My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Lamaran



"apa yang kau katakan mas?" tanya bu liza mewakili isi hati semua anak anaknya yang juga belum paham dengan ucapan sang ayah


"ya kita seharusnya memberikan kebahagiaan untuk anak anak dan kalau yang kau risaukan adalah sebuah status alangkah baiknya kita menikah kembali benar bukan?" ucap pak leon dengan santainya


"yaampun mas kau itu" bu liza menjadi geram mendengar penuturan dari mantan suaminya itu


"benarkah ayah?" tanya silvi dengan girang


"kalau kalian menginginkan demikian maka ayah akan berusaha mewujudkannya" jawab pak leon


"hey kau harus menanyakan pendapatku dulu tuan leonard smith" ucap bu liza penuh penekanan


"bunda ayah kenapa kalian jadi ribut, kalau kalian ingin menikah percepatlah sebelum ziva dan zayyan yang lebih dulu" ucap vanya


"vanya" pekik bu liza kesal


"oh ayolah kenapa ayah dan bunda membuatku bertambah pusing" ziva memijit kepalanya yang terasa pening melihat keributan kedua orang tuanya


"oke oke begini saja, kita akan bahas lagi soal pernikahan ayah dan bunda nanti, sekarang yang aku ingin tanyakan, siapa yang akan ayah percaya untuk mengelolah perusahaan?" tanya silvi


"ayah" jawab pak leon sambil menunjuk dirinya sendiri


"what? No aku tidak setuju, ayah tidak boleh bekerja lagi " bantah ziva


"lalu? Apa kau bersedia?" tanya pak leon kembali


"ah aku? maaf ayah bukannya aku menolak mengurus perusahaan keluarga tapi ayah tau kan aku sudah punya butik dan butikku sekarang sedang mengalami kemajuan yang cukup pesat, jadi aku tidak mungkin meninggalkan usaha yang susah paya aku bangun sendiri" ucap ziva tidak enak


"tidak apa apa sayang, syukurlah butikmu bertambah maju dan sukses nak" ucap pak leon lalu ia beralih menatap vanya


"vanya?" sambung pak leon


"ayah maaf aku merasa skil ku sangat kurang untuk dapat mengurus perusahaan keluarga kita" ucap vanya


"iya ayah sangat paham maksudmu sayang" ucap pak leon


"hmm bunda? Bagaimana kalau bunda" ucap silvi


"iya liza aku yakin kaulah satu satunya orang yang bisa membantuku saat ini, terlebih lagi kau cukup lama menjadi sekertarisku dikantor dulu jadi kau sudah sangat paham mengenai perusahaan" ucap pak leon


"mas kau sudah tidak waras? Aku punya restoran dan aku tidak berminat mengurus perusahaanmu" ketus bu liza


"kau tega sekali liza, sudahlah biarkan saja perusahaan smith bangkrut" ucap pak leon berpura pura sedih


"bun tolong lah kami" bujuk ziva


"iya bun kasihan ayah, penyakitnya akan bertambah parah jika dia harus memaksakan diri untuk bekerja" ucap silvi ikut mengompori


"kami tidak ingin kehilangan ayah" vanya pun ikut menimpali


"yaampun seharusnya tadi aku langsung pulang kerumah" ringis bu liza merasa ia sangat sial hari ini


"liza aku berjanji akan membantumu, setiap hari aku akan datang kekantor bersama denganmu" ucap pak leon memohon


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya bu liza bersedia untuk mengurus perusahaan smith tapi bukan demi pak leon melainkan demi menuruti permitaan anak anaknya.


Namun, untuk masalah menikah kembali bu liza belum memberi keputusannya, ia harus berpikir panjang sebelum mengambil langkah yang besar ini. ia tidak ingin rumah tangganya kembali dipermainkan seperti dulu lagi, lebih baik ia menyendiri seperti ini pikirnya dari pada ia mendapatkan penghianatan seperti dahulu.


3 hari kemudian diadakan makan malam dikediaman smith untuk menyambut kedatangan keluarga Richard, tidak hanya makan malam biasa keluarga richard juga datang membawa lamaran untuk putri bungsu keluarga smith yaitu zivani.


"terimakasih untuk jamuannya malam ini pak leonard dan ibu veliza, maafkan jika kedatangan kami malah jadi merepotkan orang rumah" ucap pak willian berbasa basi


"pak william semua ini sudah kewajiban sebagai tuan rumah untuk menyambut tamu kami" jawab bu liza


"sebelumnya saya selaku orang tua memohon maaf atas kejadian yang telah kemarin, saya berharap insiden itu tidak mengganggu hubungan kedua keluarga ini pak william dan bu bianca" ucap pak leon meminta maaf


"sudahlah pak leon kita tidak perlu membahas yang telah lalu, saya sangat berharap kita dapat membuka lembaran baru yang jauh lebih indah dari kemarin" ucap bu bia


"benar kata istri saya pak leon, maksud kedatangan kami kemari yaitu kami ingin melamar putri bungsu pak leon untuk putra sulung saya zayyan richard, sekiranya bapak bersedia untuk bisa menyatukan kembali hubungan mereka yang sempat terhenti" ucap pak william


Ziva sangat kaget dengan apa yang dikatakan pak will karena sebelumnya zayyan tidak pernah bercerita tentang lamaran ini. Ziva berfikir acara makan malam ini hanyalah bentuk permintaan maaf keluarganya atas kejadian kemarin.


ziva menatap zayyan dengan mata yang membola, sedangkan zayyan malah mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda ziva dan sontak saja ziva menjadi salah tingkah lalu mengalihkan padangannya ke lain arah