My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
10 bulan kemudian



"zay boleh tidak aku berangkat denganmu?, aku mau ke cafe yang ada didekat kantormu" ucap claree basa basi


"hmm ***.." ucapan zayyan dipotong langsung oleh rayyan


"kau berangkat bersamaku saja clar kebetulan hari ini aku juga akan ke kantornya zayyan" ucap rayyan


"tapi ray aku ingin pergi bersama dengan zayyan saja" tolak claree


"memangnya apa bedanya pergi denganku? Tujuan kita kan sama" ucap rayyan yang langsung membungkam claree


"baiklah aku denganmu saja ray" patuh claree


"bagus rayyan, kau memang bisa diandalkan" ucap ziva dalam hatinya


Alya menuruni tangga dengan hati hati sambil menggendong baby nio, mata semua orang tertuju pada sosok kecil dalam gendongan alya, sedangkan defri ia malah gagal fokus menatap wajah teduh milik alya dan penampilannya yang sederhana namun terlihat manis.


"ini dia si tampan kesayangan oma" ucap bi bianca dengan girang


bu bianca berdiri meninggalkan sarapannya yang tinggal sedikit lagi akan habis, ia mengambil alih nio dari gendongan alya.


"biar aku menggendongnya sebentar" pinta bu bianca


"tentu saja nyonya silahkan" ucap alya dengan sopan lalu memberikan nio pada oma nya


Alya menunduk malu saat tahu jika seseorang sedang menatapnya tanpa berkedip.


"hey apa yang kau lakukan, dia jadi malu" tegur zayyan pada asistennya


"owh maaf tuan" defri langsung tersadar.


"baiklah sayang, aku berangkat dulu" pamit zayyan pada ziva


"berhati hatilah aku mohon" ucap ziva


"iya kau tenang saja" zayyan menenangkan ziva agar tidak khawatir.


"mom dad, aku mau pamit" ucap zayyan


"baiklah hati-hati ya" ucap pak will


"iya dad" jawab zayyan


"hey jagoan daddy pergi dulu, jadi anak pintar ya" zayyan mengecup pipi putranya yang gemoy itu.


.


.


.


10 bulan kemudian..


Baby nio tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga aktif, diusianya yang sebentar lagi akan menginjak 1 tahun ia sudah bisa berjalan juga mulai bisa berbicara walau masih kurang jelas.


"nio jangan lari seperti itu nak" pekik ziva


"tenang saja, aku akan mengawasinya" sahut alya yang memang selalu berada didekat nio


"dad.. Daddy" panggil nio dengan cara bicara anak anak pada umumnya


Ziva dan alya mengalihkan pandangannya kearah pintu, dan benar saja zayyan sudah berdiri disana dengan sebuah mainan ditangannya.


"hai jagoan daddy" zayyan merentangkan tangannya menyambut putranya yang sedang berlari oleng mendekat kearahnya


"dad" panggil nio dengan girang


"iya sayang, apa yang kau lihat?" tanya zayyan saat mata anak tertuju pada sesuatu


Nio langsung menunjuk mainan yang ada disebelah zayyan berjongkok


"oh haha kau ingin ini?" tanya zayyan


"iya" celoteh nio sambil mengangguk


"baiklah ayo kita buka bersama mommy" zayyan membawa putranya menuju tempat dimana ziva sedang duduk


"apa itu?" tanya ziva


"alya tolong buka kan untuk nio" ucap zayyan


"iya baik tuan" alya mengambil alih mainan itu lalu membuka kardusnya


Nio terlihat tidak sabar ingin cepat mengetahui isi kardus mainan itu, ia juga membantu alya membuka kardus itu.


"apa claree sudah pulang?" tanya zayyan


"entahlah" jawab ziva acuh


"kau ini kenapa sayang? Semakin hari kau semakin acuh, apa kau sudah tidak sayang padaku?" tanya zayyan blak blakan


"coba kau tanyakan pada dirimu sendiri" jawab ziva


"aku sendiri bingung dengan sikapmu ini, kau banyak berubah sekarang" berang zayyan


"alya tolong bawa nio keatas" pinta ziva dan langsung diangguki oleh alya


Setelah alya dan nio masuk ke kamar yang berada di lantai dua, ziva langsung menyerang suaminya kebetulan keadaan rumah saat itu sedang sunyi, sebab ibu dan ayah mertuanya sedang ke berlin, jerman.


