My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Terasa Panas



"dan jika kau pikir kakakku adalah seorang wanita yang memperjual belikan tubuhnya atau kasarnya pelacur, kau salah besar tuan syaquel yang terhormat, keluarga besarku adalah keluarga smith dan aku ingatkan wanita yang sering kau tiduri itu merupakan putri keluarga smith, dia juga pewaris perusahaan keluarga smith, dan kami sama sekali tidak krisis ekonomi sampai kakakku harus menjual tubuhnya demi uang camkan itu" sentak ziva dengan tatapan membunuhnya


"oke, jika begitu kenapa tidak kakakmu saja yang datang kesini memohon pertanggung jawabanku? Malah pacarmu itu yang sudah dua kali menemuiku memohon pertanggung jawabanku yang hamil kan silvi, apa urusannya dengan dia?" ucap syaquel dengan senyum sinisnya


"kau ingin tahu kenapa kak zayyan ingin kau bertanggung jawab? Itu karena seluruh keluarga kami sudah mengetahui kehamilan kak silvi dan kak silvi mengklaim bahwa anak yang ia kandung adalah anak kak zayyan" tegas ziva


"berarti dugaanku sangat tepat, bahwa dialah yang menghamili kakakmu, ada hubungan yang mereka jalin dibelakangmu" kecam syaquel yang langsung membuat zayyan meledak


"hentikan omong kosongmu bajingan, kau itu memang laki laki pengecut yang lari dari tanggung jawab" sentak zayyan dengan mencekik leher syaquel


"kak hentikan kau akan membunuhnya" teriak ziva sambil melepaskan tangan zayyan dari leher syaquel


"aku akan membunuhnya ziva, karena perbuatan laki laki sialan ini aku jadi terbebani" bantah zayyan terus mencekik syaquel


"kak hentikan kau sudah gila" teriak ziva dengan kuat mendorong tubuh zayyan hingga tangan zayyan terlepas dari leher syaquel


Uhuk uhuk..


syaquel terbatuk batuk hampir kehabisan oksigen karena zayyan mencekiknya


"dengar aku tuan syaquel, aku akan berusaha sebisa ku untuk membuktikan kalau anak yang kak silvi kandung itu adalah darah dagingmu sendiri dan saat itu semua terjadi kau akan menyesalinya" tujuk ziva didepan wajah syaquel


Lalu ziva menarik tangan zayyan untuk pergi dari kantor syaquel.


"apa yang kau lakukan kak? Kita kesana untuk mencari kebenaran bukan malah cari ribut" oceh ziva saat mereka sedang berada diperjalanan pulang


"aku tidak terima dia terus menuduhku yang tidak tidak" sahut zayyan sambil menyetir menuju rumah bu liza


"tetapi tidak begitu juga kak, kau hampir membunuhnya tadi" ucap ziva kesal


"biarkan saja dia mati, laki laki tidak berguna seperti itu untuk apa dia hidup" balas zayyan yang juga sangat jengkel pada syaquel


"kau jangan bodoh kak, kalau kau membunuhnya kau akan masuk jeruji besi" bantah ziva


"memang kenapa kalau menikah dengan kak silvi, dia juga wanita yang baik, cantik dan sepantaran denganmu" celoteh ziva


"ziva kau jangan mulai" ucap zayyan yang fokus menyetir dia tidak ingin berdebat masalah silvi lagi


"kak aku tidak sanggup kehilanganmu" lirih ziva yang langsung menundukkan kepalanya


"ziva" zayyan langsung menepikan mobilnya dan merangkul tubuh ziva


"aku mencintaimu sangat mencintaimu zivani" ucap zayyan menghirup dalam dalam aroma rambut ziva


"bagaimana nanti kalau kita harus terpisah?" ucap ziva dengan sendu sambil mendongak melihat wajah zayyan dengan jelas


"kita akan terus bersama" jawab zayyan mengecup kening ziva


"kau harus percaya padaku, dan kita akan lewati ini bersama sama oke?" ucap zayyan dan diangguki ziva


Zayyan juga tidak menyiyanyiakan posisi mereka yang sangat dekat tanpa jarak, ia lalu dengan berani menempelkan bibirnya dengan bibir ziva, melihat ziva langsung menutup matanya tanpa penolakan, zayyan langsung menahan tekuk ziva dan ******* bibir ziva dengan pelahan, merasa ziva memberi ruang dengan membuka sedikit mulutnya zayyan lalu memperdalam lumatannya ia mengeksplor mulut ziva lebih dalam juga bermain dengan lidah ziva yang terasa lembut dan manis.


Ziva terbuai dengan permainan lidah zayyan, ia mengalungkan kedua tangannya di leher zayyan membuat zayyan semakin bebas.


"uhmm" ziva melengguh saat ciuman mereka terhenti.


Dengan kening yang saling menyentuh, mereka berdua mengatur nafasnya yang terasa memburu. Namun karena belum puas zayyan kembali mempertemukan bibir mereka lagi, ciuman kali ini terasa sangat panas dan menuntut.


Zayyan menurunkan sandaran tempat duduknya dan dengan cepat mengangkat tubuh ziva kepangkuannya dengan posisi berhadapan, zayyan berusaha meransang ziva dengan memainkan secara lembut jari jarinya dibelakang telinga ziva. ziva menggila saat zayyan bermain dititik kelemahannya.


"uuuh" desah ziva tidak tahan dengan ransangan ziva


Mendengar ******* dari ziva membuat zayyan semakin menjadi jadi. Zayyan pun memindahkan tangannya kepinggang ziva dan mulai naik ke atas menyentuh area gunung kembar ziva yang berukuran sedang, ia meremas benda itu dari luar pakaian ziva, sementara ziva fokus pada permainan lidahnya sambil melengguh pelan saat zayyan menyentuh daerah daerah yang menurutnya sensitiv.


Dan jangan tanyakan kondisi benda pusaka zayyan dibawah sana.