
"apa semua ini pak? Besok bapak akan menikah dengan wanita lain dan sekarang bapak malah mengurung nona ziva diapartemen ini" ucap defri to the point
"apa sangat penting bagimu hingga aku harus menjawabnya" ketus zayyan
"maaf pak, tapi aku hanya ingin bilang kalau yang bapak lakukan tidak benar" ucap defri sambil mengunyah makanannya
"dan kau pikir kau sudah benar dengan mencampuri urusanku" zayyan mulai jengkel
"tapi kalau aku diam saja itu lebih tidak benar pak" oceh defri
"def cepat habisi makananmu dan pergi dari sini, jangan sampai tensiku naik habis kau" tekan zayyan
"iya pak maaf" defri dengan cepat menghabiskan makanannya
"kak bagus, makasih ya" kali ini bukan pada defri namun langsung pada zayyan ziva mengucapkanya
"ya sama sama" jawab zayyan sambil tersenyum memandang kecantikan ziva
"loh mau kemana pak?" tanya ziva saat defri berdiri dari duduknya
"saya harus kembali nona, makasih untuk makanannya" defri menyengir kuda sambil mengelus perutnya yang sangat kenyang
"sama-sama pak, oh iya kak aku juga ingin pulang seharusnya pagi ini aku sudah sampai hotel" ucap ziva
"aku akan mengantarkanmu" putus zayyan
"aku bawa mobil kak" sahut ziva
"ban mobilmu bocor" ucap zayyan datar
"tau dari mana?" tanya ziva
"aku melihatnya tadi sebelum naik kesini" jawab zayyan
"dan kau tidak memberitahuku? Omg kak tega sekali kau, setidaknya kau bisa memanggil orang dari bengkel" oceh ziva
melihat perdebatan sepasang mantan kekasih ini defri menjadi tidak enak, ia segera pamit dan pergi dari sana
"saya permisi pak, nona zivani" defri melangkah pergi meninggalkan kedua insan yang beradu mulut itu
"ya sudah kalau begitu aku akan naik taksi" pekik ziva
"ziva" suara zayyan meninggi
"apa lagi kak?" sahut ziva
"aku tidak jadi menikah dengan kakakmu kalau kau tidak menurut" ancam zayyan
ancaman yang zayyan lontarkan membuat ziva mati kuti, mau tidak mau ziva harus menuruti segala keinginannya termasuk diantar pulang oleh zayyan.
"cepatlah" ketus ziva
"tunggu sebentar" ucap zayyan berjalan menuju kamarnya
Sembari menunggu zayyan yang bersiap-siap, ziva membersihkan meja makan dan mencuci alat alat makan yang kotor.
"ayo" ucap zayyan mengagetkan ziva
"iya" jawab ziva singkat
"ini tasmu" zayyan menyerahkan tas ziva yang ia sembunyikan
"kau yang sembunyikan ya?" tuduh ziva
Ziva minta diantarkan ke butik dulu baru setelah itu pulang kerumahnya.
"kak aku masuk sendirian saja" ucap ziva merasa risih zayyan terus mengekor hingga masuk ke dalam butik
"suka suka aku" zayyan mengulangi kata katanya yang entah sudah kesekian kalinya ia mengatakan itu
ziva memutar jengah bola matanya, sangat malas berdebat dengan orang seperti zayyah yang ada hanya menguras tenaga.
"kak" ucap greis
"kakak dari mana saja? sejak kemarin ibu khawatir mencari kakak" tambah greis dan hanya dibalas dengan senyuman oleh ziva
"kalian sudah antar pakaiannya?" tanya ziva
"belum kak, kami menunggu kordinasi dari kakak" ucap greis
"antar saja ke hotel ya, aku akan menyusul" perintah ziva
"baik kak" patuh greis
"pastikan jangan ada yang ketinggalan ya" pesan ziva
"iya kak" jawab greis
"aku pulang dulu ya" pamit ziva
"eh kak sebentar, itu pak zayyan kenapa bisa bersama kakak?" tanya greis dengan curiga
"greis apa zivani menggajimu disini hanya untuk bergosip?" sindir zayyan
ziva menahan tawanya mendengar perkataan zayyan yang kurang sopan itu
"maaf ya greis calon pengantin kita sedang bad mood" ucap ziva menepuk pundak greis
Ziva dan zayyan melanjutkan perjalanan mereka yaitu mengantarkan ziva pulang, sampai dipekarangan rumah ziva terlihat bu liza sudah berdiri di teras menunggu kedatangan ziva.
"nak sayang kamu baik baik saja kan?" tanya bu ziva dengan membalik balikkan tubuh ziva saking khawatirnya
"iam okay bun" jawab ziva
"zayyan kamu tidak berbuat macam macam pada anak bunda kan?" tanya bu liza dengan tatapan menginterogasi
"sedikit bun" canda zayyan dan langsung mendapat jitakan dari bu liza
"aduh bunda" ringis zayyan sambil mengelus elus kepalanya
"udah bunda jangan dengarkan orang ini, ayo kita siap siap kehotel" ucap ziva menghentikan bu liza yang akan kembali memberi pelajaran pada zayyan
"tapi benar kan sayang kamu tidak di apa apain?" ucap bu liza memastikan
"yaampun bunda mana ada aku sama kak zayyan berbuat aneh aneh, dia kan mau menikah besok" ucap ziva
"benar ya? Awas loh kamu zayyan" ketus bu liza
"ya sudah kak pulang sana, dan jangan telat datang ke hotel" ucap ziva
zayyan pun mengendarai mobilnya dan pergi dari sana.
Keesokan harinya, di aula Mark Hotel sudah disulap sedemikaian megahnya. Dengan nuansa gold mewarnai setiap sisi aula yang akan diadakannya acara sakral itu.