
Bu liza sangat geram dengan pak leon yang tidak bisa memegang kata-katanya.
"wah hebat sekali, kau bilang dia princess dirumah ini tetapi lihat apa yang terjadi pada anak itu bukannya mendapat mahkotanya dia malah selalu ditindas dan itu menandakan bahwa kau tidak mampu menjaganya, dan satu lagi kau jangan mengungkit masalah perasaan, kau pikir selama ini aku bahagia saat aku tinggal sendirian tanpa anak satupun, saat aku ingin memeluk mereka tetapi tidak dapat ku gapai, seharusnya kau lah yang harus mengerti perasaanku" geram bu liza
"tapi liza ..." ucap pak leon terpotong
"stop leon, aku lelah mendengar tapi tapian yang keluar dari mulut munafikmu itu, aku tau alasanmu menahan ziva disini agar istrimu bisa terus menyiksa anakku" pungkas bu liza tidak tertahankan
"hey jaga bicaramu" teriak bu elen yang sedari tadi diam
"kenapa? Benarkan? Lagipula siapa disini yang membenci ziva? Kau leon? Atau silvi? Tidak mungkin vanya karena dia selalu setia menemani ziva apapun keadaannya" singgung bu liza penuh amarah
"bunda jangan menuduh sembarangan, disini kami sangat menyayangi ziva tidak mungkin kami menindas ziva" sahut silvi tidak terima
"oh jadi menurutmu dirumah ini ada iblis yang selalu datang menyakiti ziva?" ucap bu liza membuat semua terdiam
"ayolah leon aku hanya meminta satu anakku saja bukan keduanya, aku biarkan vanya tetap tinggal disini, lagi pula ziva butuh perawatan yang intensif, dia akan menggunakan kursi roda dia butuh orang yang bisa selalu membantunya saat ia melakukan apapun , jika dia dirumah ini saat kalian semua pergi bekerja siapa yang akan mengurusinya" ucap bu liza
"ada elen disini" sahut pak leon
"dia maksudmu? apa kau siap meninggalkan semua kegiatan sosialitamu demi menjaga anakku?" tanya bu liza pada bu elen meremehkan
"no, aku sangat tidak bersedia" sahut bu elen
"kau dengar itu? Istrimu tidak bersedia, jadi dari pada membuang-buang waktuku aku harus segera kembali kerumah sakit, tanpa atau dengan izinmu tidak akan merubah keputusanku untuk membawa ziva" final bu liza lalu berdiri dari duduknya
"bunda tunggu, kita dengarkan dulu bagaimana pendapat ziva" saran silvi
"ya terserah kalian, datang lah ke rumah sakit jika kalian punya waktu" bu liza langsung pergi dari rumah itu dan pergi ke rumah sakit
sesampainya dirumah sakit bu liza langsung masuk ke ruang rawat ziva.
"sayang maaf bunda kelamaan meninggalkanmu ya" ucap bu liza sedetik kemudian tatapannya bertemu dengan bu bianca
"liza kan?" tanya bu bianca merasa tidak asing dengan wanita seusianya itu
"Bia" ucap bu liza yang juga ternyata mengenali bu bianca
"yaampun liza" mereka pun berpelukan ruangan tersebut terasa heboh dengan adanya kedua wanita paru baya itu.
Vanya awalnya cukup terheran-heran dengan kehebohan dua wanita ini namun ia dengan cepat memutar matanya malas setelah mencerna percakapan kedua wanita ini ia pun mendaratkan bokongnya disofa lalu memainkan ponselnya. Sedangkan zayyan dan ziva memilih asik bermesraaan dari pada meladeni kedua ibu-ibu itu yang mereka yakini pasti saling mengenal dengan hanya melihat gelagat mereka.
"kau kenapa disini bia?" tanya bu liza
"calon menantu? hmm aku disini karena yang sedang dirawat itu anakku" jawab bu liza memperjelas dengan menunjuk ziva
"zivani anakkmu?" tanya bu bianca memastikan
"of course" jawab bu liza
"omg, berarti kita akan menjadi besan liza" bu bianca dengan kehebohannya
"apa maksudmu bia? Aku tidak paham" ucap bu liza yang kesusahan menela'ah kata kata bu bianca
"yaampun liza tulalitmu itu memang tidak berubah sejak sekolah dulu" gerutu bu bianca
"enak saja, kau itu yang bertambah gesrek bicara tidak jelas" balas bu liza tidak terima
melihat pembicara kedua wanita didepan mereka itu ziva dan zayyan hanya menggeleng kepala mereka dengan sesekali tertawa
"kau ingin makan sayang?" tanya zayyan mendapan anggukan dari ziva
"kau mau bubur ayam?" tanya zayyan lagi
"sepertinya lezat" jawab ziva
"tentu saja apa lagi aku yang menyuapimu" goda zayyan
Ziva hanya tersenyum malu mendengar godaan pacarnya yang tengil itu. Dengan telaten zayyan menyuapi ziva sambil menonton kedua orang tua mereka yang asik reunian itu.
"jadi zayyan itu anakmu?" tanya bu liza
"ya, kau tidak lihat ketampanannya itu yang tertular dari kecantikanku" ucap bu bianca narsis
"lebay, dan yang kau bilang calon menantumu itu anakku ziva?" tanya bu liza memastikan
"iya mereka saat ini kan sedang menjalin hubungan dan secepatnya akan diresmikan iya kan kau setuju tidak?" celoteh bu bianca
"aku setuju saja sih, tetapi kau lihat kondisi anakku, dan juga dia masih kuliah apa tidak terlalu dini untuk menikah" keluh bu liza
"yaampun liza kenapa kau jadi melow begitu, anakmu itu akan sembuh kau tenang saja dan masalah kuliah dia kan hanya tinggal menyusun skripsinya saja setelah itu selesai bukan?" ucap bu bianca
"iya sih bia, apa kau masih mau menerima keadaan anakku yang seperti itu?" tanya bu liza sekali lagi
Teman-teman mohon dukungannya untuk karyaku, bantu like, comen dan votenya🙏