My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Bonchap 3



Zayyan menapaki anak tangga dengan kening yang berkerut, bagaimana tidak heran tadi saat ia melewati ruang makan tempat itu sudah disulap seperti sebuah restoran yang sedang mengadakan dinner romantis.


Sesampainya dikamar ia tambah dibuat heran oleh istrinya yang memakai gaun panjang berwarna putih beserta riasan wajah yang cukup tebal. Zayyan meraba tekuknya yang terasa merinding.


"suamiku kau sudah pulang?" ucap ziva yang dapat melihat zayyan dari pantulan cermin riasnya.


"iya sayang" zayyan tersenyum masam, sambil mendekati istrinya yang masih berada dimeja rias


"kau mau kemana sayang? Kenapa kau dandan secantik ini?" tanya zayyan hati hati, sebab beberapa hari ini istrinya itu sangat sensitif dan mencari cari kesalahannya


"aku tidak kemana mana suamiku, malam ini kita akan makan malam berdua dirumah ini" jawab ziva


"makan malam? jika hanya dirumah kenapa kau berpakaian begini sayang?" tanya zayyan lagi


"kenapa suamiku? Apa gaunku jelek?" ucap ziva dengan mengerucutkan bibirnya


"oh tidak sayang tentu saja tidak, gaunmu ini sangat indah dan juga sexy ditambah kecantikanmu yang paripurna ini membuat penampilanmu sangan sempurna" puji zayyan agar ia tidak terkena masalah


"terima kasih suamiku" ucap ziva dengan senang


"sayang sebenarnya ada apa ini? Tadi aku lihat ruang makan sudah didekorasi dengan banyak lilin, dan sekarang kau berpenampilan sepertu bidadari seperti ini, apa makan malam kali ini sangat spesial?" tebak zayyan


"kau memang sangat pintar suamiku, ya makan malam kali ini sangat spesial dan istimewah sebab aku punya kejutan untukmu" ucap ziva


"benarkan? Apa itu?" tanya zayyan penasaran


"kau ingin tahu?" tanya ziva balik


"iya aku sangat penasaran" jawab zayan cepat


"kalau begitu cepatlah bersiap, kenakan pakaian yang sudah aku siapkan itu, dan segera turun karena aku akan menunggumu dibawah" ucap ziva dengan semangat dan segera pergi dari kamar itu


"ck" zayyan mendesis kesal


Dengan pikiran yang bekecamuk zayyan segera bersiap siap agar secepatnya mengetahui kejutan yang dimaksud istrinya tadi.


Dimeja makan yang sudah di decorasi sedemikan rupa itu ziva tersenyum senang menatap sebuah kotak kecil ditangannya.


Tidak lama kemudian zayyan datang dengan buru buru, ia duduk pada bangku yang posisinya berhadapan dengan ziva sambil melipat tangan kemejanya hingga siku menambah ketampanannya.


"sayang dimana nio? Aku belum melihatnya dari tadi" tanya zayyan menanyakan putra mereka


"ada dikamarnya bersama alya" jawab ziva


"oh baiklah, ngomong ngomong sayang kau romantis sekali, siapa yang mendekorasi semua ini?" tanya zayyan


"aku dan crew" ucap ziva dengan senyum yang terus mengembang menatap ketampanan suaminya


"crew?" tanya zayyan


"iya suamiku, ah sudahlah kita terlalu banyak bicara sebaiknya segera makan" ucap ziva


"tapi sayang beritahu aku dulu kejutannya" ucap zayyan dengan sangat penasaran


Istrinya ini sangatlah jarang memberinya kejutan seperti ini dan sekalinya ia ingin memberikan zayyan hadiah pasti dengan penuh persiapan yang matang seperti hari ini.


