My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Kecupan Sekilas



"tidak aku tidak mau" sentak zayyan tidak terima


"ayolah kak, aku tau kau malu denganku yang seperti ini, aku cukup tau diri, dan kalau kau ingin bersama kak silvi silahkan" tuduh ziva


"ziva hentikan omong kosongmu ini, aku tidak ingin mendengarnya lagi" geram zayyan mulai menyalakan mobilnya lagi namun ditahan oleh ziva


"kak dari pada kita saling menyakiti seperti ini lebih baik kita berpisah, mumpung kita belum melangkah lebih jauh" ucap ziva enteng


"semudah itu kah? Kau pikir aku hanya bercanda mengatakan cinta padamu? Hingga kau semudah itu untuk mengakhiri semua ini?" geram zayyan


"lalu aku harus apa? Jika Aku tidak senang kalau kekasihku selalu bersama wanita lain apa salah?" ziva menjadi histeris


"kau hanya cemburu ziva, jangan sampai rasa cemburumu itu membakar rasa cintamu sendiri" sentak zayyan


"oh kau salah kak, bukan cemburu yang aku rasakan, tetapi yang sebenarnya adalah aku marah sangat marah dan entah harus menyalahkan siapa, jika saja aku tidak cacat seperti ini mungkin semua tidak akan berubah seperti ini" tangis ziva semakin pecah


"kau berubah, entah dimana zayyan ku yang dulu, yang perhatian, yang selalu ada untukku, dan selalu menjagaku" lirih ziva sambil menujuk nunjuk dada bidang zayyan


"ziva" zayyan memeluk ziva sungguh ia tidak tau jika dimata ziva ia sudah tidak seperti yang dulu lagi


"aku rindu pada zayyanku" lirih ziva dipelukan zayyan


"aku Zayyanmu, aku minta maaf" ucap zayyan sambil mencium rambut ziva


"aku tidak mau berpisah denganmu, aku mohon beri aku kesempatan lagi" ucap zayyan menghapus jejak air mata yang ada dipipi ziva


"kesempatan hanya didapatkan sekali kak" jawab ziva


"lalu apa kau tidak mau memaafkanku?" tanya zayyan menatap mata ziva dalam dalam


"aku belum punya jawabannya" jawab ziva


"aku tidak memaksamu gunakanlah waktu untuk meredakan rasa marahmu padaku tetapi satu hal yang kau harus ingat aku tidak mau berpisah darimu" tegas zayyan


"aku mencintaimu, aku akan menjagamu, dan aku berjanji atas kebahagiaanmu" ucap zayyan dengan memengang pundak ziva


ziva tidak menjawab ia hanya menatap lekat mata zayyan mencari kebohongan atas ucapannya, karena jarak yang sangat dekat fokus zayyan seketika berpindah pada bibir mungil ziva yang mungil dan menggoda.


"tuhan maaf runtuh sudab pertahananku" batin zayyan


"uuumpth" ringis ziva tertahan


Ziva lalu mendorong kuat dada bidang zayyan dan akhirnya ciuman itu terlepas


"kak apa yang kau lakukan" sentak ziva tidak terima


"ziva maaf aku tidak bisa mengontrol diri" ucap zayyan tidak enak


"aku pikir dia akan ketagihan" gumam zayyan masih dapat terdengar oleh ziva


"apa kata kakak? kau pikir aku wanita apaan kak?" bantah ziva


"iya maaf ziva maaf aku yang salah" ucap zayyan menyudahi pertengkaran mereka


"cepat antrkan aku pulang, lama-lama aku jadi takut terus berduaan denganmu" ziva seketika langsung bergelidik ngeri


zayyan tersenyum puas, bibir yang selama ini membuatnya panas dingin sekarang sudah ia rasakan, namun kejadian ini bukan untuk yang terakhir kali karena ia akan mencoba lagi jika ada kesempatan dihari esok


Sementara ziva jantungnya berdebar kencang, zayyan mengambil first kiss nya, bukannya marah seperti yang ia lakukan ke zayyan ia malam senyum senyum sendiri mengingat kegiatan tadi untung saja ziva mengalihkan kepalanya menghadap jendel kalau tidak zayyan akan kege'eran walau sekilas tetapi ini pengalaman pertama yang membekas diingatan ziva.


"astaga kenapa aku jadi ketularan mesum seperti ini" batin ziva


Setelah sampai dipekarangan rumah bu liza zayyan dengan sigap mengambil kursi roda ziva lalu ingin menggendongnya


"tidak usah digendong kak aku bisa turun sendiri" ziva memberanikan keluar dari mobil sendiri lalu berpindah ke kursi roda, dan zayyan membiarkan ziva melakukan itu agar ziva bisa belajar membiasakan kakinya


"pelan pelan ziva" ucap zayyan memegang lengan atas ziva


Setelah ziva berhasil duduk dikursi rodanya zayyan mendorongnya masuk kedalam rumah.


"katakan padaku kalau kau ingin mengulang kejadian tadi" goda zayyan sambil berbisik


"ish kak kau itu" geram ziva berputar posisi lalu mencubit perut zayyan


"aw" ringis zayyan dengan gaya coolnya


"eh kalian sudah datang?" suara bu liza mengagetkan kedua pasangan yang sedang traveling itu