"dengar zayyan, sejujurnya aku lelah dengan semua ini sejak claree datang ke rumah ini kau sangat perhatian padanya bahkan saat ingatanmu sudah kembali kau semakin memperhatikannya lebih dari caramu memperhatikanku. dan disaat aku ingin protes padamu kau selalu membungkamku dengan mengatakan bahwa claree adalah saudaramu, claree adikmu, dan claree bagian dari keluargamu. Lalu menurutmu aku siapa mu? Apa aku orang yang tidak ada artinya bagimu hah?" berang ziva dengan meninggikan suaranya


"apa yang kau katakan ziva? Kau istriku dan aku sangat mencintaimu lebih dari apapun itu, aku mengerti kenapa kau berfikiran buruk seperti ini kau hanya sedang cemburu dan itu sangat manusiawi, tapi walaupun demikian aku tetap milikmu, aku suami mu dan tidak akan ada yang bisa menggantikanmu kau harus tahu itu" tutur zayyan memelankan suaranya


"hanya kau bilang? Kau anggap kecemburuanku ini sesuatu yang sepeleh dan tidak penting, begitu menurutmu?, terserah kau mau menganggapku apa zayyan, tapi satu hal yang kau harus tahu kecemburuan yang kau anggap hal kecil tadi semakin hari semakin besar saat setiap pulang kerja kau selalu menanyakan keberadaan claree padaku, claree pergi dengan siapa, claree pemotretan dimana, claree sudah makan atau belum, kau juga selalu menyuruhku membuatkan makanan kesukaan claree, dan paling parahnya kau memintaku membawakan claree makan siang bersamaan dengan makan siangmu, hal hal kecil itulah yang membuat luka dihatiku semakin besar dan semakin dalam zayyan" ucap ziva dengan berderai air mata


"ziva" zayyan baru akan menyentuh pundak istrinya namun ziva menepisnya dengan keras


"kalau kau masih mencintainya katakan saja zayyan tapi tolong jangan melibatkan aku diantara kalian, segera ceraikan aku dan aku akan pergi bersama nio dari rumah ini" pekik ziva penuh amarah


"ziva sayang tidak jangan katakan itu, kita tidak bisa bercerai sayang ada nio, apa kau tega padanya?" ucap zayyan


"oh oke, jika masalahmu hanya karena anak, aku akan berikan hak asuh nio padamu kau bisa merawat dan menjaganya, aku akan angkat kaki dari rumah ini sendiri" tekan ziva


"tidak ziva, bukan hanya itu tapi aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon jangan berfikiran seperti itu sayang" ucap zayyan yang juga ikut menjatuhkan air matanya


Ziva menarik nafasnya dalam dalam, ia juga menghempaskan tangan zayyan yang sedang memegangi tangannya lalu berlari ke dalam kamar mereka dan menguncinya dari dalam.


"ziva...sayang buka pintunya aku mohon" pinta zayyan yang berada diluar kamar


Alya yang mendengar keributan dari kamar majikannya pun ikut mengintip dari kamar nio, ia melihat tuannya sedang mengentuk pintu kamar mereka sambil menangis. Dan tidak lama kemudian datang seorang wanita yang ia ketahui adalah saudara sepupu tuannya yang bernama claree.


"Zay ada apa?" tanya claree dengan menepuk pundak zayyan


Zayyan menoleh ke belakang dimana claree berada, ia lalu menghapus jejak air matanya dan mulai menjawab pertanyaan sepupunya itu.


"tidak ada apa apa" jawab zayyan


"kau tidak perlu bohong, apa kalian bertengkar?" tanya claree lagi


"hanya ada sedikit masalah" jawab zayyan lagi


"apa ziva didalam?" tanya claree


"iya" jawab zayyan sambil mengangguk


"sebenarnya apa masalah kalian? kau mau kan membaginya denganku? Siapa tahu aku bisa membantu iya kan?" cecar claree


"ini urusan rumah tanggaku clar, aku tidak ingin membaginya dengan siapapun" jawab zayyan penuh penekanan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


teruntuk teh alya ati ati loh ketahuan ngintip😁


Aduh gimana nih guys, detik detik tamat kok malah konflik lagi😭 hadeh...


...****************...


Dari pada galau galau, nih aku kasib bonus visual mommy sama daddy nya arsenio❤




Aduh aduh daddy ama mommy nya nio sama sama bikin pangling nggak sih guys?