
Tidak lama kemudian zayyan telah selesai membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi, dia mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil yang tadi diberikan oleh ziva, namun langkahnya tertahan saat melihat ziva yang duduk diatas kasur sembari membaca majalah fashion.
Ziva duduk berselonjor kaki diatas ranjang dengan mengenakan lingerie berwarna Cream yang hampir menyatu dengan warna kulit ziva, seluruh tubuh ziva dapat terekspos hanya sedikit tertutupi renda dibagian dada dan dilapisi kain berbentuk segitiga dibagian mahkotanya.
zayyan menelan ludahnya kasar, perbuatannya hari ini malah menyerang dirinya sendiri. Jika sudah begini pasti akan sangat sulit untuk zayyan. Ia berjalan cepat menuju lemari dan membuka pintu lemari itu untuk mengambil pakaiannya namun rak lemari itu menjadi kosong hanya tersisa beberapa dalaman untuk menutupi benda pusakanya.
"ziva sayang kemana pakaianku?" tanya zayyan
"I don't know my husband" jawab ziva dengan santai
"lalu aku harus pakai apa sayang?" tanya zayyan lagi
"just use what's there" jawab ziva sembari melirik pada zayyan yang terlihat bingung
"tapi yang ada hanya ini" zayyan memperlihatkan dalaman itu
"yasudah kak pakai saja itu" ucap ziva dengan acuh
"tapi tapi itu tidak mungkin sayang" sahut zayyan cepat
"what's impossible?" tanya ziva
"tidak mungkin aku tidak memakai pakaian aku bisa masuk angin sayangku cobalah pahami aku" ucap zayyan frustasi
ziva meletakkan majalahnya lalu melipat tangan didadanya membuat isi belahannya menyeruak keluar dari balik renda yang menutupinya, zayyan menegang melihat penampakan didepannya itu.
"lalu apa yang kau inginkan suamiku? Kau ingin aku keluar untuk mencarikanmu pakaian? Yang benar saja, kau tidak lihat aku memakai apa? Aku pun bingung kenapa baju baju ku bisa berubah menjadi lingerie semua" ucap ziva dengan nada kesal
"oke baiklah sayang kau tidak perlu marah-marah" ucap zayyan
Ia dengan segera memakai dalaman itu lalu melompat ke ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, membuat ziva menatapnya aneh sambil tertawa puas.
"kau kenapa kak?" tanya ziva diiringi tawanya
zayyan tidak menjawab, ia berusaha memejamkan matanya agar tidak memperparah keadaan.
"sial, seharusnya aku langsung menyatukan semua acara diwaktu yang sama agar aku tidak perlu menyiksa diriku seperti ini" batin zayyan
"kak" panggil ziva sambil mengguncang tubuh zayyan
"Oh my god kau sudah tidur? Benar benar tidak seru" ucap ziva sambil mengerucutkan bibirnya
Kemudian ia juga memasukkan tubuhnya kedalam selimut yang sama dengan yang dipakai zayyan, ia lalu mendakatkan tubuhnya pada zayyan, ziva ingin tidur sambil memeluk zayyan namun saat kulit mereka mulai bersentuhan zayyan langsung kaget dan membuka matanya
"ziva kau ingin apa?" ucap zayyan menjauhkan diri dari ziva
"hah?" ziva kaget karena zayyab tiba tiba bersuara
"kau mau apa sayang?" tanya zayyan lagi
"lalu kenapa kau mendekat kan tubuhmu?" tanya zayyan
"aku hanya ingin memelukmu" ziva merebahkan tubuhnya dan memeluk zayyan namun ia malah di dorong oleh zayyan
"jangan sayang" pekik zayyan
"why? Kau tidak ingin ku sentuh? Kita sudah menikah loh" ucap ziva merasa sedih dengan perlakuan zayyan
"bukan begitu sayang, aku hanya takut tidak mampu mengontrol diriku" jawab zayyan lantang
"lalu apa masalahnya? Kita sudah menikah bukan? Apa salah jika hal itu dilakukan?" tanya ziva bertubi tubi
Mendengar ucapan ziva tanpa menunggu lama zayyan langsung menerobos bibir ziva, bukan hanya ciuman biasa namun lama kelamaan semakin menuntut.
tok..tok..tok
tiba tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar, zayyan mengeram kesal entah siapa yang datang mengganggu diwaktu seperti ini.
"kak ada orang" ucap ziva setelah melepaskan pangutan bibir mereka
"entahlah, jangan dipikirkan" zayyan hendak melanjutkan lagi namun ziva menolak
"aku cek dulu kak" ziva bergegas turun dari ranjang namun ditahan oleh zayyan
"hey lihat pakaianmu sayang" zayyan mengingatkan ziva kalau saat ini ia sedang memakai lingerie sangat tidak pantas untuk menerima tamu dengan pakaian itu.
"tidak kak aku hanya melihat dulu siapa diluar" ucap ziva dan berlari menuju pintu.
Ditempat lain, syaquel berada diruang kerjanya ia terus menatap undangan resepsi pernikahan zayyan dan ziva yang akan diselenggarakan nanti malam.
"bos pakaian yang anda minta sudah diantarkan" ucap roy asisten syaquel
"bagus, kau taruh saja dikamarku" sahut syaquel
"baik bos" roy hendak pergi dari ruang kerja itu namun syaquel kembali menghentikannya
"kau temani aku untuk ke pernikahan zayyan richard nanti malam" pinta syaquel
"aku bos?" tanya roy, ia cukup kaget karena ini adalah pertama kalinya sang bos meminta ditemani kesuatu acara biasanya ia akan meminta disewakan wanita yang akan menemaninya.
"yes" jawab syaquel singkat
"baik bos, tapi kenapa bos tidak menyewa seorang wanita seperti yang biasa bos lakukan?" tanya roy
"disana ada silvi" jawab syaquel dengan spontan
Roy tidak berani bertanya lebih lanjut lagi, saat ini ia cukup tahu betapa besar rasa cinta bosnya itu kepada nona silvi, namun sang bos tidak pernah mau menyadarinya.