamu, lalu dimana jagoanku itu?" tanya zayyan
"dia sedang tidur" ziva kembali mengarahkan kamera ponselnya ada nio yang sedang tertidur pulas
"hey jagoan jangan rewel lagi, jangan buat mommymu kelelahan oke, kau harus jadi anak pintar disana" ucap zayyan membuat ziva menitikan setetes air mata
"yasudah, kau istrahatlah dulu mumpung nio sedang tidur" lanjutnya
"kau sudah tidak marah lagi kan sayang?" tanya ziva dengan sedikit bercanda
"hmm, nanti aku akan menghukummu jika aku sudah dirumah" jawab zayyan
"kapan kau akan pulang?" tanya ziva lagi
"kau tunggu saja" ucap zayyan membuat jiwa kepo ziva meronta ronta
"ck, yasudah jangan lupa makan dan istirahat, see you" ucap ziva
"hmm, sweet dream" pamit zayyan
Setelah panggilan vidio itu terputus, ziva memutuskan untuk beristirahat mumpung nio masih dalam mode silent, karena jika sang putra sudah bangun pastikan ia tidak dapat melakukan aktivitas apapun lagi.