
20 tahun kemudian...
"aska jangan menggangguku" pekik abel yang sedang sibuk meracik masakannya
"hentikan abel, kau ingin meracuni siapa kali ini?" ucap aska si tengil dan jail
"bukan urusanmu aska, pergi sana" abel berteriak mengusir saudara kembarnya
"aku hanya tidak ingin ada korban" aska menangkap tangan abel yang masih terus melanjutkan masak memasaknya
"aska" pekik abel sambil menghentakkan tangan aska namun tanpa diduga tangan abel mengenggol mangkok kaca sehingga barang itu jatuh dan pecah
Nio yang sedang menikmati tehnya tersentak mendengar keributan kedua adiknya didapur.
"oh my god aska pecah" pekik abel dengan nyaring
"what? Kau yang menyenggolnya" aska mundur menjauh tidak ingin mendapat ocehan dari ibunya, tapi langkahnya yang terburu-buru malah membuat panci diatas meja jatuh sehingga membuat suara bising kembali menggema didapur itu
"kakak lihatlah, aska mengacaukan dapur" abel berlari mendekati nio untuk mendapat perlindungan dari amukan sang ibu
dan benar saja detik kemudian, ziva dan zayyan keluar dari kamar melihat kekacauan itu.
"yaampun, apa yang kalian lakukan dengan dapurku?" ziva berteriak histeris melihat beberapa benda dan bahan makanan berserakan dimeja dan dilantai
"ini perbuatan putrimu mom" lapor aska sembari menunjuk abel yang duduk disamping nio
"apa? Enak saja kau menuduh orang sembarangan" ucap abel tidak terima
"stop stop stop" pekik ziva memegangi kepalanya
"oh tuhan, suamiku lihatlah putra dan putrimu itu, masih pagi mereka sudah membuat kepalaku sakit" ucap ziva
"apa yang kalian lakukan twins? Gara gara kalian sering buat mommy sakit kepala, mommy tidak mau tambah anak lagi" gerutu zayyan
"ck daddy, dari pada tambah anak lebih baik nikahkan saja kak nio supaya dia yang akan memberimu cucu" sahut aska
"tutup mulutmu aska" suara bariton nio menggema ditelinga mereka
"bi ani tolong bersihkan kekacauan ini ya" pinta ziva
"baik nyonya" sahut bi ani
"ayo sarapan" zayyan memulai sarapan pagi itu
"good morning guys" teriak kanaya yang baru saja memasuki rumah itu
"morning sayang" jawab ziva menyambut keponakan tersayangnya
Naya mencium punggung tangan zayyan lalu berganti mencium pipi ziva. Ia mengitari meja makan untuk dapat berpelukan dengan abel, begitu pula dengan aska, dan yang terakhir ia mengecup pipi nio kiri dan kanan secara bergantian seperti yang sering ia lakukan.
"nay" nio kurang suka naya menciumnya seperti itu karena mereka sudah dewasa, namun naya tidak pernah peduli dengan penolakan nio
"naya ayo sarapan" ajak zayyan
"tidak dad, aku sudah sarapan dirumah aku hanya akan menunggu kak nio dan berangkat ke kantor bersama" ucap naya
"baiklah, kau memang sekretaris terbaik" puji zayyan
"aku sudah selesai, ayo nay" ajak nio masih dengan expresi datarnya
"baiklah kak. daddy, mommy kami pamit" ucap naya mewakili nio
"hati hati dijalan ya sayang sayangku" ucap ziva
"ya mom" sahut naya.
"ah mereka sangat cocok" ucap ziva gemas
"maksudmu?" tanya zayyan
"tidak suamiku, tidak ada apa apa" jawab ziva cepat
"kalau memang jodoh pasti akan bersatu" sahut ziva kembali menyantap sarapannya
Zayyan hanya dapat menggelengkan kepalanya, apa yang dipikirkan oleh istrinya itu kanaya adalah putri dari saudari ziva dan saudaranya, yang berarti naya adalah keponakan mereka dan sepupu nya nio.
"mom dad, aku punya laporan" ucap aska basa basi
Abel langsung melirik saudaranya itu dengan perasaan tidak enak.
"apa itu? Mommy harap kau tidak membuat laporan palsu lagi" ucap ziva menyindir sang putra yang sedikit tidak beres
"kali ini aku punya buktinya mom" sahut aska
"katakan saja boy?" ucap zayyan
"kemarin aku melihat abel menggoda ...aaaauuuu... Aduhh" belum selesai aska berbicara kakinya sudah diinjak lebih dulu oleh abel
"hey ada apa?" tanya ziva melihat sang putra meringis kesakitan
"mommy daddy hukum saja abel, dia sudah berani menggoda sahabatku dikampus dan sekarang dia malah menginjak kaki ku" serang aska dengan nafas memburu
"apa? Jangan asal bicara ya aska, sahabatmu yang menggodaku" sentak abel tidak terima
"jangan mengelak abel, nathan sudah cerita padaku kemarin" ucap aska tak mau kalah
"Sudahlah" zayyan menengahi perdebatan kedua anaknya
"abel, mommy sarankan jika kau menyukai seorang pria jangan kau yang menggodanya, tapi kau harus perlihatkan pesonamu sehingga pria itu jatuh cinta padamu dengan sendirinya" saran ziva
"sayang jangan mengajari yang tidak tidak pada putri kita, abel belum pantas untuk itu" zayyan tidak setuju
"suamiku, usia abel sudah 20 tahun dan dia seorang mahasiswi bukankah pantas jika ia mulai mengagumi seseorang" ucap ziva
"tidak sayang, putriku ini harus fokus belajar dan menyelesaikan kuliahnya dengan baik, baru setelah itu dia boleh memikirkan hal yang lain" ucap zayyan
"hey suamiku, kau jangan lupa ya kau menjeratku waktu aku masih jadi karyawan magang dikantormu" ucap ziva sengit
"tapi aku menikahimu setelah kau lulus kuliah, jadi aku tidak menganggu study mu" sahut zayyan
"terserah padamu saja" ziva jadi kesal dengan suaminya yang terlalu berlebihan pada putrinya
"sayang, dengar daddy kau anak perempuan daddy satu satunya jadi jangan kecewakan daddy oke" ucap zayyan sembari membelai lembut rambut putrinya
"iya daddy" jawab abel dengan patuh
"dan aska, daddy selalu bilang kau harus menjadi anak pemberani dan penyayang agar dapat melindungi adikmu ini seperti menjaga sebongkah berlian" ucap zayyan
"siap daddy, serahkan padaku" ucap aska dengan lantang
"bagus boy" puji zayyan
zayyan dan ziva melambaikan tangan saat melihat mobil yang dikendarai aska dan abel melaju keluar dari gerbang kediaman mereka.
"ternyata bayi kembarku sudah dewasa sekarang" ucap ziva menatap mobil aska yang kian menghilang dari penglihatannya
"ya dan kau ternyata sudah tua sayang" sindir zayyan
"ck, kau apalagi" ucap ziva tidak mau kalah
zayyan terkekeh, lalu merangkul istrinya masuk ke dalam rumah.
"sudahlah, lebih baik kita masuk dan melanjutkan kegiatan kita yang tertuda tadi" ucap zayyan
"oh yaampun mesum, dasar tua bangka" cibir ziva melarikan diri.
......................
Selamat berbahagia keluarga zayyan dan Zivani❤