My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Arsenio Albert Richard



Baru saja bu bianca akan melangkah keluar, pintu ruangan itu tiba tiba dibuka dari luar, dan munculah putra nya zayyan bersama suaminya.


"nak ayo bantulah istrimu" ucap bu bianca dengan cemas


karena sudah ada zayyan yang akan mendampingi ziva bersalin maka bu bianca dan pak william diminta menunggu diluar ruangan.


"dokter, apa tidak ada jalan lain? Dia sudah lemas" ucap zayyan pada alesya


Dokter alesya sedikit kaget dengan zayyan yang berbicara cukup formal, karena ia belum tahu jika zayyan kehilangan ingatannya.


"kepala bayi sudah terlihat, hanya butuh mengejan lebih kencang lagi" ucap dokter alesya


"ziva, ayo sedikit lagi kita akan melihat putra kita" zayyan menggenggam erat tangan ziva


"aaaaaaakkkkkh" pekik ziva saat ia berusaha mengejan dengan sisa sisa tenaganya


Dan "uuuweeekk" suara tangis bayi menggemah diruangan itu


"putra yang tampan dan sempurna tanpa kurang sedikitpun, selamat ya" dokter alesya memperlihatkan sang bayi pada kedua orang tuanya


Perasaan senang dan haru menyatu dihati ziva dan zayyan saat melihat darah daging mereka telah hadir dengan selamat.


Alesya kembali membawa bayi itu untuk dibersihkan terlebih dahulu, tidak lupa juga ia mengabarkan kepada keluarga yang sedang menunggu diluar.


Tidak berselang lama ziva bersama bayinya dipindahkan ke ruang perawatan, namun ziva merasa ada yang kurang karena suaminya harus segera kembali ke ruangannya.


Diruang perawatan ziva kini sangatlah ramai, setelah dikabari oleh bu bianca mengenai persalinan ziva seluruh keluarga smith langsung berbondong bondong datang kerumah sakit.


"nak, jadi siapa nama putra tampanmu ini?" tanya bu liza saat sedang menggendong sang cucu


Ziva diam tanpa menjawab apapun, pandangannya kosong sepertinya ia sedang melamun.


"sayang, apa yang sedang kau risaukan?" tanya ibu mertuanya yang juga duduk diranjangnya


"ah maaf, aku melamun" ucap ziva tersadar


"ada apa sayang? Kau terlihat kurang bersemangat?" tanya bu bianca


"entahlah mom" jawab ziva


"apa kau memikirkan zayyan?" tebak bu bianca


"aku hanya sedih mom karena aku sudah tidak bisa lagi merawatnya dirumah sakit" tutur ziva dengan sendu


"sayang jangan pikirkan hal hal seperti itu, percayalah mommy akan merawat suamimu itu dengan sangat baik bahkan jika kau mau mommy akan melakukan panggilan vidio denganmu sepanjang hari agar kau bisa selalu melihatnya walau jarak memisahkan kalian" ucap bu bianca memberikan semangat pada menantunya


"aku sangat yakin mommy bisa merawatnya lebih baik dari pada aku, aku takut dia akan melupakanku lagi saat kita berjauhan" ucap ziva


"oh ayolah putriku sayang kau tidak perlu cemas begitu karena mommy pasti tidak akan membiarkan itu terjadi, oke? Kau percaya kan pada mommy?" ucap bu bianca


"ya mom, terima kasih" ucap ziva sembari memeluk mertuanya


"sama sama sayangku, sekarang beritahu kita semua yang ada disini, siapa nama si tampan itu?" tanya bu bianca dengan rasa penasaran yang menggebu gebu


"ya ziva, kau pasti sudah menyediakan nama untuk putramu kan?" timpal vanya yang juga ada disana


Flashback on


"sayang duduklah disini" zayyan menepuk kasur agar ziva duduk disampingnya


"ada apa hmm?" ziva menyandarkan kepalanya dibahu sang suami


"aku punya nama yang bagus untuk putra kita nanti" ucap zayyan dengan sumringah


"benarkah? Siapa?" tanya ziva dengan semangat


"kau dengarkan dulu ya sayang, jika kau kurang suka kau bisa menggantinya" ucap zayyan sembari mengelus perut istrinya agar dapat meransang sang putra didalam sana


"baiklah" jawab ziva


"Arsenio Albert Richard" ucap zayyan dengan lantang


"Arsenio artinya Maskulin, sedangkan Arbert artinya pintar dan mulia, dan Richard Marga dari keluarga" tambah zayyan


"Bagus, nama yang indah" ucap ziva memberikan pendapatnya


"benarkah kau suka sayang?" tanya zayyan


"ya suamiku, aku ingin kelak boy menjadi anak yang cerdas, mulia dan juga tampan rupawan sesuai dengan nama yang kita sematkan" ucap ziva


"baiklah sayang, jika begitu kita sepakat dengan nama yang tadi" ucap zayyan


"iya suamiku" sahut ziva


"sehat selalu boy, daddy sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu" ucap zayyan sembari mencium perut buncit ziva


Flashback off


"ziva nak" panggil bu liza karena putrinya kembali melamun


"Arsenio Albert Richard" ucap ziva mengumumkan nama putranya


Semua orang saling pandang dengan tersenyum senang.


"apa artinya ziva?" tanya vanya mewakili pertanyaan semua orang


"pria maskulin yang cerdas dan mulia" jawab ziva


"wow, baiklah mommy akan memanggilnya baby nio" sahut bu bianca dengan girang


Sore hari bu bianca baru kembali ke ruang rawat zayyan, sebenarnya ia enggan untuk meninggalkan ruangan cucunya namun apalah daya ia pun harus merawat putranya agar menantunya tidak cemas.


"wow, mommy baru pulang sedangkan daddy belum melihat cucu kita" sindir pak will


"yaampun dad tidak perlu mengomel seperti itu, daddy bisa pergi melihat cucu kita sekarang" ucap bu bianca memberi giliran untuk suaminya


Dan tanpa membuang waktu pak william langsung beranjak dari sana untuk melihat sang cucu. Sedangkan bu bianca mendekati ranjang sang putra yang menatapnya dengan penuh tanya.