
setelah menikmati makanan yang mereka pesan, rayyan pamit untuk kembali ke kantor. Zayyan mengantarkan ziva kembali ke butiknya ia sengaja meninggalkan mobilnya direstoran bundanya agar saat bundanya pulang ia bisa langsung mengendarai mobilnya.
"silahkan tuan putri" ucap zayyan membukakan pintu mobil untuk ziva
Selama diperjalanan ziva terus merengek memikirkan kata kata rayyan direstoran tadi
"yaampun sayang, kau tidak perlu memikirkan kata kata rayyan yang tidak penting itu" ucap zayyan
"pokoknya antarkan aku ke mall aku ingin belanja" ucap ziva
"yayaya terserah padamu" jawab zayyan
Setelah sampai di mall, ziva dan zayyan berkeliling mencari beberapa setel baju yang akan ia pakai untuk kerja ia merasa pakaiannya sekarang terlalu kuno.
"kak, tunggulah disini aku ingin mencoba pakaian dulu" ucap ziva
"iya sayang"
"kak bagaimana?" ziva bertanya pendapat zayyan mengenai baju pertama yang ia pakai
"cocok sayang" jawab zayyan sejujur jujurnya
"oke" ziva kembali masuk keruang ganti
"kalau yang ini bagaimana kak?" tanya ziva mengenai pakaian keduanya
"bagus sayang kau sangat cantik" puji zayyan
"ah terimakasih sayang" ziva kembali masuk ke ruang ganti
"kalau yang ini?" tanya ziva lagi untuk baju ke 3 nya
"sayang kau cantik untuk semua jenis baju, jadi pilihlah yang kau suka dan kita bayar" ucap zayyan yanh mulai merasa bosan
"sekali lagi kak" ziva kembali masuk ke ruang ganti
"bagaimana dengan yang terakhir ini?" tanya ziva
"perfect, mbak tolong semua baju tadi dibungkus ya" ucap zayyan tidak sabaran
zayyan juga langsung menuju kasir untuk membayar semua pakaian ziva.
Setelah membayar dan menenteng empat paper bag zayyan langsung ingin kembali namun ziva menahannya lagi.
"kak tunggu sebentar, aku ingin kesalon itu dulu" tunjuk ziva
"untuk apa sayang?" tanya zayyan dengan nada mengeluh
"aku ingin ganti model rambutku" ucap ziva dengan mengerucutkan bibirnya
"tapi itu akan lama zivani" ucap zayyan gemas
"yasudah pulang lah duluan biar aku kesalon sendiri" ucap ziva merajuk
"ayolah putri akan ku temani" zayyan menarik tangan ziva menuju salon yang ziva maksud
Sekitar 3 jam zayyan menunggu ziva, zayyan sampai tertidur dikursi, semua demi menyenangkan ziva.
"kak sudah selesai, bagaimana menurutmu?" ziva bertanya pada zayyan mengenai rambut barunya
"yaampun ziva, kenapa rambutmu jadi seperti itu?" ucap zayyan kaget
"kenapa? tidak bagus?" tanya ziva kecewa
"sis tolong rambutnya di hitam kan kembali dan diluruskan saja ya" ucap zayyan kembali mendudukkan ziva dikursi itu kembali untuk mengubah rambutnya
"kakak" rengek ziva karena pasti ia akan menunggu lama lagi
karena hanya mengubah warna dan meluruskan rambut jadi waktu yang diperlukan hanya 1 setengah jam saja.
"sudah selesai" ucap pelayan salom itu
"kak bagaimana menurutmu?" tanya ziva pada zayyan yang sedang bermain ponsel
"wow you are beautiful" ucap zayyan
"yasudah ayo kak" ajak ziva untuk pulang
"sebentar kita bayar dulu sayang" tahan zayyan
"sudah ku bayar kak" ucap ziva menarik tangan zayyan.
Zayyan mengantarkan ziva langsung kerumahnya karena hari sudah sore dan ziva sudah tidak ada pekerjaan lagi dibutiknya ia juga sudah meminta greis untuk menghandle masalah butik.
"sampai" ucap zayyan memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah bu liza
"kayaknya bunda sudah pulang" ucap ziva melihat mobilnya telah terparkir di garasi
"iya sepetinya begitu" ucap zayyan menimpali
"masuk dulu kak" ajak ziva sebelum turun dari mobil
"aku langsung ke kantor sayang, masih ada yang harus aku kerjakan" tolak zayyan halus
"oke kalau begitu, oh ya sebentar malam aku akan menginap dirumah ayah" ucap ziva
"bersama bunda kan?" tanya zayyan
"iya bersama bunda" jawab ziva
"baiklah jaga dirimu baik baik saat disana, dan mungkin nanti malam aku akan lembur dikantor" ucap zayyan
"iya, bekerjalah sewajarnya kak jangan terlalu di porsir" ucap ziva
"iya sayang" zayyan mengecup kening ziva sebagai tanda perpisahan
Zuva pun turun dari mobil sambil melambaikan tangan pada zayyan yang mulai mengendarai mobilnya.
"bunda" panggil ziva mencari keberadaan bu liza
"bunda dikamar nak" teriak bu liza
"bunda sedang apa?" tanya ziva melihat bu liza melipat 2 setel baju dan dimasukkan ke tas
"kau tidak lihat, bunda sedang berkemas" ucap bu liza dengan senyuman yang tidak pernah pudar
"sepertinya bunda antusias sekali untuk menginap dirumah ayah" sentil ziva
"hmm sepertinya begitu haha" ucap bu liza dengan tawanya
"yasudah ziva ke kamar dulu" pamit ziva
"ya cepatlah berkemas nak" ucap bu ziva
Malam ini ziva dan bu liza memang sengaja tidak makan malam dulu dirumah karena mereka akan makan malam bersama dirumah pak leon.
"ayo bun" ajak ziva saat ziva mulai memasukkan tasnya ke dalam mobil
"iya, ayo berangkat" ucap bu liza
ziva lalu mengendarai mobilnya menuju rumah ayahnya.