
Ziva lalu mengendarai mobilnya menuju rumah ayahnya.
"malam ayah" sapa ziva saat mereka sudah sampai dirumah pak leon
Terlihat seluruh anggota keluarga sudah berkumpul diruang makan. Semua langsung menoleh saat mendengar suara ziva. sangat jelas tatapan tidak suka bu elen pada ziva dan bu liza.
"my princess, come here" ucap pak leon menyuruh ziva untuk mendekat padanya
"aku rindu ayah" ucap ziva saat berada dalam pelukan pak leon
"ayah juga sangat sangat rindu padamu sayang" ucap pak leon mengelus rambut ziva
"duduklah nak, duduk liza" ucap pak leon mempersilahkan
bu liza dan ziva langsung duduk. Lalu bersama sama menikmati makan malam yang telah tersedia.
"makan malam kali ini sebagai rasa bangga ayah atas keberhasilan anak bungsuku" ucap pak leon dengan senyum yang mengembang pada ziva
"terima kasih ayah" ucap ziva
"bunda bolehkah malam ini bunda tidur dikamarku?" izin vanya
"no kak, aku yang akan tidur bersama bunda" ucap ziva
"ziva kau kan sudah sering tidur bersama bunda, kali ini giliranku dulu" ucap vanya
"yasudahlah" ucap ziva mengalah
"yes, bunda bisa kan?" tanya vanya memastikan
"of course" jawab bu liza.
Setelah makan malam selesai, pak leon dan ziva belum langsung tidur, karena pak leon meminta ziva untuk datang ke ruang kerjanya.
"ayah" ziva memanggil pak leon dari balik pintu
"masuklah nak" ucap pak leon
"ada apa ayah?" tanya ziva setelah duduk didepan meja kerja ayahnya
"nak ayah ingin memberikan saham yang ayah punya diperusahaan atas namamu" ucap pak leon
"tapi kenapa ayah?" tanya ziva
"ayah sudah tua nak" ucap pak leon sendu
"ayah bicara apa, lagipula perusahaan kan sudah lama dipegang kak silvi, berikan saja seluruh saham perusahaan pada kak silvi ayah sebagai tanda terimakasih keluarga kita sudah mengurus perusahaan smith dengan sangat baik" jelas ziva
"tidak nak, ayah akan membagi rata saham itu antara kamu dan silvi " ucap pak leon
"ayah aku sudah punya bisnis sendiri, aku rasa aku tidak memerlukan itu ayah" ucap ziva
"nak bisnismu itu kau bangun atas kerja kerasmu sendiri, sedangkan perusahaan dan hotel itu adalah milik keluarga smith turun temurun" ucap pak leon
"ayah kalau ayah membicarakan tentang harta keluarga sebaiknya ayah memanggil semua anak anak ayah agar tidak terjadi salah faham nantinya" ucap ziva
"ayah sudah pernah membicarakan ini bersama kakak kakakmu" ucap pak leon terhenti
"ayah memberikan MarkHotel untuk Vanya. Dan 80 persen saham perusahaan ayah bagi 40 persen untuk silvi dan 40 persen sisanya untukmu" ucap pak leon
"ayah aku merasa tidak berhak menerima saham sebesar itu dengan cuma cuma sedangkan kak silvi dia bekerja siang dan malam untuk kestabilan perusahaan tetapi dia mendapat nilai saham yang sama denganku" ziva menyampaikan keberatannya
"sebentar ayah, sebenarnya ada apa ini? Kenapa ayah tiba tiba sudah membagikan harta warisan untuk setiap anggota keluarga dirumah ini, tidak mungkin hanya karena usia ayah kan?" tanya ziva penuh selidik
"ayah didiagnosa penyakit jantung koroner" ucap pak leon sambil menunduk
"ayah" ziva tekejut lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"ayah tapi bagaimana bisa? Selama ini ayah sehat sehat saja" ucap ziva
"ya kemarin ayah sedang main golf bersama teman teman ayah, tiba tiba dada ayah terasa nyeri lalu ayah pulang ke rumah sampai dirumah ayah pingsan, setelah diperiksa oleh dokter keluarga kita katanya ayah terkena serangan jantung karena ayah tidak percaya esoknya ayah periksa ke rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan ternyata benar ayah menderita penyakit jantung koroner dan itu adalah penyakit berbahaya yang paling banyak merenggut nyawa orang" ucap pak leon sendu
"ayah tetapi semua itu bisa sembuh kan? Kita akan berobat kemana saja kita akan keliling dunia untuk berobat ayah, ziva yakin ayah bisa sembuh" ucap ziva dengan tangis yang pecah
"nak kita tidak perlu buang buang energi dan waktu untuk itu, orang yang sudah tua jika terserang penyakit itu hal yang wajar" ucap pak leon
"tidak ayah, kita harus tetap berusaha jangan hanya pasrah" ucap ziva
"kita akan pikirkan lagi nak, sekarang ayah minta tanda tanganmu diberkas ini" ucap pak leon
"tapi ayah" ucap ziva terhenti
"ziva terimalah pemberian ayah ini, anggaplah sebagai kasih sayang ayah untukmu" ucap pak leon memohon
dengan berat hati ziva membubuhi berkas itu dengan tanda tangannya
"ayah besok kita akan kerumah sakit untuk kontrol dan meminta solusi pada dokter yah" pinta ziva
"iya nak" pak leon mengangguk patuh
"pergilah istirahat" ucap pak leon
"ayo ayah juga harus istirahat, ayah harus menjaga kesehatan ayah baik baik" ucap ziva
"baiklah nak ayo" ucap pak leon
Mereka akhrinya pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Keesokan harinya dipagi yang cerah, semua orang dikediaman smith sedang menikmati sarapan yang lezat kecuali bu elen yang masih belum ada ditempatnya.
"bunda ziva pagi ini belum langsung ke butik" ucap ziva basa basi
"oh ya, mau kemana dulu?" tanya bu liza
"aku ingin menemani ayah ke rumah sakit untuk cek kesehatan" ucap ziva diangguki bu liza
"bunda bawa mobilku saja, aku akan pergi dengan mobil ayah" ucap ziva lagi
"baiklah nak" ucap bu liza
"kakak, kak vanya ada yang mau ikut ziva temani ayah kerumah sakit?" tanya ziva
"ayah maaf vanya cukup sibuk hari ini" ucap vanya tidak enak
"ayah nanti silvi akan temani di jadwal ****** selanjutnya karena silvi ada pertemuan dengan beberapa kolega hari ini" ucap silvi
"tidak apa apa nak" ucap pak leon
"ya tidak masalah kak hari ini ziva yang akan temani ayah nanti kita bisa gantian" ucap ziva antusias
"silvi" teriak bu elen yang sedang menuruni tangga