"baiklah ayo makan" zayyan dan ziva mulai menyantap makan malam mereka


"buka mulutmu" zayyan menyuapi istrinya


"ah kau memang so sweet" puji ziva sembari menyambut suapan dari suaminya


"ck, tidak sayang justru kaulah yang paling romantis" balas zayyan


"hmm aku merasa seperti kita sedang makan direstoran" ucap ziva sambil mengunyah


"iya kau benar sayang, suasanya tidak kalah dengan direstoran mewah" ucap zayyan yang juga sedang mengunyah


"jarang jarang juga kita seperti ini" sambung zayyan


"iya suamiku, kita seperti anak muda yang sedang kencan" ucap ziva sambil terkekeh


"ya aku setuju, untung tidak ada nio kalau tidak dia pasti sudah mengacaukan semua ini" ucap zayyan yang juga ikut terkekeh


"aku memang sengaja menyekapnya bersama alya dikamar" canda ziva


"bi ani aku boleh minta lagi yang seperti ini?" tanya ziva sebab ia belum kenyang jika hanya seporsi


"tentu saja nona" sahut bi ani dari dapur


"boleh kan suamiku?" ziva juga meminta persetujuan dari suaminya yang sedang menatapnya heran


"tentu saja sayang, kau bisa makan sepuasnya" sahut zayyan tanpa keberatan


"kalau aku gendut bagaimana?" tanya ziva


"maka pipimu ini akan jadi bakpao lagi seperti saat kau mengandung nio dulu" zayyan mencubit gemas pipi istrinya


"iya tapi apa kau akan tetap mencintaiku?" tanya ziva dengan manja


"cintaku semakin hari semakin bertambah untukmu jadi bagaimana bisa aku berhenti mencintaimu" jawab zayyan membuat ziva salah tingkah


"terima kasih ya suamiku"ucap ziva dengan tulus


"sama sama sayangku, aku sudah selesai biar aku yang menyuapimu" zayyan menggeser piringnya yang sudah kosong dan mengambil alih makanan ziva masih berada di tangan bi ani


"terimakasih bi" ucap ziva dan zayyan bersamaan


"sama sama" bi ani meninggalkan suami istri yang sedang kasmaran itu


"oh iya sayang tadi pagi bukannya kau sedang tidak enak badan ya? Apa sekarang sudah baikan?" tanya zayyan yang mengkhawatirkan istrinya


"iya suamiku aku sudah membaik" jawab ziva menerima suapan dari suaminya


"pantas saja kau terlihat sangat segar" ucap zayyan


Setelah makan barulah ziva mengeluarkan kembali kotak yang tadi ia sembunyikan di bawah gaunnya. Dan ia berikan pada suaminya


"ini hadiah untukmu, semoga kau senang ya" ucap ziva


Zayyan menatap kotak itu dengan menyelidik, menebak nebak apa isinya.


"apa ini sayang?" tanya zayyan sambil menggoyang goyangkan kotak itu untuk menganalisa bunyi nya


"kalau bisa dibuka untuk apa bertanya? Iya kan" ucap ziva


"kau benar juga sayang" ucap zayyan lalu meembuka kotak itu


Mata zayyan berbinar saat melihat isinya ternyata adalah alat tes kehamilan bergaris dua yang artinya positif hamil. Ia kemudian menatap istrinya penuh harap


"sayang ini milikmu?" tanya zayyan


"iya suamiku" jawab ziva


"kau hamil lagi?" tanya zayyan dan diangguki oleh ziva.


Pria itu langsung berhambur pelukan pada istrinya.


"akhirnya perjuanganku membuahkan hasil sayang" zayyan mengecup perut rata istrinya


"eits perjuanganku juga dong" tambah ziva


"iya sayang maksudku perjuangan kita berdua" ralat zayyan


"terima kasih sayang" ucap zayyan


"berterima kasihlah pada tuhan sebab ialah yang sudah memberikan anak ini pada kita" ucap ziva


"iya sayang kau benar, tuhan terima kasih banyak untuk kebahagiaan yang sudah kau limpahkan pada keluargaku" ucap zayyan


Selepas makan malam itu, ziva dan zayyan memutuskan beristirahat dikamar mereka. untuk malam ini belum ada kegiatan bercocok tanam, zayyan lebih memilih memeluk istrinya yang sedang hamil itu sembari menghambur kecupan demi menjaga pertumbuhan si kecil yang masih usia rentan itu.


"sehat selalu sayang" zayyan kembali mengecup perut ziva


...****************...


Selamat ya untuk kehamilan keduanya Mommy Nio😍